JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR - Fajarbali.com. | Ciaran Francis Caulfield warga negara Irlandia yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penganiayaan, Kamis (10/9/2020) kembali dihadirkan di persidangan untuk diadili.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Putu Gde Novyartha itu sudah masuk pada agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Djaya Indrati Rindhayani. 

Dalam amar tuntutannya yang dibacakan di muka sidang, JPU menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP. 

"Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 10 bulan dipotong dengan masa penahanan rumah yang telah dijalani terdakwa," sebut jaksa dalam amar tuntutannya. 

Atas tuntutan itu, setelah berkonsultasi dengan kedua pengacaranya, terdakwa pun sepakat untuk mengajukan pembelaan atau pledoi.

"Kami memohon waktu untuk mengajukan pembelaan  secara tertulis yang mulia," kata pengacara terdakwa, Jupiter Gul Lalwani. 

Atas permintaan itu, majelis hakim membari waktu dua minggu kepada pengacara terdakwa dan terdakwa untuk menyusun nota pembelaan. 

Sementara itu, diwawancarai usai persidangan, Jupiter Gul Lalwani mengatakan bahwa terkait tuntutan penjara 10 bulan terhadap kliennya itu, dia menganggap jaksa masih menutup mata dan telinga terkait fakta persidangan.

Dimana menurut Jupiter, dalam fakta persidangan, kliennya itu tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penganiayaan seperti yang dilaporkan oleh korban Ni Widyastuti Pramesti.

"Yang salah satunya adalah dibuktikan dengan visum (terhadap korban) yang menurut kami dan menurut hukum tidak berlaku. Karena cacat. Dan itu juga diakui oleh dokter yang memeriksa," kata Jupiter.

Meski demikian, Jupiter menganggap bahwa itu memang menjadi tugas dari Jaksa melakukan penuntutan. Jupiter juga yakin bahwa nantinya Majelis Hakim tidak akan menutup mata dan telinganya terkait kasus ini. 

Terkait adanya tuntutan 10 bulan penjara tersebut, pihaknya selaku kuasa hukum terdakwa akan mengambil langkah berikutnya.

Dia selaku kuasa hukum akan membuat nota pembelaan di sidang berikutnya yang akan digelar dua pekan lagi. 

"Pointnya adalah yang telah ada di fakta persidangan. Satu masalah visum, kemudian kedua saksi yang ternyata tidak melihat secara langsung adanya penganiayaan itu. Dan yang cukup penting masalah menjadi barang bukti selongsong lipstik yang tidak ada barangnya," tegas Jupiter. 

Sementara itu, salah satu kuasa hukum terdakwa lainnya, Chandra Katharina Nutz, SH menerangkan bahwa tuntutan 10 bulan terhadap kliennya itu menunjukan adanya abuse of power yang menuntut perkara ini.

Maka di nota pembelaan yang akan dibacakan 2 pekan lagi, pihaknya selaku kuasa hukum akan melampirkan bukti chat korban dengan rekannya yang menunjukan kenapa adanya laporan  dugaan penganiyaan terhadap kliennya tersebut. 

"Nanti kami juga akan lampirkan bukti chat pelapor dengan temannya Kenapa ada terjadinya pelaporan ini," ujar Chandra Katharina Nutz.

Selain itu, terdakwa Ciaran Francis Caulfield melalui kuasa hukum juga sudah melaporkan Ni Widyastuti Pramesti, karyawan Vila Kubu, Seminyak, Kuta ke Polda Bali atas dugaan penggelapan dalam jabatan yang dilakukan oleh pelapor. 

Dimana Ciaran selaku owner villa Kubu Seminyak merasa dirugikan sebanyak lebih dari Rp.7 miliar. Penggelpana uangbitu diduga dilakukan oleh Ni Widyastuti Pramesti, karyawan Vila Kubu, Seminyak selama kurun waktu tahun 2019 lalu.

Sebelumnya, dalam dakwaan JPU,  dugaan tindak pidana yang dilakukan WNA Irlandia itu dilakukan Desember 2019 lalu di Villa Kubu Seminyak.

Kejadian itu bermula dari pengakuan Ni Made Widyastuti yang bekerja sebagai General Cahsier di PT VVIP Bali Villas, Villa Kubu Seminyak pada 23 Desember 2019 kepada terdakwa selaku pemilik dan pimpinan perusahaan. 

Dimana Ni Made Widyastuti mengaku telah mengambil dan mengunakan uang perusahaan  tanpa seizin dan sepengetahuan terdakwa sebesar Rp.350 juta.
 
Mendengar pengakuan itu, terdakwa langsung naik pitam. Dia kemudian mengeluarkan kata-kata kasar. Dari sana, terdakwa diduga melakukan penganiayaan sebanyak tiga kali yakni pada tanggal 26, 27,dan 28 Desember 2019.(eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

DENPASAR -Fajarbali.com |Pria warga negara Bangladesh bernama Anwar Hossain (33) yang menjadi terdakwa dalam kasus melanggar keimigrasian dijatuhi pidana berupa membayar denda Rp 5 juta.

DENPASAR- Fajarbali.com |  Kelanjutan kasus dugaan mengingkari kesepakatan terhadap pemenang lelang penjualan tanah yang dilakukan Bank Perkreditan Rakyat Syari'ah FSB, selangkah lagi bakal masuk ke meja persidangan.

 

KUTA UTARA -fajarbali.com |Potongan kaki manusia berupa potongan kaki bagian kiri hebohkan Pantai Perancak Desa Tibubeneng Kuta Utara, Badung, Senin (28/9/2020) sore. Penemunya seorang pecalang dalem perancak, Putu Sudianto. 

 

 

Menurut Kasubb


DENPASAR -fajarbali.com |Residivis maling kambuhan kembali dijebloskan ke penjara. Adalah I Gede Oko Surya Putra (28) diringkus Tim Resmob Polresta Denpasar setelah beraksi di rumah kos di Jalan Imam Bonjol Gang 100.No 6 Denpasar Barat, pada Senin (22/9/2020) pagi. 


DENPASAR -fajarbali.com |Hampir sebulan Pergub tentang pendisiplinan protokol kesehatan (prokes) terlaksana, Tim Yustisi masih banyak menemukan pelanggaran prokes di masyarakat. Perihal ini menjadi tantangan bagi Tim Yustisi untuk terus gencar melaksanakan operasi agar peneluran wabah pandemi covid-19 bisa diminimalisir. 


DENPASAR -fajarbali.com |Hanya karena mobilnya terhalang gerobak, seorang tukang sampah bernama Muhamad Maskur (26) dihajar hingga babak belur oleh seorang oknum ormas berinisial TG.

 
DENPASAR -fajarbali.com |Kurangnya kesadaran masyarakat dalam mendisplinkan tertib lalulintas, kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Kesadaran itu harus dipupuk sejak dini, agar mampu mengimplementasikan sistem nilai etika dan budaya santun berlalulintas, sekaligus bisa menekan tingginya angka kecelakaan. 

DENPASAR -Fajarbali.com | Ciaran Francis Caulfield, bule Irlandia yang diduga melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap karyawannya, pada sidang, Kamis (24/9/2020) mengajukan pembelaan setelah dituntut 10 bulan penjara.


KUTA UTARA -fajarbali.com |Polsek Kuta Utara mengungkap fakta terbaru dari aksi perampokan emas yang berlangsung di Toko Padnya Bali Gold and Silver di Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara Badung, Jumat (25/9/2020) sekira pukul 11.56 wita. 


KUTA UTARA -fajarbali.com |Diakhir masa jabatannya, Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara AKP Androyuan Elim yang akan menjabat Kasat Reskrim Polres Bangli berhasil membekuk komplotan perampok toko emas yang beraksi di Toko Padnya Bali Gold and Silver di Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara Badung, Jumat (25/9/2020) sekira pukul 11.56 wita. 


DENPASAR -fajarbali.com |Tidak terima istrinya diisolasi karena terpapar covid-19, seorang bule asal Swiss mengamuk di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bali Mandara, Sanur, pada Kamis (23/9/2020) sekitar pukul 22.35 Wita. Akibat kejadian itu, seorang dokter berinisial DY dan seorang perawat berinisial YUS mendapat perlakuan kasar dari bule tersebut. 


DENPASAR -fajarbali.com |Acara Deklarasi Damai Pilkada 2020 Kesepakatan Bersama Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Denpasar berlangsung di Mapolresta Denpasar, Jumat (25/9/2020). Deklarasi damai ini dilaksanakan dalam rangka memasuki tahap pelaksanaan masa kampanye yang digelar selama 71 hari, dimulai dari tanggal 26 September hingga 5 Desember 2020.