JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Memasuki hari kelima penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) di Kota Denpasar, terpantau aktivitas di pasar tradisional cukup ramai, salah satunya adalah pasar Kreneng yang berlokasi di Jalan Kamboja, Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara. Kepadatan pengunjung pasar terlihat sejak pagi hari dan mulai lengang ketika siang hari. Terkait dengan pasokan barang, hingga hari kelima penerapan PKM ini, tidak ada kendala dan masih lancar seperti biasanya.

 

Kepala Pasar Kreneng, Ni Made Tantri mengaku, memasuki hari kelima penerapan PKM di Kota Denpasar ini, aktivitas pasar terpantau masih normal. Kegiatan jual beli masih cukup ramai dikarenakan beberapa hari lagi Idul Fitri. Sementara itu, terkait pasokan, pihaknya belum menemukan adanya kendala.

“Untuk saat ini masih terpantau lancar seperti biasa, belum ada dampak dan masih aman. Hanya saja para pengunjung pasar masih cukup ramai, dikarenakan sebentar lagi hari raya Idul Fitri, jadi beberapa dari mereka berbelanja untuk persiapan hari raya tersebut,” ungkapnya, Selasa (19/5/2020).

Made Tantri juga mengatakan, saat penerapan PKM, pihaknya juga lebih mengetatkan aktivitas di pasar. Selain menerapkan protokol kesehatan, serta melarang pedagang asongan memasuki area pasar, mengatur jarak antarpedagang juga dilakukan. Hal ini tentu untuk mengantisipasi penularan virus Covid-19.

"Kami juga mengimbau pengunjung untuk datang ke pasar 2-3 hari sekali agar kerumunan bisa ditekan. Walau kadang aktivitas terpantau ramai, kami selalu ingatkan pengunjung untuk lakukan jaga jarak dan menggunakan masker. Selain itu, pedagang juga diwajibkan untuk melengkapi dirinya dengan APD baik itu masker maupun pelindung wajah (face shield). Di samping itu, terdapat juga petugas yang melakukan pengecekan suhu badan kepada pengunjung pasar," jelas Made Tantri.

Sementara itu, salah seorang pedagang di area pasar Kreneng, Putri mengaku, pasokan barang masih aman dan lancar. Untuk masalah harga kebutuhan pokok pun sebagian besar masih terbilang normal. Hanya saja ada beberapa kebutuhan pokok yang naik menjelang hari raya Idul Fitri seperti cabai, bawang merah, dan bumbu dapur lainnya.

"Mungkin karena menjelang hari raya Idul Fitri jadi beberapa bumbu dapur seperti cabai dan bawang merah mengalami kenaikan. Namun kenaikan tersebut masih wajar dan tidak terlalu mahal. Kenaikan harga hanya sekitar 2500-4000 Rupiah," ungkapnya sembari melayani pembeli. 

Senada dengan Putri, Penjual lainnya yakni Kadek Ayu juga mengungkapkan hal yang sama. Pihaknya tidak mengalami kendala terkait penerapan PKM di Denpasar. Semua pasokan barang berupa kebutuhan pokok sehari-hari masih berjalan seperti biasanya. 

"Sementara ini tidak ada kendala yang saya rasakan, semua masih berjalan lancar dan normal, baik itu pasokan barang maupun kedatangan pengunjung ke pasar Kreneng. Walau sedang berlangsung penerapan PKM, pembeli yang datang masih cukup ramai khususnya pembeli yang memang berasal dari Denpasar. Biasanya ramai saat pagi dan mulai sepi kalau sudah siang jelang tutup," jelasnya.

Disinggung soal pembatasan pengunjung ke pasar Kreneng, Kadek Ayu mengapresiasi langkah pihak pasar Kreneng terkait pembatasan pengunjung tersebut guna mencegah kerumunan dan penyebaran virus Corona. Ia mengaku, hal tersebut tidak mengurangi pendapatannya karena sudah memiliki pelanggan. (dar).