JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography
Denpasar-fajarbali.com | Selain menjadi tujuan wisata dunia, rencananya Pulau Dewata juga akan menjadi tempat untuk wisata medis, di mana orang-orang bisa tetap berwisata sambil berobat. Dan salah satu tempat untuk para wisatawan bisa berobat ketika berada di Bali adalah di RSUP Sanglah Denpasar. Untuk itu Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Rabu (9/6/2021) melakukan Assesment Kesiapan RSUP Sanglah sebagai rujukan tempat isolasi WNI/WNA menjelang pembukaan Pariwisata Bali.

Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Sanglah, Dr. dr. Ketut Ariawati, Sp.A (K) dalam sambutannya berharap pertemuan ini akan memberikan manfaat yang besar khususnya bagi RSUP Sanglah dalam mendukung rencana pembukaan pariwisata Bali. 

"Kesiapan RSUP Sanglah dalam mendukung rencana pembukaan pariwisata Bali meliputi kesiapan SDM, sarana, peralatan dan sistem pelayanan, khususnya pelayanan pasien Covid-19. Mudah-mudahan dengan semua yang telah kami lakukan ini, RSUP Sanglah sangat siap dan memadai untuk merawat pasien non-Covid maupun pasien Covid-19," ujarnya.

Baca Juga :
Buka Musrenbang 2021, Bupati Sedana Arta Minta Perencanaan Kegiatan Tak Asal-Asalan
Pemulihan Pariwisata Harus Sejalan dengan Kesehatan


Ariawati juga menyampaikan bahwa kondisi pasien Covid yang dirawat saat ini sudah mengalami penurunan. "Saat ini angka Bed Occupancy Rate (BOR) berada di angka 7,9 persen. Dari 164 bed yang tersedia, yang terisi sebanyak 13 pasien. Ini membuktikan jika kasus Covid-19 di Bali mulai melandai. Meski demikian, kita tetap harus waspada dan tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan," jelasnya.

Selain menangani pasien rujukan Covid-19, RSUP Sanglah dalam kesiapannya mendukung rencana pembukaan pariwisata Bali juga mengunggulkan bedah jantungnya. Di mana RSUP Sanglah merupakan satu-satunya rumah sakit rujukan bedah jantung untuk daerah timur atau Bali Nusra.

"Dengan mengunggulkan bedah jantung, RSUP Sanglah berharap dapat membantu antrian pasien yang cukup banyak di Rumah Sakit Harapan Kita. Karena memang pasien jantung antriannya panjang sekali, dan RSUP Sanglah Bali merupakan salah satu rujukan bedah jantung satu-satunya di daerah timur. Kebetulan kami dari segi SDM, alat operasi, dan ruangan yang digunakan untuk operasi bental mencukupi," ungkap Ariawati.

Ariawati menambahkan, untuk memaksimalkan operasi bedah jantung, di RSUP Sanglah akan buatkan ruang operasi tersendiri khusus untuk bedah jantung. Sehingga tidak tercampur dengan operasi lainnya. "Untuk alat tahun ini hampir semuanya akan terlengkapi dan jika semuanya sudah terlengkapi, fasilitas alat medis kami akan menyerupai RSCM dan Harapan Kita. Jadi sudah mampu membantu pasien-pasien disana agar tidak mengantri lama," pungkasnya.

Selain dari internal RSUP Sanglah, dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Laboratorium Medistra. (dha)