JA Teline V - шаблон joomla Форекс

LINTAS KRIMINAL
Typography

MANGUPURA-fajarbali.com | Polsek Mengwi akhirnya mengungkap kasus kematian I Wayan Winarta (45) yang semula dikira meninggal karena sakit.

Dari hasil rekontruksi di Mapolsek Mengwi, Kamis (15/11/2018) pagi, polisi menduga kuat korban meninggal akibat dikeroyok dua tersangka yakni Made Rai Arta dan I Kadek Yoga Adi Antara. Kedua tersangka ini disebut-sebut pasangan anak dan bapak asal Munggu, Mengwi, Badung.

Berdasarkan hasil olah TKP Polsek Mengwi, kasus kematian korban akibat masalah hutang piutang. Korban yang bekerja sebagai sopir traktor itu dikeroyok hingga tewas di depan Gang Banjar Peempatan arah Banjar Gambang, Munggu, Mengwi, Badung, pada Rabu (10/10) sekitar pukul 16.00 Wita. 

Sumber kepolisian menyebutkan, kematian korban asal Banjar Pondok Mekar, Tanggun Titi, Selemadeg, Tabanan itu awalnya diduga karena sakit jantung dan asam urat. Setelah dikuburkan, polisi mencurigai kematian korban akibat dibunuh.

Akibatnya, Polisi kembali membongkar kuburan korban untuk melakukan otopsi. “Setelah jenazah kami otopsi, ternyata korban tewas akibat dikeroyok dua tersangka. Kedua tersangka ini anak dan bapak,” ungkap sumber, Kamis (15/11/2018).

Dengan pembuktian tersebut, Polisi menangkap dua tersangka Made Rai Arta dan I Kadek Yoga Adi Antara di rumahnya di Banjar Gambang, Munggu, Mengwi, akhir Oktober lalu. Setelah menjalani pemeriksaan, kedua tersangka yang diduga bapak anak itu mengakui perbuatannya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta membenarkan kematian korban diungkap setelah pihaknya membongkar kuburan korban. Dari hasil bongkar kuburan tersebut, terungkap korban tewas akibat pengeroyokan.

Polisi kemudian menangkap kedua tersangka di rumahnya Munggu, Badung. Saat ini, kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polsek Mengwi. “Sudah, dua tersangka sudah mengakui perbuatannya. Polsek Mengwi juga sudah melakukan rekontruksi,” ujar AKBP Yudith, Kamis (15/11). (hen)