JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

 

DENPASAR -fajarbali.com |Proses evakuasi "orang gila" yang mengamuk dan membawa senjata tajam di Warung Barokah di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Br. Tegal Buah Denpasar, Minggu 16 Januari 2022 berjalan 7 jam lebih lamanya (dari pukul 17.00 Wita hingga pukul 21.00 Wita). 

 

Polisi dibantu instansi terkait terpaksa mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengamankan Muhamad Afandi (42) yang terus mengamuk hingga akhirnya terpojok di kamar mandi ruko depan warung miliknya. 

 

Menurut Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Made Hendra, amukan pria asal Malang Jawa Timur itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Setelah saudaranya saksi Ahmad Saenudin (35) mendatangi warung untuk mengajak Muhamad Afandi pulang ke Jawa untuk berobat. "Ia seharusnya secara rutin melakukan perobatan tapi kali ini dia menolak dan malah mengamuk," ungkapnya. 

 

Tidak mau diajak berobat, Afandi tiba-tiba mengamuk dan langsung mengejar saksi dengan golok. Tidak hanya itu, ia juga merusak mobil saksi Inova DK 1085 FX dan memecahkan kaca mobil bagian belakang dengan batu. Sontak amukan Afandi membuat warga dan pengguna jalan yang melintas di TKP jadi ketakutan. 

 

"Tim QR Polsek Denbar mendatangi dan menutup akses jalan raya depan TKP," ujar Kapolsek didampingi Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, Senin 17 Januari 2022. 

 

Petugas kepolisian dipimpin Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Made Hendra tiba dilokasi dan mencoba berdialog dengan yang bersangkutan, namun gagal. Afandi malah menantang petugas dan mengancam akan membunuh siapapun yang mendekat. 

 

"Anggota terpaksa melepaskan tembakan gas air mata untuk menghalau pelaku agar masuk ke dalam ruko," bebernya. 

 

Namun gas air mata yang dilontarkan Polisi tidak membuat Afandi beranjak dari lokasi. Ia tetap ngotot dan berteriak- teriak sembari mengacungkan golok di tangan kanannya. Petugas akhirnya berhasil menghalau Afandi masuk ke dalam ruko yang berada di depan warung miliknya, dan selanjutnya menutup rolling door ruko. 

 

Setelah masuk ruko, Kapolsek menjebol genteng dan eternit ruko agar bisa berkomunikasi, tapi Afandi tetap tidak mau melepaskan goloknya. Ia tetap menebar ancaman akan membunuh siapa pun yang mendekat. 

 

"Petugas kembali melepaskan tembakan gas air mata ke kamar mandi, tempat pelaku  bersembunyi," terangnya. 

 

Mengamuknya Afandi memantik kedatangan Kabag Ops Kompol Uder, petugas BPDB, pemadam kebakaran dan ambulans datang ke TKP. Petugas pun mendatangkan water canon Damkar untuk melumpuhkan pelaku tapi ia terus melakukan perlawanan. Sehingga Kapolsek Kompol Hendra menembakkan peluru karet. Namun Afandi tidak bergeming seakan kebal tembakan peluru karet. 

 

Situasi kembali memanas. Petugas menggunakan pipa besi dan bambu untuk mempersempit ruang gerak pelaku. Cara ini cukup ampuh. Akhirnya sekitar pukul 21.00 Wita, Afandi berhasil diamankan berikut senjata goloknya. 

 

"Pelaku selanjutnya dibawa ke RSUP Sanglah untuk diberikan perawatan dan dibawah pengawasan petugas Polsek Denbar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," ujarnya. 

 

Sementara itu, kata Kompol Hendra, pelaku Afandi yang sehari-harinya berjualan nasi goreng dan tinggal sendirian, memang kerap kambuh-kambuhan. Tahun lalu, ia juga sempat diamankan pecalang dan aparat desa karena berprilaku sama dan diajak berobat. 

 

"Dia sempat ngamuk-ngamuk tapi tidak menggunakan sajam seperti yang terjadi kemarin," ujar perwira melati satu dipundak itu. 

 

Terkait penanganan selanjutnya, Kompol Hendra mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis menyangkut kejiwaan Afandi. Apabila nantinya benar mengalami kejiwaan, ia tidak akan diproses sesuai hukum yang berlaku. 

 

"Tapi apabila tidak, akan kita proses sesuai hukum yang berlaku. Kami akan jerat dengan pasal membawa senjata tajam UU Darurat," pungkasnya. (Hen)

BERITA TERKINI