JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Terdakwa I Wayan Siki, juru pakir (jukir) yang membunuh jukir Ketut Pasek Mas terhindar dari hukuman maksimal, hukuman mati.

Dalam sidang, Selasa (12/3/2019), terdakwa Siki oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Oka Surya Atmaja diganjar hukuman 20 tahun penjara. Padahal jaksa Kejari Denpasar itu dalam surat tuntutannya yang dibacakan di muka sidang menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tidak pidana pembunuhan berencana yang ancaman hukuman maksimalnya hukuman mati.

Tuntutan ini bisa dikatakan ringan, apalagi dalam perkara ini terdakwa Siki sama sekali tidak pernah menyesali perbuatannya. Bahkan ia tidak berdamai dengan pihak korban. Meski demikian, terdakwa menyesali perbuatannya hingga membuat keluarganya menjadi susah.

“Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, dan memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa I Wayan Siki dengan pidana penjara selama 20 tahun,” sebut jaksa dalam surat tuntutannya. Perbuatan terdakwa ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 KUHP.

Atas tuntutan itu, terdakwa melalui kausa hukumnya menyatakan akan mengajukan pembelaan pada sidang pelan depan. ”Kami mohon waktu satu minggu untuk mengajukan pembelaan secara tertulis yang mulia,”ujar tim kuasa hukum terdakwa dihadpaan majelis hakim PN Denpasar pimpinan IGN Putra Atmaja.

Seperti diberitakan sebelumnya, Terdakwa Siki membunuh korban 28 September 2018 sekira pukul 15.00 Wita di Jalan Kapten Regug atau tepatnya di halaman parkir kantor jasa pengiriman barang, Tiki, Denpasar. Terdakwa marah karena menganggap korban akan mengambil alih lahan parkir dan tidak mengindahkan nasehatnya. Pria yang tidak bisa membaca ini pun merencanakan membunuh korban.

Pembunuhan terjadi setelah terdakwa pulang ke kostnya di Jalan Gunung Kalimutu untuk mengambil sebuah pisau sangkur yang sebelumnya dibeli di pasar loak. Nah, dengan pisau sangkur itu, ia kembali ke halaman parkir Tiki Denpasar menunggu korban. Setelah bertemu, terdakwa langsung menusuk secara membabi buta hingga mengenai perut, dada pinggang dan korban tewas dengan usus terburai. (eli)