HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Lima tersangka bule Bulgaria yang ditangkap dalam kasus kejahatan skimming terbilang sangat profesional. Kelimanya beraksi dengan mudah di beberapa mesin ATM, dan hanya membutuhkan waktu 10 menit memasang skimmer untuk menggasak uang nasabah.  

Direktur Reskrimum Polda Bali Kombespol Andi Fairan, Kamis (6/2/2019), menerangkan, tersangka Ivalyo Filipov Trifonov (44), George Jordanov (47), Todor Krasimirov Dobrev (42), Andrey Iliev Peytchev (42) dan Varadin Nikolaev Popov (29) masih menjalani pemeriksaan. Kelimanya mengakui perbuatannya mencuri datang nasabah ATM di lima lokasi. 

Selain itu, para tersangka juga mengaku membeli peralatan skimmer dari negaranya dan dibawa ke Bali. Sejatinya, peralatan ini memang banyak dijual melalui online, termasuk penjualan kartu ATM warna putih yang bebas dijual di pasaran.

“Banyak dijual online. Kartu kartu putih ini juga banyak dijual online di Indonesia dan luar negeri. Tapi para pelaku ini rata rata membawanya dari Bulgaria,” ungkapnya. 

Kombes Andi mengungkapkan, modus operandi para pelaku ini yakni  memasang alat skimmer di dalam mulut mesin ATM. Alat skimmer ini sedianya merekam data elektronik ATM debit yang masuk dan kemudian disambungkan ke alat bernama router card. Sedangkan kabel skimmer berhubungan langsung dengan modem ATM yang tersambung melalui card rider. 

“Sehingga apabila ada transaksi kartu ATM debit yang masuk akan terdata disini. Ini data elektroniknya sudah tersimpan di card rider. Tapi mereka tidak bisa mengambil uang, jika tidak mengetahui nomor pin nasabah,” bebernya. 

Untuk mendapatkan nomor PIN nasabah, para tersangka mengganti kotak pengaman PIN lama dengan kotak pengaman PIN yang baru, namun sudah memiliki kamera tersembunyi. “Jadi, di pengaman PIN itu ada kamera untuk mengetahui nomor PIN nasabah,” terangnya. 

Setelah mendapatkan nomor PIN nasabah, kemudian data ini divalidasi masuk ke kartu ATM warna putih. “Kartu ATM warna putih itu sudah divalidasi lengkap dengan nomor PIN. Jika sudah ada nomor PIN di kartu ATM warna putih itu, bisa dimanfaatkan untuk mengambil uang di beberapa ATM,” urainya. 

Dalam keterangan para tersangka, jelas Kombes Andi, pemasangan alat skimmer ini membutuhkan waktu hanya 10 menit. Aksi ini mudah dilakukan para tersangka ditempat tempat ATM yang tidak dijaga security. Setelah memasang alat skimmer, para tersangka meninggalkan ATM dan kembali datang untuk mengecek data PIN yang terekam di kamera tersembunyi. “Yang menjadi korban dalam hal ini adalah pihak Bank yang ATM-nya digunakan untuk mencuri,” tandas Kombes Andi.(hen)