JA Teline V - шаблон joomla Форекс

LINTAS KRIMINAL
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Dua perempuan jaringan pengedar narkoba yang ditangkap Satresnarkoba Polresta Denpasar, yakni Novianty (31) dan Ni Putu Sugiastini (39) mengaku mendapat pasokan sabu dari Ajik, seorang napi Lapas Kerobokan.

Keduanya berperan memecah-mecahkan sabu, menempel dan menerima bayaran sebesar Rp 500.000. Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan, barang bukti sabu senilai ratusan juta itu milik seorang napi lapas kerobokan yang biasa dipanggil Ajik. Setelah menerima pasokan, tersangka Sugiastini yang tinggal di Jalan Pulau Moyo Denpasar Selatan itu kemudian bertugas menempel paketan sabu tersebut di pinggir jalan. 

“Tersangka Sugiastini yang menempel di pinggir jalan melalui perintah Ajik. Biasanya diedarkan di wilayah Denpasar dan Kuta,” kata AKBP Ruddi, Kamis (6/12/2018). 

Akibat perbuatannya, kedua tersangka Novianti dan Sugiastini dijerat Pasal 112 (2) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup, atau penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp 1,2 miliar.

Mendengar dirinya bakal dijerat hukuman berat, Noviantini terisak menangis. Dengan nada terbata-bata, Noviantini mengaku baru empat bulan mengedarkan SS dan ekstasi. Wanita kelahiran Bekasi itu mengatakan tugasnya hanya memecah dan mengemas barang yang diberikan oleh Sugiastini. “Kalau yang mengambil dan menempelkan barang dia (Sugiastini),” tuturnya. 

Tersangka yang tinggal di Jalan Mekar Jaya, Denpasar Selatan (Densel) mengaku dirinya mendapatkan upah Rp 500.000 jadi kurir narkoba. “Saya mendapatkan upah Rp 500 ribu usai memecah dan membungkus barang itu. Saya selama ini tidak bekerja, jadi saya terpaksa melakoni pekerjaan ini agar bisa bertahan hidup,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, tersangka Sugiastini (39) dan Noviantini (31) ditangkap di lokasi transaksi di areal parkir Mahendradatta Denpasar Barat, Senin (3/12) malam. Polisi kemudian menggiring ke rumah kos tersangka Sugiastini di Jalan Pulau Moyo, Gang Subak Sari blok C nomor 4, Denpasar Selatan. Di rumah kos tersebut, polisi mengamankan narkoba sangat banyak, yakni 53 peket SS seberat 313,30 gram dan 504 butir ekstasi. (hen)