JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR - Fajarbali.com | Bocah berinisial MAH menjadi korban pencabulan yang dilakukan oknum pelatih beladiri pencak silat di Denpasar bernama Deni N (27). 

Untuk melancarkan aksinya, terdakwa yang saat ini sudah menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Denpasar tersebut juga mengancam korban yang masih duduk di bangku SD.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Oka Surya Atmaja dalam sidang menerangkan, aksi cabul dilakukan di kamar kos terdakwa di seputaran Jalan Maruti, Denpasar Barat.

"Aksi cabul juga dilakukan terdakwa beberapa kali di tempat berbeda," kata jaksa dalam sidang dengan majelis hakim yang diketuai Esthar Oktavi, Kamis (22/10/2020) di PN Denpasar.

Peristiwa pencabulan bermula saat korban mengikuti ekstra kurikuler dengan berlatih pencak silat kepada terdakwa sekitar bulan Mei 2020. Saat itu korban dilatih oleh terdakwa dan pelatih silat lainnya bernama Ilham Cahya Rosadi.

Usai berlatih di sebuah kebun belakang kamar kosnya, terdakwa menyuruh temannya mengambil rokok. Pada saat tinggal berdua, terdakwa lalu merebahkan tubuh korban ke tanah dan menurunkan celana korban.

Terdakwa kemudian memegang dan memainkan kemaluan korban. Usai melancarkan aksinya, terdakwa meminta maaf sembari memberi korban uang Rp 50 ribu.

Selain itu, terdakwa juga mengancam korban dengan kata-kata "Awas kalau kamu menghindar dari mas Deni, akan saya santet kamu. Kamu akan saya bikin gila, dan kalau kamu nanti mondok, bakal saya bikin nggak kerasan" ancam korban seusai dakwaan.

Aksi bejat terdakwa terus dilakukan sebanyak 6 kali. Terakhir terdakwa mencabuli korban pada tanggal 11 Juli 2020.

Terbongkarnya aksi terdakwa ketika korban menceritakan peristiwa yang dialaminya ke temannya hingga akhirnya kabar tersebut sampai di telinga teman terdakwa Ilham Cahya Rosadi.

Rosadi lantas mengadukan peristiwa tersebut ke ibu korban, yang selanjutnya melapor ke kantor polisi. Terdakwa kemudian ditangkap polisi pada tanggal 13 Juli 2020 di seputaran Denpasar.

Atas perbuatannya itu terdakwa pun terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Sebab JPU menjerat terdakwa dengan Pasal 82 ayat (2) UU Perlindungan Anak Jo Pasal 64 ayat (1) ke 1  pada dakwaan primair dan Pasal 81 UU yang sama pada dakwaan subsidair.(eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List


MANGUPURA -fajarbali.com |Kepolisian Resor Badung menyelenggarakan simulasi tata cara pemungutan dan penghitungan suara dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19 di Tempat Pemungutan Suara (TPS). 


DENPASAR -fajarbali.com |Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan melaksanakan tatap muka dengan sejumlah komponen masyarakat di Wantilan Desa Budaya Kertalanggu Denpasar Timur, Kamis (3/12/2020). Pertemuan sinergitas itu dilaksanakan dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan kondusif menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), 9 Desember mendatang. 


DENPASAR -fajarbali.com |Kasus pencurian yang terjadi di counter HP Nanda Cell di Jalan Nusa Indah 55B Denpasar yang viral di medis sosial (medsos) Facebook diungkap Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali. Pelakunya merupakan spesialis maling handphone lintas daerah bernama ABS Rahem (27). 


LEMBANG -fajarbali.com |Webinar Sekolah Serdik Sespimma Polri Angkatan 64 Tahun Ajaran 2020 berlangsung di Puspik Sespimma di Lembang Jawa Barat, Selasa (1/12/2020). 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Kasus perdagangan manusia terhadap anak di bawah umur merebak di Bali. Dua pelajar yang masih duduk dibangku sekolah SMA di Denpasar, berinisial Ni Komang TA (16) dan FB (16) dijadikan Pekerja Sek Komersial (PSK) di sebuah Hotel di Jalan Tukad Badung Panjer Renon, Denpasar Selatan.

 

 

Kedua ABG itu disekap di dalam kamar hotel dan tidak boleh keluar dari kamar. Keduanya akan dijual ke lelaki hidung belang disertai ancaman oleh pelaku berinisial AL. Dalam sebuah kesempatan, dua remaja itu berhasil melarikan diri dari kamar hotel dan melaporkan kepada orang tuanya. "Kedua korban pelajar. Mereka disekap di kamar hotel untuk dijual ke lelaki hidung belang," bisik sumber dilapangan, Kamis (3/12/2020). 


Setelah berhasil kabur dari hotel, salah seorang korban yakni Ni Komang TA  mengadu ke ayahnya bahwa mereka disekap. Tidak terima anaknya akan dijadikan PSK, sang ayah berinisial I Komang W (48) tinggal di Jalan Gunung Batukaru Denpasar Barat melaporkan kasusnya ke Polresta Denpasar, beberapa hari lalu. 


Menerima informasi tersebut, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Denpasar bergerak menuju lokasi hotel yang dimaksudnya. Versi dilapangan menyebutkan, diduga kuat pelaku AL sudah diamankan dan Polisi masih melakukan pengembangan. Pengelola hotel diduga kuat ikut berperan dalam perdagangan anak dibawah umur tersebut dan Polisi masih menyelidikinya. 

 

Sementara Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya  belum memberikan komentar resmi saat dikonfirmasi, Kamis (3/12/2020) siang. "Mohon waktu," ujar perwira yang pernah menjabat Kapolsek Kuta Utara ini. 


Sumber mengungkapkan, kedua korban Ni Komang AT tinggal di Jalan Batukaru Denpasar dan FB tinggal di Nusa Kambangan Denpasar, berkenalan dengan pelaku AL melalui media sosial (medsos). Pelaku AL merayu kedua korban dengan iming-iming bekerja di Hotel dengan gaji yang menggiurkan. 


Tertarik dengan tawaran tersebut kedua korban bersedia bekerja. Persisnya Selasa 6 Oktober 2020 atau tepatnya sekitar pukul 20.00 Wita, kedua pelajar tersebut dibawa ke Hotel diseputaran Jalan Tukad Badung Panjer Renon. 


Setibanya di Hotel, kedua korban ditempatkan di salah satu kamar hotel dan dijanjikan akan memulai pekerjaan. Kedua korban kaget ternyata mereka akan dijual ke lelaki hidung belang. 


Mirisnya, pelaku AL tidak memperbolehkan kedua korban tidak boleh keluar kamar hotel disertai ancaman. Akibatnya kedua korban tidak berdaya. Hampir sebulan mereka berada disekap di dalam kamar hotel. Namun kedua remaja itu berhasil melarikan diri dari kamar hotel dan melaporkan ke orang tuanya. (hen)

DENPASARFajarbali.com | Guna lebih meningkatkan sinergitas dan hubungan kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simajuntak mengunjungi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Rabu (2/12/2020).

DENPASAR - Fajarbali.com | Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar kembali menjatuhkan vonis tinggi kepada terdakwa kasus narkotika. Kali ini yang harus merasakan ketegasan majelis hakim yakni Holili (31).

DENPASAR - Fajarbali.com | Kejaksaan Negeri Denpasar memusnahkan 4 kilogram sabu dan narkotika jenis lain.

DENPASAR - Fajarbali.com |  Dua orang pengedar narkoba bernama Gede Deni Perteka Putra (29) dan I Ketut Astawa (29) divonis pidana penjara selama 12 tahun dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (1/12/2020).


DENPASAR -fajarbali.com |Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tinggal menghitung hari, yang jatuh tanggal 9 Desember 2020 mendatang. Segala persiapan terkait pelaksanaan Pilkada sudah dirancang jajaran kepolisian bekerja sama dengan Tim Yustisi Covid-19, guna meminimalisir penyebaran wabah pandemi covid-19 di masyarakat. 


DENPASAR -fajarbali.com |Polda Bali dan jajaran Polresta-Polres se Bali menggelar "Operasi Aman Nusa II 2020" dalam rangka mencegah dan menangkal tindak kriminalitas, premanisme serta aksi trek-trekkan yang saat ini masuk kategori meresahkan. Operasi yang dilaksanakan serentak di Bali ini sekaligus untuk mencegah tingginya penyebaran wabah pandemi covid-19. 


DENPASAR -fajarbali.com |Tim Resmob Polresta Denpasar membekuk dua maling motor, Agus Sugianto (33) dan Wahyu Cadra Aditya (21), keduanya asal Banyuwangi Jawa Timur. Keduanya melawan saat ditangkap dan terpaksa kedua kakinya dilumpuhkan timah panas.