JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR- Fajarbali.com | Imam Arifin (34) pria asal Madura terdakwa kasus pembunuhan yang terjadi di Cafe Jelita, Jalan Danau Tempe Komplek Barat, Kecamatan Denpasar Selatan, 11 Oktober 2020 dituntut hukuman 11 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sofyan Heru dalam surat tuntutannya yang dibacakan di muka sidang pimpinan I Gede Rumega, Selasa (2/3/2021) menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP. 

"Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja merampas nyawa orang lain. Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 11 tahun," sebut jaksa dalam sidang yang berlangsung secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Sebelum menjatuhkan tuntutan, jaksa terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa mengakibatkan I Gusti Made Suarjana alias Gus Manjong minggal dunia. 

"Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, menyesali serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya," pungkas jaksa yang berdinas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar ini.

Atas tuntutan itu terdakwa yang didampingi pengacara dari PBH Peradi Depasar meminta waktu satu minggu untuk mengajukan pembelaan secara tertulis. 

Sebagaimana terungkap dalam fakta persidangan saksi Farhantini Musyasyaroh alias Farah mengatakan, sebelum kejadia saksi diajak kencan oleh korban. “Awalnya saya diajak kencan oleh korban,” ungkap saksi. 

Setelah sampai dalam kamar, menurut saksi, korban sempat menanyakan berapa tarif sekali kencan dan dijawab oleh saksi 150 ribu.

“Setelah saya jawab, korban malah mengeluarkan pisau dan mengarahkan ke wajah saya sambil berkata saya bayar pakai ini (pisau),” aku saksi. 

Mengalami itu, saksi langsung berlari meninggalkan korban sembari berteriak minta tolong. Sementara terkait soal celurit atau sajam yang digunakan oleh terdakwa untuk menebas kepala korban, saksi mengatakan sempat melihat disimpan di meja operator. 

“ Saya pernah lihat celurit itu disimpan dibawa meja operator, “ tutup saksi. Sementara terdakwa sendiri mengaku membunuh korban karena emosi melihat ulang korban selama berada di TKP. 

Seperti diketahui pula, kasus pembunuhan ini terjadi pada hari Minggu tanggal 11 Oktober 2020 sekira pukul 00.30 Wita di di Cafe Jelita Jalan Danau Tempe, Sanur, Denpasar. 

Sebelum kejadian, saksi Ovi Januar Ayu Mustika yang merupakan istri dari terdakwa mengirim pesan melalui WhatsApp yang isinya bahwa saksi Farhantini Musyasyaroh masuk kedalam kamar dan ditodong pisau. 

Membaca pesan itu, terdakwa langsung datang ke tempat kejadian. Sampai di tempat kejadian, rupanya korban telah menikam Y. Paris Pratama Putra. 

Melihat itu terdakwa langsung mengambil celurit mendekati korba dan langsung menebaskan celurit itu ke kepala korban hingga korban meninggal dunia.(eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASAR - Fajarbali.com | Setelah sekian lama tidak bersuara terkait kasus korupsi, I Nyoman Mardika yang selama ini dikenal getol bergelut dengan kasus korupsi akhirnya muncul kembali. 


DENPASAR -fajarbali.com |Tragis dialami Hendra (29) pemuda asal Kabupaten Melawi Kalimantan Barat. Ia tewas tergencet mobil saat akan menolong seekor anjing peliharaanya yang masuk ke dalam kolong mobil. Korban tewas setelah dongkrak mobil tergeser dan menindih tubuhnya. 

 

MANGUPURA, fajarbali.com-Penyidik Satuan Reskrim Polres Badung menetapkan ZT (65), seorang pengusaha di Bali sebagai tersangka sejak Senin (12/4/2021). Pria yang tinggal di Jalan Majapahit Lingkungan Pelasa Kuta ini diduga menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana selama 7 tahun penjara.  

 

DENPASAR -fajar Bali.com |Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan memasuki libur panjang Lebaran, Ditlantas Polda Bali sudah menyiapkan rancangan khusus membangun 5 Posko penyekatan pemudik di beberapa lokasi berbeda. Penyekatan pemudik ini mulai berlaku 6 Mei hingga 17 Mei 2021 mendatang, sesuai peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 tahun 2021 tentang pengendalian transportasi masa Idul Fitri 1442 H. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Polda Bali menggelar Operasi Keselamatan Agung-2021. Operasi ini ditandai dengan apel gelar pasukan di lapangan Iptu Soetardjo, Mako Sat Brimob Polda Bali, Tohpati, Denpasar, Senin (12/4/2021). 

 

 

Turut hadir dalam gelar pasukan Wakapolda Bali, Pejabat Utama Polda Bali, personel Polda Bali yang terlibat Operasi Keselamatan Agung-2021 juga diikuti personel dari Pomdam IX Udayana, Dishub Provinsi Bali, dan PT Jasa Raharja Bali.

 

Bertindak selaku pimpinan apel, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, S.H., M.Si. mengatakan selain menyasar penertiban lalu lintas, operasi ini juga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap larangan mudik Lebaran 2021 untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

 

Tema Operasi Keselamatan Agung-2021 yaitu “Melalui Operasi Keselamatan Agung – 2021 Kita Wujudkan Kamseltibcarlantas Yang Mantap Dan Pencegahaan Penyebaran Covid-19 Dengan Meningkatkan Disiplin Protokol Kesehatan Serta Tidak Melaksanakan Mudik Lebaran Tahun 2021” ujar jenderal bintang dua dipundak ini. 

 

Adapun sasaran yang ditargetkan dalam operasi ini diantaranya, sosialisasi secara masif tentang larangan mudik, edukasi tentang protokol kesehatan tentang tertib berlalu lintas, pembagian masker kepada masyarakat. 

 

Kemudian sasaran lainnya yakni pelaksanaan swab antigen gratis bagi masyarakat, kegiatan Bantuan Sosial kepada masyarakat dan manajemen rekayasa lalu lintas dalam pencegahan mudik.

 

Kapolda Putu Jayan berharap Operasi Keselamatan Agung - 2021 dapat meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalulintas di jalan raya serta dapat menurunkan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Bali.

 

“Kepada instansi terkait yang terlibat dalam operasi ini, saya berharap dukungan dan kerja sama untuk ikut berperan aktif, menyesuaikan dengan peran dan fungsinya masing-masing sehingga, terwujud harmonisasi di lapangan dan tujuan dilaksanakannya operasi keselamatan ini benar-benar tercipta,” tegas Kapolda. (hen)

 

DENPASAR -fajarbali.com-Tim Opsnal Satreskrim Polresta Denpasar mengerebek pasangan laki laki dan wanita di sebuah Hotel di Jalan Teuku Umar Denpasar, Rabu (7/4/2021) sekitar pukul 20.45 Wita. Setelah diinterogasi, keduanya mengaku melakukan hubungan badan setelah membayar kepada seorang mucikari bernama Poltak Manihuruk alias Robby (42). 

DENPASAR - Fajarbali.com | Kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oknum Polisi berinisil RCN dan rekanya S terhadap wanita atau yang sebelumnya disebut cewek Michat berinisial MIS (21) sejatinya sudah masuk persidangan perdana, Kamis (8/4/2021) hari ini. 

DENPASAR - Fajarbali.com | Bule Prancis bernama Emannuel Alain Pascal Maillet (53) yang menjadi terdakwa kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur divonis pidana penjara 8 tahun.


KUTA -fajarbali.com |Aryadin (25) kini mendekam dalam tahanan Polsek Kuta. Pria asal Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) ini gagal merampok kalung emas milik Ni Nyoman Yulistiani (26), seorang karyawan Kemuning Hotel di Jalan Benesari Gang Adi Dharma No. 168 Kuta, Kamis (8/4/2021) pagi. 

 

 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Menikah tanpa izin dari istri yang sah, seorang pejabat Kepala Seksi Layanan Infrastruktur dan Teknologi Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfo Kota Denpasar), Made ASK (37) meradang. 

 

BENOA -fajarbali.com |Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Bali mengungkap kasus pemalsuan KTP dan KK yang diperuntukkan kepada anak buah kapal (ABK) yang akan melamar pekerjaan di kapal. Selain menyita barang bukti ratusan lembar KTP dan KK palsu Polisi juga mengamankan 2 tersangka yakni Bambang (56) asal Cilacap dan Wayan Supardita (42) asal Denpasar. 


DENPASAR -fajarbali.com |Kasus rebutan hak asuh anak antara Kadek Agus D dan Ayu PD berbuntut panjang. Siti Sapurah SH selaku pengacara Ayu PD, mempropamkan penyidik Ruang Pelayanan Khusus (RPK) Polda Bali ke Propam Polda Bali, pada Senin (5/4/2021) lalu. Mereka yang dilaporkan yakni 3 penyidik berinisial Y, M dan S serta Kasubdit IV RPK Polda Bali berinisial S.