JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) kembali menggelar penilaian serangkaian Lomba Pasar yang menyasar 22 pasar desa di Kota Denpasar.

Lomba ini sebagai tindak lanjut atas pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang secara rutin dilaksankan TIM Monev Pasar Kota Denpasar.

Penilaian dipimpin Kepala DPMD Kota Denpasar, IB Alit Wiradana, pada hari pertama Senin (11/2/2019) menyasar tiga pasar desa yakni Pasar Desa Peguyangan, Pasar Desa Ubung, dan Pasar Jaba Jro Kuta. Penilaian pasar desa ini dilaksanakan hingga Rabu (20/3) mendatang, yang akan  menyasar  22 pasar yang mendapat penilaian meliputi Pasar Kategori I yakni Pasar Desa Tegal Harum, Pasar Desa Padangsambian, Pasar Tamba Penatih, Pasar Kertawaringin Sari, Pasar Desa Penatih, Pasar Sudha Merta, Pasar Batan Kendal, Pasar Intaran.

Kategori II yakni Pasar Desa Peguyangan, Pasar Desa Ubung, Pasar Jaba Jro Kuta, Pasar Desa Sangging Sari, Pasar Yadnya Kesiman, Pasar Desa Renon, Pasar Sari Merta, Pasar Gunung Sari, Pasar Phula Kerti, Pasar Sari, Pasar Desa Pedungan, Pasar Desa Windu Boga, Pasar Desa Kerta Boga, dan Pasar Desa Serangan.

Kepala DPMD Kota Denpasar, IB Alit Wiradana disela kegiatan mengatakan, lomba pasar desa ini merupakan serangkaian pelaksanaan Monev yang secara rutin dilaksanakan Tim Monev Pasar Desa Pemkot Denpasar.  Penilaian ini tidak hanya untuk mencari pasar terbaik, melainkan sebagai wahana evaluasi untuk menginventarisasi permasalahan yang ada di pasar desa.

“Tentunya pasar desa secara berkelanjutan harus mendapatkan evaluasi sehingga segala tantangan yang ada dapat diciptakan solusi menuju pasar desa yang mampu bersaing serta menciptakan tata kelola pasar yang profesional,” jelasnya.

Aliot Wiradana menegaskan, Keberadaan pasar desa sebagai salah satu sektor penting ekonomi kerakyatan harus dijaga eksistensinya. Dengan demikian, dari pelaksanaan penilaian ini pasar desa dapat terus berinovasi dan menciptakan pasar yang bersih, sehat, nyaman dan terpercaya. “Dengan mampi bersaingnya pasar desa, tentunya sektor ekonomi kerakyatan akan terus tumbuh,” tandas Alit Wiradana.

Lomba pasar desa ini terbagi atas dua kategori yakni Kategori I dikhususkan bagi pasar desa yang telah direvitalisasi, sedangkan kategori II dikhususkan bagi pasar desa yang belum direvitalisasi yang nantinya akan dicari pasar terbaik I, II dan III di maisng-masing kategori. “Penilaian ini nantinya akan membentuk pasar menjadi terus berkembang yang kedepanya bermuara pada terciptanya pasar desa di Kota Denpasar yang berstandar SNI seperti halnya Pasar Poh Gading, Pasar Agung, Pasar Nyanggelan dan Pasar Sindu,” jelasnya.

Pengelola Pasar Desa Ubung, I Ketut Ardana mengaku sangat berterimakasih dan mengapresiasi adanya penilaian pasar desa ini. Dari penilaian ini diharapkan mampu memberikaan catatan serta masukan untuk kemajuan pasar desa.

“Kami sangat berterimakasih kepada Pemkot Denpasar yang telah menyelanggarakan penilaian pasar ini, dengan demikian kita dapat terus berbenah demi kemajuan pasar dan tumbuhnya sektor ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Pada penilaian kali ini ditetapkan 8 aspek yang menjadi fokus penilaian yakni aspek wawasan budaya, aspek kenyamanan, keamanan dan ketertiban, aspek kebersihan dan keindahan, aspek kesehatan, sanitasi dan lingkungan, aspek infrastruktur pasar, aspek tata kelola, aspek kinerja pasar dan aspek administrasi pasar. (car)