JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Mewabahnya virus corona (covid-19), berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat. Salah satunya pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Denpasar Tahun 2020  sebagai bagian dari Pilkada serentak melibatkan 270 kabupaten/kota se-Indonesia. Pilwali diundur menjadi Rabu 9 Desember 2020 yang tadinya 23 September 2020.

Dimundurkannya pelaksanaan Pilwali dijelaskan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar, Wayan Arsa Jaya saat rapat virtual dengan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfos) Kota Denpasar, I Dewa Made Agung, SE., M.Si., dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, S.Sos., M.Si., Senin (6/7/2020). Hadir pula divisi Hukum KPU Kota Denpasar Sibro Mulissyi dan  anggota Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Dewa Ayu Sekar.

Arsa Jaya menyampaikan, pelaksanaan Pilwali 2020 harus dilakukan karena pimpinan daerah definitif diperlukan untuk kesinambungan pelaksanaan program pembangunan, apalagi di tengah krisis yang terjadi. “Kalau ditunda lagi berpotensi terjadi pelaksana tugas atau pejabat yang tentunya sulit melaksanakan keputusan strategis dan penting, khususnya bagi penanggulangan wabah covid 19,”  jelasnya.

Pelaksanaan Pilwali menjadi 9 Desember 2020 sesuai Perppu nomor 2 Tahun 2020 dan Peraturan KPU nomor 5 Tahun 2020 tentang tahapan, program dan jadwal pilkada serentak 2020, sehingga menjadi dasar hukum yang kuat untuk pelaksanaannya. “Setiap tahapan Pilwali 9 Desember 2020 itu tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai motto : kesehatan dan keselamatan yang utama,” jelas pria asal Yangbatu Denpasar ini, sembari menyebut  salah satunya dengan memaksimalkan media online/sosial dalam sosialisasi dan mengurangi model-model sosialisasi yang menimbulkan keramaian dan kerumunan.

Untuk itu pihaknya berharap dapat menjalin kerjasama dan sinergi dengan Dinas Kominfos dan Bagian Humas & Protokol Pemerintah Kota Denpasar untuk menyukseskan ‘karya agung’ ini.

Kadis Kominfos Kota Denpasar I Dewa Made Agung didampingi Kabid Komunikasi dan Informasi Publlik Gde Wirakusuma, menyambut baik sinergi tersebut. “Sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri saat rapat virtual 18 Juni lalu bahwa jajaran Kominfos se-Indonesia diharapkan mendukung sosialisasi dan publikasi Pilkada serentak. Kami siap bersinergi dan mendukung penuh pelaksanaan Pilwali 2020 yang dilaksanakan KPU Kota Denpasar, khususnya di bidang sosialisasi dan publikasi. Termasuk berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah hingga ke desa/lurah untuk mengoptimalkan sosialisasi dan publikasi tersebut. Pihaknya juga siap membantu penggunaan media online dalam tahapan pelaksanaan Pilwali tersebut,” terangnya.

Dukungan untuk bersinergi juga disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar I Dewa Gede Rai S.Sos., M.Si. “Humas Pemkot Denpasar siap mendukung dan memaksimalkan semua potensi media yang ada, agar karya agung Pilwali 2020 bisa terlaksana dengan baik. Mulai dari media massa cetak dan elektronik hingga ke media online dan media sosial yang dimiliki Bagian Humas dan Protokol Kota Denpasar akan dimaksimalkan,” jelas birokrat asal Klungkung ini seraya berharap dengan sosialisasi yang massif dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan Pilwali tersebut.  

Menindaklanjuti koordinasi virtual tersebut Ketua KPU Kota Denpasar akan menyusun perjanjian kerjasama antara KPU Kota Denpasar dengan Dinas Kominfos dan Bagian Humas Protokol Pemerintah Kota Denpasar. “Perjanjian kerjasama ini diharapkan menjadi landasan hukum bagi pelaksanana sinergi yang selama ini sudah berjalan dengan baik,” jelasnya. (Car)