JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography


DENPASAR -fajarbali.com |Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tinggal menghitung hari, yang jatuh tanggal 9 Desember 2020 mendatang. Segala persiapan terkait pelaksanaan Pilkada sudah dirancang jajaran kepolisian bekerja sama dengan Tim Yustisi Covid-19, guna meminimalisir penyebaran wabah pandemi covid-19 di masyarakat. 


Ditemui di mapolresta Denpasar, Selasa (1/12/2020), Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Gede Putra Astawa menjelaskan dalam rangka Pilkada tahun ini, Polisi tidak hanya memikul tanggung jawab di sektor  keamanan saja, tapi juga ikut serta mencegah penyebaran covid-19 yang sudah berjalan selama hampir 9 bulan ini. 


Menurutnya, sebelum pelaksanaan Pilkada dimulai, pihaknya akan menggelar pasukan pengamanan Pilkada tanggal 5 Desember di Lapangan Buyung Denpasar. Personil yang dilibatkan dalam pengamanan Pilkada ini yakni 1300 personil ditambah BKO dari Polda Bali. Polresta Denpasar sendiri akan mengerahkan 900 personil. 


Ribuan Polisi yang ikut mengamankan perhelatan Pilkada nantinya akan dibagi ke beberapa TPS (Tempat Pemungutan Suara). Untuk Kategori Aman, akan ditempatkan 1 orang personil di 5 TPS. Untuk Kategori Rawan, akan ditempatkan 2 orang personil di 1 TPS. Sedangkan untuk Kategori Sangat Rawan akan ditempatkan 1 hingga 2 orang personil di 1 TPS. 


Lantas, bagaimana teknis pelaksanaan Pilkada ditengah pandemi ? Mantan Kapolsek Mengwi ini menjabarkan, secara teknis disamping mengamankan TPS, personil juga turut memberikan himbauan preventif protokol Covid di TPS. "Disana nanti ada petugas yang akan memberikan himbauan protokol kesehatan. Termasuk petugas Linmas  tetap memberikan menghimbau protokol," tegasnya. 


Diuraikannya, bagi para pemilih sudah dibuatkan undangan khusus untuk pemberitahuan jam datang kehadirannya. Ini dilakukan untuk memberikan jarak bagi pemilih agar tidak berkerumun saat berada di TPS. 


Selain itu, Kompol Astawa mengatakan pihaknya sudah berusaha menyampaikan sosialisasi dan mengajak lapisan masyarakat serta undangan untuk mematuhi prokes. "Kami dari kepolisian menghimbau kepada masyarakat pemilih agar tetap mematuhi prokes selama berlangsungnya pemilihan," ujar perwira melati satu dipundak itu. 


Diungkapnya, penerapan phsycal distancing juga diterapkan di sejumlah TPS tersebut. Dimana, para undangan wajib mengenakan masker dan cuci tangan dan jaga jarak. Kemudian akan di cek suhu badannya terlebih dahulu sebelum masuk ke bilik TPS. 


"Apabila nanti 37 lebih (suhu), mereka akan dipindah ke bilik khusus yang dijaga sama petugas protokol kesehatan. Tidak ada tim medis, kalau diisi tim medis habis semua nanti (tempatnya) karena terlalu banyak," terangnya.


Dalam pelaksanaan di TPS, ujar Kompol Astawa, hanya menerapkan prokes saja. Artinya, para petugas KPPS hanya memakai masker dan sarung tangan. Jika memang menemukan ada pemilih yang suhu badannya tinggi harus diinformasikan ke instansi atau puskesmas terdekat untuk mengecek suhu tubuhnya.


"Tapi kan belum tentu juga suhu tubuhnya tinggi terkena (terpapar covid), bisa juga karena demam, pilek kan bisa aja," ungkapnya. 


Lain halnya bila ada pemilih terpapar covid-19, akan ada tim khusus untuk mencarinya ke rumah sakit untuk dilakukan pencoblosan disana. Hal ini juga berlaku di tahanan kepolisian, rutan lapas, dimana petugas KPPS yang mendatangi pemilih terpapar covid-19 tersebut. 


Tapi apabila dia dinyatakan positif dan isolasi dirumah, nanti itu berdasarkan persetujuan daripada TPS dan saksi-saksi. Kalau petugas setuju, warga pemilih tersebut akan didatangi jam 12.00 Wita sampai batas waktu jam 13.00 Wita. 


Kemudian, bila warga tersebut tetap ingin datang ke TPS, akan dilayani tapi ditempatkan di bilik khusus dengan prokes. Di masing-masing TPS sudah disiapkan petugas yang memakai alat pelindung diri (APD) lengkap. "Pasti akan dikawal dari Bawaslu, KPU, Polisi termasuk saksi-saksi, sudah disiapkan itu dari TPS 6. Semua TPS yang berjalan," terangnya lagi. 


Kompol Astawa kembali melanjutkan, sampai saat ini masalah pelanggaran prokes di masing-masing daerah di tengah pemilihan dipastikan tidak ada, bila masyarakatnya mau patuh. 


Namun untuk jam rawannya dipastikan pasti ada. Karena umumnya, jika hadir ke TPS  biasanya datang pagi, habis nyoblos langsung berangkat kerja sehingga tidak mengganggu aktifitasnya. 


Jam rawan kedua terletak saat penghitungan atau rekapitulasi. Penghitungan ini akan disaksikan banyak orang yang ingin mengetahui berapa hasilnya. "Ya, Itu agak rawan mengenai prokesnya. Makanya itu kita upayakan nanti, untuk memberikan himbauan dan mengajak untuk sama-sama menjaga jarak semaksimal mungkin," tegasnya. 


Soal adanya pembatasan jumlah pemilih, Kompol Astawa membenarkannya. Dalam undangan, pemilih sudah ada terisi bagi pemilih A akan mendapat jam-jam tertentu. Hanya, berapa jam waktu perbandingannya, Kompol Astawa mengatakan belum mengetahui rinciannya. 


"Nah itu gak tau, KPU yang punya. Kalau per TPS maksimal 500. Kalau kita hitung rata-rata minimal 300 per TPS, terus dibagi saja. Kalau dari jam 7 dia buka sampai jam 12 atau jam 2, kan dia (KPU) yang atur nentukan berapa tiap pemilihnya. Disitu sudah ada tim penyelenggaranya," pungkasnya. (hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASAR- Fajarbali.com | Pelaku kasus pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban Ni Putu Widiastiti (25) meninggal dunia, PHAP alias Aldy (14) sudah dituntut 7 tahun dan 6 bululan atau 7,5 tahun penjara. 


DENPASAR -fajarbali.com |Mobil ambulans Puskesmas II Denpasar Timur yang mengangkut 3 pasien positif covid-19 mengalami tabrakan di perempatan Jalan Gatot Subroto-Noja, Denpasar timur, Jumat (22/1/2021) sekitar pukul 11.30 Wita. Mobil ambulans tersebut ditabrak oleh pengemudi mobil Suzuki X-Over DK 1700 BP yang meluncur dengan kecepatan tinggi. 

 


MENGWI -fajarbali.com |Dua anggota organisasi masyarakat (ormas) yang menjabat Koordinator Lapangan (Korlap) di wilayah Tabanan, yakni I Kadek Doris Pranata (30) dan I Made Sudiasa alias Tapak (35) ditangkap anggota buser Polsek Mengwi. Keduanya terlibat aksi pengeroyokan terhadap Adi Siswanto di depan kamar kos di Banjar Gegaran Desa Baha Mengwi Badung, Kamis (21/1/2021) malam. 


SANUR -fajarbali.com |Berdasarkan hasil penyidikan Polisi, tersangka Laurens Parera (30) mengaku membawa pisau dan berniat menghabisi nyawa korban Andriana Simeonova (29), WNA asal Slovakia. Sehingga Polisi menjerat pria asal Sorong Papua Barat itu dengan pasal berlapis, salah satunya pasal terberat yakni pembunuhan berencana. 


SANUR -fajarbali.com |Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengungkapkan, motif tewasnya perempuan WNA asal Slovakia, Andriana Simeonova (29) akibat sakit hati. Mantan pacar korban, Laurens Parera (30) tidak terima diputus sehingga nekat membunuh saat korban berada di dapur rumah kontrakannya di Jalan Pengiasan III No. 88 Desa Sanur, Denpasar Selatan, Senin (18/1/2021) sore. 

 
DENPASAR -fajarbali.com |Tewasnya Dwi Farica Lestari (24) di lantai 2 kamar homestay di Jalan Tukad Batanghari, Panjer Denpasar Selatan, Sabtu (16/1/2021) malam, sedikitnya mulai terkuak. Korban diduga seorang PSK yang menjajakan dirinya melalui prostitusi online. Sementara berdasarkan hasil penyelidikan Polisi, pelaku pembunuh adalah orang ke 5 yang akan dilayani perempuan asal Subang Jawa Barat tersebut. 

DENPASAR - Fajarbali.com | Bocah berinisial PHAP alias Aldy (14) yang menjadi terdakwa dalam kasus pencurian dengan kekerasan hingga menyebabkan teller bank bernama Ni Putu Widiastiti (25) tewas secara mengenaskan dituntut 7 tahun 6 bulan penjara.


SANUR -fajarbali.com |Dari fakta yang terungkap di lapangan, Lauren Parera (30) diduga kuat sebagai pelaku yang menghabisi nyawa perempuan WNA asal Slovakia, Andriana Simeonova (29) di dapur rumah kontrakannya di Jalan Pengiasan III, NO 88, Sanur Kauh, Denpasar Selatan. Bahkan pelaku ini sudah menyiapkan pisau kecil dari rumahnya untuk menghabisi nyawa korban. 


DENPASAR -fajarbali.com |Setelah mendarat di Bandar Udara Ngurah Rai, jenasah pramugari Sriwijaya Air SJ-182 asal Denpasar, Mia Tresetyana Wadu (23) tiba di rumah duka di Jalan Tirta Gangga, Renon Denpasar, Rabu (20/1/2021) sekitar pukul 16.30 Wita. Kedatangan jenasah Mia disambut isak tangis keluarga. 

SANUR-Fajarbali.com | Tewasnya turis asal Slovakia, Andriana Sineonova (29) di rumah kontrakannya di Jalan Pengiasan III Nomor 88 Sanur Kauh, Denpasar Selatan (Densel), Rabu (20/1/2021) masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

SANUR-Fajarbali.com | Kasus menghilangkan nyawa orang lain beruntun terjadi di wilayah Sanur. Setelah kasus tewasnya seorang perempuan di homestay di Sanur, giliran turis perempuan asal Slovakia diduga tewas dibunuh di kamarnya dengan luka tusuk di bagian leher.

DENPASAR - Fajarbali.com | Kaburnya tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar bernama Juandri Okinda (27) saat hendak menjalani karatina di Hotel Ibis, Kuta setidaknya menjadi cambuk bagi Kejari Denpasar untuk lebih serius lagi dalam menjaga tahanan.