JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR- Fajarbali.com |  Kelanjutan kasus dugaan mengingkari kesepakatan terhadap pemenang lelang penjualan tanah yang dilakukan Bank Perkreditan Rakyat Syari'ah FSB, selangkah lagi bakal masuk ke meja persidangan.

Suryantama Nasution selaku kuasa hukum korban, Senin (28/9/2020) di Denpasar mengatakan, gugatan yang dilayangkan sudah masuk pada proses mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. 

"Hari ini kami bertemu dengan pihak-pihak yang terkait kasus ini di Pengadilan Negeri Denpasar. Agendanya yakni mediasi," kata Suryantama Nasution yang ditemui usai mediasi.  

Dalam mediasi yang dihadiri korban bernama Syahdan juga menghadirkan pihak terkait seperti direksi BPR Syari'ah FSB, OJK serta pemilik tanah yang diwakili kuasa hukumnya.

"Tadi BPR Syari'ah FSB akhirnya mengakui telah ternadi transaksi, dan mengakui bahwa ada kesalahan dalam transaksi yang dilakukan oleh direktur utama sebelumnya," jelasnya.

Sementara Syahdan mengatakan, dirinya tidak menyangka jika akan menjadi korban. Padahal awalnya ia ingin membantu dengan membeli tanah lantaran sudah salih kenal dengan direktur utama BPR Syari'ah FSB sebelumnya.

Ia juga berharap apa yang telah menjadi haknya dapat segera direalisasikan tanpa ada lagi permasalahan.

"Kalau saya, gak usah panjang-panjang kasih saja apa yang menjadi hak saya karena saya sudah membayar," ucapnya.

Sebelumnya, BPR Syari'ah FSB diadukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas dugaan mengingkari kesepakatan terhadap pemenang lelang penjualan tanah di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung.

Akibatnya, pemenang lelang bernama Syahdan tidak bisa membangun lahan seluas 100 meter persegi (1 are) yang sudah menjadi haknya.

Kejadian bermula ketika korban ditawari sebidang tanah pada tahun 2006 oleh temannya bernama Saiduddin yang saat itu menjabat sebagai Direktur BPR Syari'ah FSB.

Korban berusaha bertanya kepada Saiduddin mengenai tanah tersebut. Berdasarkan sertifikat, tanah tersebut milik Ir. Erwin Mohammad Fauzi. Erwin merupakan mantan Direktur BPR Syari'ah FSB.

Selain itu, korban melihat informasi mengenai lelang tanah tersebut di sebuah koran cetak pada 10 Oktober 2006. Sehingga dalam benak korban saat itu, tanah yang ditawarkan oleh Saiduddin resmi dilelang oleh BPR Syari'ah FSB.

"Pada saat itu klien kami belum mengetahui dan kurang paham mengapa tanah tersebut dijual. Klien kami hanya berfikir mungkin karena ada masalah internal di BPR Syari'ah FSB," terang Nasution.

Singkat cerita, korban yang merasa tertarik kemudian mencoba melihat lokasi tanah. Saat itu situasi di sekitar lokasi masih sepi seperti kawasan hutan dan ada akses jalan kecil.

Korban kemudian mengatakan mau membeli tanah tersebut seharga Rp20 juta, dengan rincian sudah termasuk biaya lainnya. Lantaran dianggap menjadi penawar lelang paling tinggi, sehingga korban dinyatakan sebagai pemenang lelang tanah oleh BPR Syari'ah FSB.

Transaksi pembayaran dilakukan sebanyak 4 kali yakni pembayaran pertama Rp500 ribu sebagai uang muka pada 24 Januari 2007, pembayaran kedua pada 13 April 2007 sebesar Rp10 juta, dilanjutkan pembayaran ketiga Rp4,5 juta, dan pembayaran terakhir atau pelunasan Rp5 juta.

Menurut Nasution, alasan korban membayar secara bertahap lantaran ada kekhawatiran tanah yang dibeli tidak didapat dan uangnya hilang.

"Setelah pembayaran kedua, klien kami dijanjikan akan penandatanganan akta jual beli di notaris, namun hal itu tidak terjadi karena ada masalah internal di BPR tersebut," bebernya.

Sekian lama menunggu, korban tidak juga mendapat haknya. Lucunya, direksi BPR Syari'ah FSB saat ini mengatakan tidak tahu menahu persoalan tersebut. Padahal sudah jelas jika korban dinyatakan sebagai pemenang lelang oleh BPR Syari'ah FSB.

"Demi hukum, jelas apa yang dijual BPR Syari'ah FSB adalah barang haram. Kenapa haram, karena tidak bisa dialihhakkan," ucap Nasution.

Selaku kuasa hukum pihaknya meminta tegas kepada OJK untuk membekukan sementara operasional BPR Syari'ah FSB, serta meminta kerugian-kerugian yang harus dibayarkan oleh BPR Syari'ah FSB melalui Pengadilan Negeri Denpasar.(eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

 

CANGGU -fajarbali.com |Guna mencegah klaster baru Tim Yustisi Kabupaten Badung melakukan sidak masker di Pantai Batubolong Canggu Kuta Utara, Sabtu (24/10/2020) sekitar pukul 18.00 Wit. Sidak masker ini dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Operasi Polres Badung Kompol I Wayan Suana, SH. 

 

CANGGU -fajarbali.com |Tim Opsnal Polsek Kuta Utara berhasil menangkap Muhamad Amin Sanae (20), jambret spesialis turis asing. Pria yang tinggal di Jimbaran, Kuta Selatan ini, ditangkap saat melintas di Jalan Padang Linjong, Canggu, Kuta Utara, Badung, Jumat (23/10/2020). 

DENPASAR-Fajarbali.com | Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Maranatha Denpasar saat ini sedang dihujani sejumlah persoalan hukum yang harus dihadapi.

DENPASAR - Fajarbali.com | Penghuni rumah kos di Jalan Siwa Loka, Keluarahan Padangsambian, Denpasar Barat geger.

 

SANUR -fajarbali.com |Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris Sanur Kauh Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar pukul 07.00 Wita. 

 

MENGWI -fajarbali.com |Sebuah truk pengangkut minuman softdrink mengalami kecelakaan di Jalan Raya Kapal Mengwi tepatnya di simpang Muncan Mengwi Badung, Jumat (23/10/2020). Akibat kecelakaan out of control tersebut, puluhan krat botol minuman tumpah ruah di jalan dan hanya menyisahkan pecahan kaca. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Jajaran Satuan Lantas Polresta Denpasar melaksanakan sosialisasi Operasi Zebra Lempuyang 2020 yang berlangsung, pada Jumat (23/10/2020). 

 

MENGWI -fajarbali.com |Tim gabungan Yustisi wilayah Kabupaten Badung rutin melaksanakan razia masker agar masyarakat patuh melaksanakan protokol kesehatan (prokes) covid-19. Jika setiap hari banyak ditemukan pelanggaran, namun operasi masker yang berlangsung di Pasar Adat Penarungan nihil pelanggaran. 


DENPASAR -fajarbali.com |Satu Kompi Dalmas Polres Badung  yang lengkap dengan peralatannya  dilepas Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi, SIK menuju Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Kamis (22/10/2020). 


MENGWITANI -fajarbali.com |Razia perut lapar kembali dilaksanakan jajaran Polres Badung. Kalau sebelumnya di Pasar Beringkit kini di selengarakan di jalan Raya Mengwitani, tepatnya jalan masuk menuju terminal Mengwi, Badung, Kamis, (22/10/2020) pagi. 


DENPASAR -fajarbali.com |Menjelang cuti bersama yang jatuh pada akhir Oktober mendatang, jajaran Polda Bali akan memberikan pengamanan di sejumlah tempat wisata dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Hal itu diungkapkan Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose, Kamis (22/10/2020). 

DENPASAR - Fajarbali.com | Aksi demo tolak UU Cipta Kerja oleh mahasiswa dan serikat pekerja di depan Kantor DPRD Provinsi Bali dan depan Kampus Unud Sudirman beberapa waktu lalu berujung ricuh hingga akhirnya polisi menembakkan gas air mata.