JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Kisruh Sky Garden bergulir ke ranah hukum. Salah seorang pemegang saham PT. Corporasae yang membawahi Sky Garden, Yuliana, melaporkan kasus ini ke Polresta Denpasar dengan tuduhan penipuan dalam laporan bentuk pengaduan masyarakat, pada Selasa (19/3/2019).

Yang dilaporkan adalah terlapor selaku pemegang manajemen baru, yakni Thomas Bodo Deutsch, Duda Titian Wilaras alias Kris dan Drs. I Gusti Agung Ngurah Agung, SH., MH. 

Selain tiga terlapor tadi, seorang Notaris bernama Ni Ketut Ardani, SH., Mk.n juga dipolisikan dengan tuduhan penyalahgunaan jabatan notaris dan pemalsuan akte otentik. 

Pelaporan ke Polresta Denpasar ini dibenarkan pemegang saham PT. Corporasae Muhamad Rifans saat dikonfirmasi Rabu (20/3) kemarin. Pengacara kondang ini mengatakan, ada beberapa orang yang dilaporkan dalam kasus penipuan dan penyalahgunaan jabatan notaris dan pemalsuan akte otentik. “Terlapor sudah dilaporkan ke Polresta Denpasar dalam bentuk laporan Dumas (Pengaduan Masyarakat, red),” tegas Muhamad Rifan, Rabu (20/3). 

Menurut Rifan, dirinya dan Yuliana selaku pemegang saham mayoritas di Sky Garden sebesar 66 persen dan Wilkin selaku pemegang saham perorangan 34 persen. Karena Wilkim kerap bermasalah di Polda Bali dan sebagainya, pihaknya sepakat menjual saham Wilkin 34 persen dan mencari investor.  

Singkat cerita, didapatlah investor bernama Kris pemilik BPR Legian yang dibawa oleh Thomas Bodo. “Akhirnya disepakati saham kami 66 persen dihargai Rp40 miliar, sedangkan saham yang 34 persen dihargai Rp35 miliar,” ujarnya. 

Pihaknya kemudian menandatangi jual beli saham di Notaris Ardani dengan kesepakatan tidak ada balik nama kepemilikan, sebelum Kris membayar lunas secara keseluruhan. “Kami cuma berikan dokumen fotocopyan. Sedangkan yang asli masih kami pegang sampai menunggu pelunasan," terang Rifan. 

Kris kemudian memberikan DP sebesar Rp5 miliar dan tiga unit kapal speed boad yang total harganya Rp18 miliar. Namun setelah dicek, tiga kapal boat itu bodong alias tanpa surat surat, banyak yang rusak dan tidak setara nilainya Rp 18 miliar. 

Nah, sejak per 16 Januari 2019 lalu, manajeman Sky Garden resmi berpindah tangan kepada Kris. Rifan mengaku, awalnya Kris akan mengecek dan melihat-lihat kondisi Sky Garden selama sepekan. Namun sudah dua bulan berjalan, Kris sudah melewati batas kewenangannya dan tidak ada pelunasan samasekali. “Sampai sekarang kewajibannya belum dilunasi, termasuk dengan yang punya saham 34 persen itu," tuturnya.

Sehingga Rifan melayangkan surat pembatalan jual beli tersebut dan siap mengembalikan uangnya tanda jadi sebesar Rp5 miliar itu. "Uang Rp5 miliar masih ada dibrankas dan belum saya sentuh. Sedangkan kapal belum kami pakai karena semuanya rusak," ujarnya. 

Mirisnya, Notaris mendadak memproses balik nama Sky Garden dengan nama Kris. Rifan pun mempertanyakan kenapa Notaris bisa membalik nama, sedangkan dokumen asli harus ada pelunasan. 

“Notaris Ardani diduga menyalahgunakan jabatan notaris dan pemalsuan akte otentik, sehingga terjadi balik nama kepemilikan Sky Garden itu. Padahal kami sudah beritahu belum lunas dan dokumen asli masih kami pegang, Notaris Ardani sudah tau itu. Jadi, kami siap  membatalkan jual beli dan mengembalikan DP Rp 5 miliar," tegasnya. (hen)