JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Pandemi Covid-19 di Indonesia yang kian berkembang memiliki dampak multisektor. Meskipun demikian, sektor pertanian tidak boleh berhenti guna memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduk Indonesia.

Praktisi pertanian Wayan Supadno mengingatkan, di tengah upaya bersama mengatasi pandemi Covid-19 ini jangan sampai terjadi kecolongan masalah pangan. Sebab jika pangan bermasalah, selanjutnya akan muncul masalah sosial ekonomi.

 

"Pertanian merupakan garda depan dalam upaya pencegahan Covid-19 karena pangan adalah penyangga kesehatan kita. Jika kebutuhan pangan terpenuhi, imunitas tubuh masyarakat akan terjaga sehingga kita akan mampu melawan Covid-19. Dengan kata lain, pangan adalah agen yang melawan Covid-19 paling efektif," ujarnya.

 

Supadno menambahkan, bahwa saat ini Kementan sedang berjuang untuk memenuhi ketersediaan 11 komoditas pangan. Ini menjadi peluang bisnis bagi petani milenial. "Dalam hal ketersediaan pangan ini ada peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan oleh petani milenial, mulai dari on farm hingga distribusi dengan sistem daring," katanya.

 

Lanjut Supadno, saat ini pemerintah telah bekerja sama dengan marketplace, seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Lazada, dan toko online lainnya yang dibuat langsung oleh petani milenial. "Ini momen yang sangat baik untuk menumbuhkan petani milenial berbasis IT melalui pengembangan startup di bidang pertanian," imbuhnya.

 

Selain itu, pihaknya menyampaikan bahwa usaha di tengah pandemi Covid-19 ini memang mempunyai tantangan tersendiri. Walau demikian, penting bagi pelaku bisnis pangan, termasuk startup untuk mulai memberi perubahan pada konsep pertanian termasuk didalamnya mengatur kemasan pangan (packaging) yang lebih menarik pasar.

 

"Di tengah pandemi, packaging menjadi satu faktor yang merepresentasikan keamanan pangan (tidak terkontaminasi virus), sehingga saya melihat pelaku bisnis perlu menciptakan konsep packaging yang aman dan bisa jadi peluang yang akan besar di masa mendatang. Contohnya, dengan menyediakan tisu basah di setiap produk pangannya untuk mempermudah konsumen membersihkan produk yang baru dibelinya. Selain itu, juga perlu memetakan apa saja ekspektasi pangan yang masyarakat butuhkan selama masa pandemi ini," tutur Supadno.

 

Supadno menegaskan, Covid-19 menjadi ancaman sekaligus peluang. Covid-19 memang menyeramkan, tetapi daya ledak tularnya dapat diatasi dengan pangan yang kuat. Oleh karena itu, pandemi ini menyadarkan kaum milenial bahwa pertanian adalah tambang emas tanpa batas. (dar).