JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR - fajarbali. com | Nasib barang sitaan senilai Rp 71 miliar milik almarhum Tri Nugraha, mantan Kepala BPN Denpasar tersangka kasus dugaan gratifikasi dan TPPU yang meninggal dunia akibat bunuh diri di kamar mandi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali 31 Agustus 2020 lalu hingga saat ini belum ada kejelasan.

Pihak Kejati Bali pun hingga berita ini dibuat belum berani mengambil keputusan apakah barang bukti itu dilelang atau dikembalikan ke ahli waris Tri Nugraha.

Kasi Penerang dan Hukum (Kasi Penkum) Kajati Bali A. Luga Herlianto saat dikonfirmasi juga belum berani berbicara banyak terkait nasib dari barang sitaan itu. 

"Kami masih meminta petunjuk ke Kejaksaan Agung (Kejagung) tapi sampai detik ini petunjuk yang kami minta belum ada jawaban, " terang pejabat yang akrab disapa Luga, Senin (22/2/2021). 

Luga menjelaskan, pihak harus meminta petunjuk ke Kejakgung karena kejadian yang menimpa Tri Nugraha ini baru pertama kali terjadi di Kejati Bali. 

"Ini merupakan kejadian pertama, kalau saja dulu sudah pernah ada kejadian serupa, penanganannya tentu akan kami ikuti sepeti yang dulu, " jelasnya. 

Karena itu, Luga menegaskan perlunya meminta petunjuk ke Kejaksaan Agung. "Intinya kami masih menunggu petunjuk. Kalau nanti petunjuk itu turun, tentunya kami akan mengikuti isi dari petunjuk itu, " tegas pejabat asal Sumatera Utara ini. 

Masih terkait barang bukti sitaan milik almarhum Tri Nugraha, Luga juga mengatakan bahwa pihak keluarga almarhum hingga saat ini pun belum ada yang menanyakan, baik bertanya melalui surat atau datang langsung ke Kejaksaan. 

"Sepengetahuan saya belum ada pihak keluar dari almarhum yang menanyakan terkait barang bukti yang masih kami sita dan kami titipkan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) ini," pungkasnya. 

Sepeti diberitakan sebelumnya, atas dugaan tindak pidana gratifikasi dan TPPU yang dilakukan oleh almarhum Tri Nugraha penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Bali telah menyita 12 unit kendaraan dan 12 bidang tanah serta bangunan. 

Bedasarkan analisis dari PPATK, barang bukti yang disita dari tindak pidana TPPU (tidak pidana pencucian uang) senilai kurang lebih Rp 66 miliar. Sedangkan dari kasus gratifikasi barang bukti yang disita bernilai Rp 5 miliar.(eli) 

HUKUM & KRIMINAL

Grid List


DENPASAR -fajarbali.com |Satresnarkoba Polresta Denpasar membongkar kasus peredaran narkoba dengan mengamankan barang bukti 30 kg ganja kering. Barang haram itu disita dari 2 tersangka SS dan RR saat disergap di dalam rumah kos di Jalan Pulau Belitung, Denpasar Selatan, Kamis (4/3/2021). 


Pengerebekan ini dipimpin oleh Tim Opsnal Unit I Satresnarkoba Polresta Denpasar dipimpin Kanit Iptu Putu Budi Artama. Tidak hanya 30 kg ganja kering, di kamar kedua bandar narkoba tersebut juga disita 50 gram hasish, sabu dan ekstasi.  


Sumber dilapangan mengungkapkan, terbongkarnya barang bukti narkoba sebanyak itu berdasarkan informasi masyarakat. Dimana, bermula ditangkapnya seorang pelaku di Jalan Pulau Singkep, Denpasar Selatan. Setelah dilakukan pengembangan mengarah ke rumah kos Jalan Pulau Belitung Denpasar Selatan. "Di kamar kos, dua pelaku bandar dibekuk tanpa perlawanan," ungkap sumber. 


Kemudian, rumah kos tersebut digeledah petugas dan kaget mendapati banyak tumpukan ganja kering di kamar kos. "Setelah digeledah di kamar kos ditemukan tumpukan ganja kering total berat 30 kg," bisik sumber. 


Selanjutnya, tim kembali melakukan penggeledahan di kamar kos. Selain ditemukan 30 kg ganja kering, tim juga mengamankan 50 gram hasish, sabu dan ekstasi. "Ada juga hasis ekstasi dan sabu," bebernya. 


Mengenai tangkapan terbesar ini dibenarkan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan. Ia merasa bangga terhadap prestasi anggotanya di Satresnarkoba terkait pengungkapan tersebut. Dia juga mengatakan selain 30 kg turut diamankan 2 bandar narkoba berjumlah 2 orang. 


"Ya pelakunya dua orang dan masih dikembangkan. Mohon doanya supaya makin banyak kasus narkoba diungkap sehingga masyarakat Bali terselamatkan dari bahaya barang terlarang ini," tegas perwira menengah melati tiga dipundak yang pernah menjabat Wadireskrimsus Polda Papua Barat tersebut. (hen)

MANGUPURA -Fajarbali.com|  Oknum pegawai sebuah Bank BUMN berinisial IBGS ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung atas kasus dugaan tindak pidana korupsi.


DENPASAR -fajarbali.com |Empat anggota ormas ditangkap Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali, pada Senin (1/3/2021) sore, setelah melakukan pengancaman dan perampasan mobil terhadap seorang korbannya I Komang Ery Darma Yuda. Aksi premanisme yang dilakukan para tersangka itu terjadi di rumah korban di Jalan Muding Kerobokan Kuta Utara, 8 Pebruari 2021 lalu. 


KUTA UTARA -fajarbali.com |Seorang buruh bangunan bernama Ahmad Miskadi (40) tewas mengenaskan setelah ditusuk kawanan maling di depan sendok warung di Jalan Raya Semat , Tibubeneng, Kuta Utara, Kamis (4/3/2021) dinihari. Korban terkena tusukan setelah memergoki dua kawanan maling yang masuk ke bangunan proyek villa. 


MENGWI -fajarbali.com |Dua kali masuk lapas dalam kasus pencurian, tidak membuat I Made Ariana (32) jera. Bahkan, pria yang tinggal di Banjar Jangkahan Desa Batuaji, Kerambitan Tabanan ini mengajak istrinya, Ni Putu Sekaradi (27) untuk mencuri motor di Vila Bali 1 di Jalan Dalem Warung Br Tiying Tutul Desa Pererenan Mengwi Badung, Jumat (25/12/2020) lalu. 


DENPASAR -fajarbali.com |Kasus perampokan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nomor 54.801.51 di Jalan Benoa Pesanggaran, Denpasar Selatan, Kamis (28/1/2021) sekitar pukul 19.54 Wita, menuai titik-terang. Jajaran Resmob Polresta Denpasar berhasil mengidentifikasi pelaku tunggal tersebut. Namun karena harus melakukan pembuktian mendalam, Polisi belum melakukan penangkapan. 

DENPASAR - Fajarbali.com | Dua pemuda pengangguran, I Kadek Alvin Sindu Prasya (20) dan I Gede Artha Yoga (19) yang ditangkap polisi dengan barang bukti 2 paket sabu sabh seberat 0,48 gram divonis hukiman 1 tahun dan 4 bulan (16 bulan) penjara.

DENPASAR- Fajarbali.com | Imam Arifin (34) pria asal Madura terdakwa kasus pembunuhan yang terjadi di Cafe Jelita, Jalan Danau Tempe Komplek Barat, Kecamatan Denpasar Selatan, 11 Oktober 2020 dituntut hukuman 11 tahun penjara.

DENPASAR - Fajarbali.com | Oknum dokter bernama Irfana (42) dituntut pidana penjara 3 tahun 6 bulan (3,5) tahun lantaran melakukan aksi penipuan terhadap sesama dokter bernama Elizabeth Lisa Ernalis.


DENPASAR -fajarbali.com |Proses vaksinasi tahap pertama tengah berlangsung di mapolda Bali, Senin (1/3/2021) pagi. Sedianya ada 5000 vaksin yang sudah diterima Polda Bali dan akan dibagi menjadi 2 tahap. Pembagian vaksin tahap awal akan diprioritaskan kepada seluruh anggota bhabinkamtibmas di Bali.  


DENPASAR -fajarbali.com |Samin alias Pakde ditemukan tewas di dalam bangunan terbengkalai di Jalan Gatot Subroto Barat, tepatnya di sebelah barat Pitza Hut, Senin (1/3/2021). Pria asal Jember Jawa Timur itu diduga kuat korban pembunuhan. Pasalnya, di bagian kepala korban ditemukan luka dan di atas telinga terdapat luka lebar 2 cm. 

DENPASAR - Fajarbali.com | Selain memeriksa saksi untuk kasus dugaan korupsi di LPD Gerogak, tim jaksa Pidus Kejati Bali juga memeriksa sejumlah saksi untuk kasus dugaan penguasaan lahan tanpa alasan hukum yang sah milik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan.