JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography
DENPASAR -fajarbali.com |Penyidik Satresnarkoba Polresta Denpasar masih mendalami jaringan tersangka Putu SA (31), oknum TNI dan Putu NCAGP (33), anak salah seorang pejabat Badung yang diringkus pada Sabtu 14 Mei 2022 dengan barang bukti hampir 1 kg ganja kering. 

 
Dari keterangan Putu NCAGP yang berprofesi pengacara mengakui barang haram itu diakui dibeli secara online dari seseorang melalui akun instagram seharga Rp 4.5 juta. Sosok pemilik akun instagram itu masih dalam pengejaran aparat kepolisian.  
 
Sumber dilapangan mengungkapkan, penangkapan kedua tersangka terbilang sangat menghebohkan masyarakat Bali. Dimana, keduanya ditangkap terpisah setelah Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Denpasar menerima informasi adanya transaksi di seputaran Padangsambian, Denpasar. 
 
Berdasarkan hasil lidik, Polisi berhasil menangkap Putu SA saat akan mengambil tempelan di depan rumah nomor 6 Jalan Alam Sari Banjar Tegeh Sari, Padangsambian, Denpasar Barat sekitar pukul 18.00 Wita. 
 
Tersangka Putu SA yang merupakan oknum TNI asal Banyuseri Buleleng itu tak berkutik setelah Polisi mengamankan barang bukti plastik besar berisi 265 gram ganja kering. Hasil diinterogasi, pria yang kos di Jalan Uma Gunung Sempidi, Mengwi Badung, itu mengakui barang bukti tersebut milik tersangka Putu NCAGP. Ia mengaku hanya disuruh mengambil paketan tersebut. 
 
"Dari pengakuan tersangka Putu SA disuruh mengambil paketan ganja kering oleh tersangka Putu NCAGP. Ada bukti percakapan di HP," bisik sumber, pada Selasa 17 Mei 2022. 
 
Selanjutnya, Polisi bergerak cepat mengamankan Putu NCAGP di rumahnya di seputaran Dalung, Kuta Utara, Badung. Dari hasil pengeledahan, kembali ditemukan ganja kering dalam jumlah banyak yang disimpan di lemari pakaian. 
 
Total barang bukti yang diamankan di rumah tersangka yakni 495 gram ganja kering. "Ganja kering seberat 495 gram itu ditemukan di lemari pakaian," ungkap sumber yang enggan ditulis namanya ini.
 
Kepada penyidik, tersangka Putu NCAGP mengaku barang bukti itu dibeli secara online dari seseorang melalui akun instagram seharga Rp 4.5 juta. Ia juga mengaku menyuruh Putu SA untuk mengambil paketan ganja yang di tempel di TKP. 
 
"Putu NCAGP mengaku membelinya secara online. Masih didalami jaringan para tersangka ini," ujar sumber.
 
Sementara itu Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi belum memberikan terkait penangkapan kedua tersangka tersebut. 
 
Sebelumnya, Satresnarkoba Polresta Denpasar meringkus 2 pengedar narkoba dalam sebuah pengerebekan terpisah, pada Sabtu 14 Mei 2022. Yang menarik, keduanya merupakan seorang oknum TNI asal Banyuseri Buleleng dan oknum Pengacara berinisial Putu NCAGP. 
 
Pria asal Dalung, Kuta Utara ini disebut-sebut anak salah seorang pejabat di Badung. Sementara barang bukti yang disita hampir 1 kg gram ganja kering. (Hen)

BERITA TERKINI