JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Edan, Perempuan Diperkosa di Kamar Kos dengan Ancaman Gunting 

LINTAS KRIMINAL
Typography

KUTA-fajarbali.com | Seorang pria yang akrab dipanggil Breni (27) tengah dicari-cari Polisi karena memperkosa seorang wanita berinisial DMS (30) dan menganiaya perempuan berinisial SD (26) hingga babak belur.

Peristiwa kekerasan tersebut terjadi di rumah Kos Kubu Satrya di Jalan Merdeka Raya tepatnya dibelakang RS Siloam, pada Rabu (30/10/2018) lalu.

Sumber di lapangan menyebutkan, perkosaan yang dialami DMS (30) terjadi saat korban berada di dalam kamar kos. Pelaku Breni yang diduga pacar korban ini datang ke rumah Kost Kubu Satrya di Jalan Merdeka Raya belakang RS Siloam, pada Rabu (30/10) sekitar pukul 02.00 dinihari.

Kedatangan pelaku tak lain ingin minta maaf karena sudah melakukan penganiayaan terhadap korban. Namun kadung sudah sakit hati karena dianiaya, perempuan asal Lampung itu menolak permintaan tersebut. Bahkan korban berniat memutuskan hubungan pacaran dengan pelaku.

Akibatnya, Breni tidak terima dan kalap. Ia mengambil gunting dan mengancam akan membunuh korban. “Tiba-tiba saja, muncul niat pelaku untuk memperkosa korban,” ujar sumber, Minggu (4/11/2018).

Di kamar kos, pelaku langsung mencium dan menyuruh korban membuka baju. Tak hanya itu, tragisnya korban disuruh mengisap kemaluannya. Dibawah ancaman gunting, korban tak berdaya dan terpaksa melayani nafsu bejat pelaku. Akhirnya, perempuan tamatan Sarjana Ekonomi itu disetubuhi secara paksa. “Usai memperkosa korban, pelaku Breni kabur dari rumah kos,” ungkap sumber.

Tidak hanya memperkosa korban, pelaku yang masih dikejar polisi ini juga menganiaya salah seorang perempuan penghuni kamar kos, berinisial SD. Sebelumnya, perempuan asal Sumenep Jawa Timur itu dianiaya, Selasa (30/10) sekitar pukul 21.30 Wita.

Belum diketahui motif penganiayaan tersebut. Namun sumber mengatakan, Breni menganiaya korban persis di pelataran parkir kos dengan cara menampar dan menendang. Penganiayaan tersebut sudah dilaporkan korban ke Polresta Denpasar, Rabu (31/10/2018) lalu.

Dikonfirmasi, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan membenarkan kasus perkosaan dan penganiayaan terhadap kedua perempuan kos tersebut. Menurutnya, pihaknya masih mendalami kasus tersebut untuk mengejar pelakunya. “Pelaku masih dikejar. Kalau pelakunya sudah tertangkap baru kita tahu motif sebenarnya,” ujarnya Senin (5/11). (hen)