JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Tim monitoring dari Dinas Koperasi usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) Kota Denpasar bersama Kantor Perbendaharaan Provinsi Bali melakukan monitoring dan eveluasi (monev) terhadap dua Usaha Kecil Menengah (UKM) CV Sudana Bersaudara, Jl. Nagasari, Br. Poh Manis, Desa Pentih Dangin Puri dan Warung Glory, Jl. Ratna  No. 2 Denpasar, Senin (13/5).

Monitoring dan evaluasi UKM penerima KUR tersebut dipimpin Wakil Ketua Monev KUR, yang juga Kepala Dinas Koperasi-UMKM Kota Denpasar,  Made Erwin Suryadarma Sena, SE, M.Si., didampingi Kabid UKM, Ngakan Widnyana dan Sidik dari Kantor  Perwakilan Pembedaharaan Provinsi Bali.

Erwin Suryadarma mengatakan, pihaknya ingin melihat secara langsung sejauh mana KUR yang disalurkan pihak bank dimanfaatkan dengan baik oleh UKM. Dua UKM penerima kredit dari perbankan masing-masing menerima KUR Rp 500 juta dilihat langsung apakah sudah dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan usahannya. KUR yang diterima oleh dua UKM teresebut sudah sesuai harapan sehingga usaha yang dijalankan berjalan dengan baik. ”Kami harapkan perbankan terus member bantuan kepada UKM yang ada di Kota Denpasar. Karena permasalahan yang ada UKM kita adalah akses permodalan,’’ ujar Erwin Suryadarma.

Erwin pun berharap, pemberian dana KUR dengan bunga murah maka UKM-UKM yang ada di Denpasar akan terus bergerak meningkatkan usahannya. Dulunya UKM yang ada masih mikro dan sekarang dengan adanya bantuan dana, pelatihan termasuk pemasaran akan naik kelas menjadi usaha kecil menengah. ”Ke depan kami harapkan UKM-UKM yang ada di Kota Denpasar tumbuh dan berkembang. Mengingat wirausaha-wirausaha yang ada di Denpasar minimal tumbuh di atas 2 persen. Bahkan sekarang sudah tumbuh lebih dari 2 persen,’’ ungkap Erwin.

Diakui, plafon KUR di Kota Denpasar tahun 2019 untuk usaha mikro kecil sebesar Rp 846,448 miliar dan sudah dikucurkan hingga Maret https://viagrageneriquefr24.com 2019 lalu Rp 498,827 miliar dengan jumlah penerima 35.169 rekening. Sektor yang paling besar memanfaatkan KUR adalah perdagangan besar dan eceran Rp 296,758 miliar. Disusul masyarakat, sosial budaya dan hiburan Rp 98, 5 miliar dan industri pengolahan Rp 53,338 miliar.

Disinggung yang belum memanfaatkan KUR, Erwin Suryadarma menyatakan, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di kapal pesiar maupun di luar negeri masih kosong alias nol memanfaatkan pinjaman KUR. Karena TKI sangat potensial disasar peminjaman KUR. ”Kami belum mensosialisasikan kepada masyarakat dan kami akan mengundang Perusahaan Penggerak Tenaga Kerja (PPTK) untuk menosialisikan bahwa di KUR adan program untuk pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. ”Kami harapkan perusahaan-perusahaan yang mengirim tenaga kerja ke luar negeri bisa memanfaatkan KUR. Polanya bagaimana kita akan bicarakan dengan mengundang perusahaan penyalur TKI  ke luar negeri,’’ harap mantan Kadisosnaker Kota Denpasar ini.

Pemilik CV Sudana Bersaudara, Febryan Paramitha mengaku mendapat pinjaman dana KUR Rp 500 juta untuk usaha jasa pemasangan dan perbaikan AC di hotel berbintang lima maupun perkantoran. ’’Dana KUR yang diperoleh dari My Bank untuk di bidang jasa untuk biaya operasional maupun pembelian peralatan,’’ aku Febryan.

Febryan mengaku senang mendapat pinjaman modal cukup besar sehingga bisa mengembangkan usahanya lebih maju dan mampu bersaing dengan usaha-usaha lainnya. ”Sejak mendapat dana KUR, saya sudah dapat empat kontrak kerja dengan Hotel Padma, Bali Collection, Jeco dan Bali Soo. ”Saya merasa terbantu adanya bantuan dana KUR dalam mengembangkan usaha. Karena tagihan di hotel maupun perusahaan swasta ada prosesnya dan paling lambat dibayar dua sampai tiga bulan sekali,’’ terangnya.

Hal senada juga diungkapkan pemilik warung Glory, Ni Luh Rinjani asal Buleleng. Menurutnya, sejak mendapat pinjaman KUR di Bank BPD Capem Kamboja sudah mampu membuka tiga warung makan. ”Saya awalnya tidak percaya akan bisa mendapat pinjaman KUR Rp 500 juta untuk mengembangkan usaha warung makannya,’’ terang Luh Rinjani. (car)