JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Dalam menghadapi pandemic Global Covid-19 PT BPR Karya Artha Sejahtera Indonesia (BPR KAS) bincang-bincang bersama rekan-rekan media dan dihadiri juga oleh pengamat perbankan Viraguna Bagus Oka,  Selasa (19/5/2020) Denpasar. Pada kesempatan tersebut Dirut BPR KAS Indonesia, Rio Christian menegaskan, BPR KAS tetap fokus menggarap pasar UMKM dalam menyalurkan kredit, dengan menyasar kredit produktif ke UMKM dengan besaran maksimal Rp 25 juta.

 

 

Ia melanjutkan, dalam hasil diskusi ini memaparkan  bahwa menyelematkan ekonomi Bali adalah tanggung jawab kita bersama. “Berdamai” dengan Covid-19 adalah langkah awal memutar roda ekonomi. "Apa yang dimaksud dengan “berdamai”? Yaitu kita kembali melakukan kegiatan usaha dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19. Kreatifitaslah kunci kita dapat menggerakkan bisnis di era pandemi," ucapnya.

 

Dalam kegiatan yang digelar dalam rangkaian ulang tahun ke-4 BPR KAS Indonesia ini, Rio juga menyampaikan munculnya bisnis-bisnis melalui sosial media merupakan suatu bentuk kreatifitas masyarakat saat ini dan itu merupakan peluang dalam menggerakan roda perekonomian ditengah pendemi Covid-19.

 

Dikatakannya, BPR KAS tetap fokus menggarap pasar UMKM dalam menyalurkan kredit. "Disaat pendemi seperti ini kami menyasar kredit produktif ke UMKM dengan besaran maksimal Rp 25 juta," ucapnya.

 

Viraguna Bagoes Oka juga mengatakan bahwa kredit produktif saat ini bisa digarap. Sedangkan kredit konsumtif yang tidak mudah digarap saat ini, meski dilakukan relaksasi terhadap kredit konsumtifpun dinilainya juga akan akan menjadi masalah. "Kecuali untuk debitur yang memperoleh gaji tetap mungkin tidak ada masalah," ucapnya.

 

Di Bali Viraguna memprediksi kredit konsumtif cukup besar dibanding kredit produktif. Dalam kesempatan ini juga Viraguna mendiskusikan tentang tantangan BPR ditengah situasi pandemi Covid-19. 

 

Ia menilai BPR memiliki positif point, kalau BPR bisa solid dan memiliki nasabah yang yakin terhadap bank. Ini bagus untuk menjaga likuiditas BPR ditengah situasi seperti ini. (kdp).