JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Kasus pencurian yang melibatkan mantan reporter televisi swasta nasional, Adi Gunawan Saputra akhirnya sampai juga ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar.

Ia bersama rekannya, Muzzaki Sadema, Rabu (6/4/2019) dilimpahkan ke Kejari Denpasar setelah sebelumnya berkas dinyatakan lengkap (P21).

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Denpasar, Arief Wirawan yang ditanya terkait pelimpahan terdakwa dan berita acara pemeriksaan membenarkannya. “Benar kami sudah menerima pelimpahan tahap II,” ujar pejabat asal Bengkulu ini.

Dikatakan pula, untuk saat ini pihaknya sedang menyusun dakwaan. Apabila dakwaan sudah selesai, secepatnya kasus ini akan dilimpahkan ke PN Denpasar untuk disidangkan. ”Untuk saat ini kedua tersangka kali titipkan di LP Kerobokan,” pungkas Arief Wirawan.

Dalam berkas acara pemeriksaan terungkap, kasus pencurian ini terjadi 15 November 2018 silam sekira pukul 20.30 di parkiran Warung Sederhana di Jalan Merdeka Denpasar. Kedua tersangka diduga mengambil sebuah tas jinjing yang berisikan HP, uang tunai dan sejumlah kartu kredit.

Setelah mengambil tas tersebut, tersangka Satria Darmawan (DPO) menyuruh tersangka Muzzaki membeli PS3 dan sebuah HP Samsung Note 9 dengan menggunakan kartu kredit milik saksi korban, Sunjoto Widjaja, pemilik tas jijjing tersebut.

Atas perintah itu, tersangka Muzzuki bersama tersangka Adi Gunawan Saputra mantan reporter TV swasta nasional itu membeli apa yang diperintahkan oleh Satria Darmawan. Namun sebelum membeli HP Samsung Note 9 seharga Rp 16.500.000 keduanya terlebih dahulu membeli makan di Macdi Jalan Teuku Umar, Denpasar.

Atas perbuatan tersangka ini, korban Subjoto Widjaja mengalami kerugian Rp 56 juta rupiah. Sedangkan tersangka Adi Gunawan Saputra yang berasal dar Palembang Sumatera Selatan itu pun terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara karena dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 4e KUHP. (eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASAR-fajarbali.com | Penyidik Ditreskrimsus Polda Bali terus menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial (dana bansos) yang dilaporkan Wayan Udiana dengan terlapor Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru.

DENPASAR-fajarbali.com | Siapa yang tidak sedih melihat suaminya ditimpa masalah hukum, bahkan sampai dijebloskan dalam sel tahanan.

DENPASAR-fajarbali.com | Mencoba menghalau aksi trek-trekkan di Jalan Kerta Petasikan Gang Buntu, Suwung, Denpasar Selatan (Densel), Jumat (12/4) dinihari, dua anggota kepolisian Polsek Densel baku hantam dengan para pelaku.

DENPASAR-fajarbali.com | Ratusan driver taksi online mendatangi kantor hukum "Panglima Hukum" Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P. dan juga Managing Partner Law Office Togar Situmorang & Associates di Jl. Gatot Subroto Timur No. 22 Denpasar Bali, Jumat (12/4).

DENPASAR-fajarbali.com | Wayan Muka Udiana, tokoh masyarakat Nusa Penida Klungkung yang melaporkan Ketua DPRD Klungkung, Wayan Baru, dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) di sejumlah pura di Klungkung, kembali bikin gebrakan terbaru.

DENPASAR-fajarbali.com | Operasi Sikat Agung 2019 yang digelar jajaran Polda Bali selama 16 hari berhasil menggulung 74 tersangka yang terlibat kasus pencurian dan pemberantan (curat), pencurian kekerasan (curas) dan curanmor.

DENPASAR-fajarbali.com | Tuntas sudah pengejaran Tim Resmob Polresta Denpasar dalam mengejar satu tahanan kabur yang belum tertangkap, yakni Jemmy Sinaga.

DENPASAR-fajarbali.com | Akibat perbuatannya mencekik pegawai salah satu Restauran, wanita kelahiran Mulago, Uganda bernama Kalungi Shamilah (32), Kamis (11/4/2019) diseret ke PN Denpasar untuk diadili. 

DENPASAR-fajarbali.com | Pengusaha asal Tanzania, Abdul Rahman Asuman (43) yang ditangkap menyelundupkan narkotika jenis sabu sabu seberat 1.130,96 gram yang disimpan perutnya ke Bali, Kamis (11/4/2019 disidangkan. 

DENPASAR-fajarbali.com | Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali, Anak Agung Alit Wiraputra yang diduga terlibat kasus dugaan penipuan perizinan proyek pelebaran Pelabuhan Benoa senilai Rp 16.1 miliar, tiba di Mapolda Bali, Kamis (11/4/2019) sekitar pukul 11.35 Wita.

DENPASAR-fajarbali.com | Berdasarkan hasil penyidikan Ditreskrimsus Polda Bali terungkap tersangka Sudikerta membagi-bagikan uang hasil penjualan tanah Pelaba Puri Jurit Luhur Uluwatu kepada dua tersangka sebesar Rp 26 miliar.

DENPASAR-fajarbali.com | Dua pekan ditetapkan sebagai tersangka (28/3/2019) lalu, terkait laporan Alim Markus Boss Grup Maspion, penyidik Ditreskrimsus Polda Bali akhirnya menahan tersangka Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung, sejak Rabu (10/4) pagi.