JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography


DENPASAR -fajarbali.com |Setelah melalui proses yang cukup panjang, kasus dugaan pengambilan paksa bayi yang baru lahir akhirnya berjalan damai, Senin (30/11/2020). Penyerahan bayi yang dimediasi langsung Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Subdit IV Ditreskrimum Polda Bali itu diiringi isak tangis dan jeritan histeris kedua belah pihak. 


Dalam perdamaian yang berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita itu, kedua belah pihak dihadirkan, yakni ibu kandung bayi berinisial RR, dan IMS selaku ibu yang selama 2 bulan merawat bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut. 


Selain itu, kedua belah pihak didampingi kuasa hukumnya masing masing. Dimana Siti Sapura SH mendampingi RR dan Ida I Dewa Ayu Dwiyanti SH mendampingi IMS. Pertemuan yang berlangsung di lantai 2 berjalan alot hingga 3 jam lamanya. 


Isak tangis pun terdengar setelah kedua belah pihak sepakat berdamai dan langsung menyerahkan bayi tersebut. RR tampak menangis setelah menggendong bayi yang selama ini dirindukannya. 


Beda dengan IMS, perempuan yang sebelumnya tidak diikutkan dalam pertemuan. Ia terkesan tidak terima. Sempat terjadi kericuhan, setelah IMS menjerit histeris seakan tidak terima bayi yang selama ini dirawatnya beralih ke ibu kandungnya. 


Ia sempat berteriak bahwa RR seorang penipu yang tidak komitmen dengan janji-janjinya. Namun jeritan dan tangisan IMS akhirnya diredam petugas unit PPA Ditreskrimum Polda Bali. 


Usai penyerahan, kepada wartawan, Siti Sapurah mengatakan berterimakasih kepada Polda Bali yang telah cepat merespon kasus ini selama sebulan ini. Terlebih, pihak IMS juga telah iklas menyerahkan bayi tersebut kepada ibu kandungnya. "Untuk mengadopsi itu tidak mungkin karena beda agama dan sudah punya anak kandung (IMS). Adopsi itu harus dilakukan di Pengadilan," ujarnya. 


Cuma, kata Ipung, ada yang belum bisa dipenuhi pihak ibu kandung dalam hal pencabutan berkas laporan. Pihak ibu kandung bayi bersikeras akan melanjutkan kasus tersebut sebagai edukasi kepada masyarakat. Karena kalau ini kita biarkan maka ada bayi bayi lain lagi yang akan seperti ini nasibnya. 


"Jadi jangan sampai terulang kembali. Berikan edukasi ke masyarakat bahwa pengambilan anak dengan surat pernyataan tidak boleh. Biarkan penyidik Polisi bekerja dulu sesuai prosedur hukum. Nanti kalau kedepan ada perdamaian itu urusannya kedua belah pihak," ungkapnya. 


Soal tidak akan dicabutnya laporan berkas oleh ibu kandung bayi, ditanggapi kuasa hukum IMS yakni Ida I Dewa Ayu Dwiyanti. Ia mengatakan pihaknya akan berembuk dulu dengan pihak keluarga ibu kandung apakah akan dilanjutkan ataukah selesai sampai hari ini. 


"Untuk itu, kami dengan pihak penyidik dan keluarga ibu kandung masih berembuk bagaimana kelanjutan hasilnya hari ini apakah lanjut apa tidak. Kalau lanjut, kami akan mengikuti proses hukumnya," tegasnya. 


Keterangan terpisah, Kasubdit IV PPA Ditreskrimum Polda Bali AKBP Kompyang Srinadi mengatakan pihaknya sudah melaksanakan mediasi untuk pengembalian bayi kepada ibu kandungnya. 


"Tadi semua sudah lengkap mediasinya. Tapi tadi ibu kandung belum mau melaksanakan perdamaian dan akan berembuk dulu dengan keluarga besarnya. Nanti kami diberitahu seperti apa hasilnya. Proses masih berjalan," pungkasnya. 


Diberitakan sebelumnya, peristiwa memilukan menimpa seorang perempuan berinisial RR (22). Perempuan asal Serang Jawa Barat itu ditinggal pacarnya setelah mengetahui dirinya hamil. RR kemudian melahirkan bayinya di rumah seorang bidan di daerah Nusa Dua. 


Hanya saja, usai melahirkan bayinya diambil oleh IMS asal Nusa Dua karena IMS yang membayar seluruh biaya persalinan. Merasa ada unsur paksaan dalam pengambilan bayi itu, RR melaporkan kasusnya ke Ditreskrimum Polda Bali tanggal 7 Oktober dengan laporan Dumas /407/X/2020 Ditreskrimum Polda Bali terkait laporan Pasal 263 dan 364 KUHP tentang pemalsuan. (hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASAR- Fajarbali.com | Pelaku kasus pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban Ni Putu Widiastiti (25) meninggal dunia, PHAP alias Aldy (14) sudah dituntut 7 tahun dan 6 bululan atau 7,5 tahun penjara. 


DENPASAR -fajarbali.com |Mobil ambulans Puskesmas II Denpasar Timur yang mengangkut 3 pasien positif covid-19 mengalami tabrakan di perempatan Jalan Gatot Subroto-Noja, Denpasar timur, Jumat (22/1/2021) sekitar pukul 11.30 Wita. Mobil ambulans tersebut ditabrak oleh pengemudi mobil Suzuki X-Over DK 1700 BP yang meluncur dengan kecepatan tinggi. 

 


MENGWI -fajarbali.com |Dua anggota organisasi masyarakat (ormas) yang menjabat Koordinator Lapangan (Korlap) di wilayah Tabanan, yakni I Kadek Doris Pranata (30) dan I Made Sudiasa alias Tapak (35) ditangkap anggota buser Polsek Mengwi. Keduanya terlibat aksi pengeroyokan terhadap Adi Siswanto di depan kamar kos di Banjar Gegaran Desa Baha Mengwi Badung, Kamis (21/1/2021) malam. 


SANUR -fajarbali.com |Berdasarkan hasil penyidikan Polisi, tersangka Laurens Parera (30) mengaku membawa pisau dan berniat menghabisi nyawa korban Andriana Simeonova (29), WNA asal Slovakia. Sehingga Polisi menjerat pria asal Sorong Papua Barat itu dengan pasal berlapis, salah satunya pasal terberat yakni pembunuhan berencana. 


SANUR -fajarbali.com |Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengungkapkan, motif tewasnya perempuan WNA asal Slovakia, Andriana Simeonova (29) akibat sakit hati. Mantan pacar korban, Laurens Parera (30) tidak terima diputus sehingga nekat membunuh saat korban berada di dapur rumah kontrakannya di Jalan Pengiasan III No. 88 Desa Sanur, Denpasar Selatan, Senin (18/1/2021) sore. 

 
DENPASAR -fajarbali.com |Tewasnya Dwi Farica Lestari (24) di lantai 2 kamar homestay di Jalan Tukad Batanghari, Panjer Denpasar Selatan, Sabtu (16/1/2021) malam, sedikitnya mulai terkuak. Korban diduga seorang PSK yang menjajakan dirinya melalui prostitusi online. Sementara berdasarkan hasil penyelidikan Polisi, pelaku pembunuh adalah orang ke 5 yang akan dilayani perempuan asal Subang Jawa Barat tersebut. 

DENPASAR - Fajarbali.com | Bocah berinisial PHAP alias Aldy (14) yang menjadi terdakwa dalam kasus pencurian dengan kekerasan hingga menyebabkan teller bank bernama Ni Putu Widiastiti (25) tewas secara mengenaskan dituntut 7 tahun 6 bulan penjara.


SANUR -fajarbali.com |Dari fakta yang terungkap di lapangan, Lauren Parera (30) diduga kuat sebagai pelaku yang menghabisi nyawa perempuan WNA asal Slovakia, Andriana Simeonova (29) di dapur rumah kontrakannya di Jalan Pengiasan III, NO 88, Sanur Kauh, Denpasar Selatan. Bahkan pelaku ini sudah menyiapkan pisau kecil dari rumahnya untuk menghabisi nyawa korban. 


DENPASAR -fajarbali.com |Setelah mendarat di Bandar Udara Ngurah Rai, jenasah pramugari Sriwijaya Air SJ-182 asal Denpasar, Mia Tresetyana Wadu (23) tiba di rumah duka di Jalan Tirta Gangga, Renon Denpasar, Rabu (20/1/2021) sekitar pukul 16.30 Wita. Kedatangan jenasah Mia disambut isak tangis keluarga. 

SANUR-Fajarbali.com | Tewasnya turis asal Slovakia, Andriana Sineonova (29) di rumah kontrakannya di Jalan Pengiasan III Nomor 88 Sanur Kauh, Denpasar Selatan (Densel), Rabu (20/1/2021) masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

SANUR-Fajarbali.com | Kasus menghilangkan nyawa orang lain beruntun terjadi di wilayah Sanur. Setelah kasus tewasnya seorang perempuan di homestay di Sanur, giliran turis perempuan asal Slovakia diduga tewas dibunuh di kamarnya dengan luka tusuk di bagian leher.

DENPASAR - Fajarbali.com | Kaburnya tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar bernama Juandri Okinda (27) saat hendak menjalani karatina di Hotel Ibis, Kuta setidaknya menjadi cambuk bagi Kejari Denpasar untuk lebih serius lagi dalam menjaga tahanan.