JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Bangun Ruko di Kawasan Tahura, Pria Ini Diadili

DENPASAR
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Pria kelahiran Medan bernama Budiman Tian (39) yang membangun Ruko di Kawasan Tahura akhirnya diadili di PN Denpasar, Senin (24/9/2018).

Sidang yang dipimpin Hakim IGN. Putra Atmaja itu masih dengan agenda pembacaan dakwaan jaksa. Dalam terungkap dalam dakwaan, dalam perkara ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Dewa Gede Ngurah Sastradi dalam dakwaan kesatu menjerat terdakwa dengan Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 33 ayat (3) UU RI No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Sementara dalam dakwaan kedua, terdakwa yang tidak didampingi pengacara itu dijerat dengan Pasal 94 ayat (1) Jo Pasal 19 huruf a UU RI No. 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. 

Dalam dakwaan yang dibacakan dimuka sidang memaparkan, terdakwa diadili di PN Denpasar berawal selaku Direktur PT. Anugerah Sarana Propertindo (ASP) membangun Ruko sebanyak 23 unit yang dikerjakan oleh PT. Danaya Cipta. 

Sebanyakn 23 unit Ruko dengan nilai kontrak Rp 18.048.000:000 itu dibangun diatas tanah bersertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 7004 Keluarah Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kanupaten Badung seluas 3460 M2 atas nama PT.ASP.

Setelah Roku terbangun dan dilakukan pemeriksaan  oleh pihaka Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Tahura ditemukan sebagaian bangunan Ruko masuk dalam kawasan Taman Hutan Raya. 

"Atas temuan itu pihak UPT Tahura memberi peringatan kepada terdakwa sebenyak tiga kali."sebut jaksa Kejati Bali itu sebagaimana dalam surat dakwaanya. 

Namun surat peringatan yang dilayangkan kepada terdakwa itu sama sekali tidak diindahkan.  Selain memberi surat peringatan, pihak UPT juga terus melakukan pengecekan dengan mengandeng beberapa instasi terkait.

Setelah dilakukan pengecekann ditemukan pelanggaran bahwa, terdakwa membangun 23 Ruko tersebut tanpa dibekali dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari pemerintah Kabupaten Badung karena kawasan simpang empat Siligita merupakan kawasan Tahura. 

Terdakwa sebagai Direktur PT. Anugerah Sarana Propertindo mendikan 23 Ruko melewati batas kawasan Tahurah Ngurah Rai Kelompok Hutan Prapat Benoa (RTK 10). 

Dimana kaswasan terbut adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan atau satwa yang alami atau buatan, jenis asli atau bukan asli yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya budaya, pariwisata dan rekreasi. (eli)