JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography
Denpasar-fajarbali.com | Rencana Work From Bali (WFB) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sejumlah kementerian wajib diapreasiasi karena berpotensi memberikan stimulus bagi sektor pariwisata Bali. Apabila dilaksanakan dengan sebaik mungkin, program WFB tentunya akan menaikkan tingkat hunian hotel di Pulau Dewata yang selama ini sangat rendah akibat pandemi Covid-19.

Pengamat ekonomi IB Raka Suardana mengatakan, program WFB dinilai dapat memberi dampak positif ke berbagai sektor penunjang pariwisata di Pulau Dewata. Adanya WFB dapat memberi efek berganda bagi berbagai sektor penunjang pariwisata. Seperti bangkitnya objek wisata di daerah yang turut dirasakan oleh UMKM lokal.

"Dengan adanya kunjungan orang luar ke Bali untuk bekerja, hal ini memberi dampak ke berbagai sektor. Karena setelah bekerja, orang bisa liburan ke objek wisata, dan memberi oleh-oleh khas Bali di UMKM lokal," jelasnya, Rabu (9/6/2021).

Baca Juga :
Belasan Warga Tersengat Bau Busuk, Buang Limbah Rumah Tangga ke Got
Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara Rsi Yadnya, Munggah Sulinggih di Desa Bakas Banjarangkan Klungkung


Menurutnya, program ini akan memberi dampak perekonomian yang positif bagi Pulau Dewata. Kendati demikian, dia memperkirakan dampaknya tidak akan berpengaruh signifikan pada pertumbuhan ekonomi Bali karena hanya 16 hotel yang dipilih sebagai pelaksanaan WFB. Berdasarkan perhitungannya, WFB berpengaruh positif pada ekonomi Bali yang berpotensi terkontraksi -3 persen pada kuartal II/2021, atau lebih baik dibandingkan kuartal I/2021 yang -5,24 persen.

"Inilah saatnya orang-orang yang masih memiliki uang untuk berbelanja dan bekerja dari Bali. Karena akan membantu menggeliatkan ekonomi Bali, selain itu pelaku pariwisata yang dirumahkan juga dapat bekerja kembali," terang Raka Suardana.

Lebih lanjut, ia menilai program WFB akan menimbulkan rasa percaya diri bagi industri pariwisata Bali karena pulau ini sudah siap untuk menyambut wisatawan dengan protokol kesehatan yang ketat. Kemudian, masyarakat di dalam maupun luar negeri juga akan melihat pariwisata Bali yang telah aman untuk dikunjungi, seiring dengan suksesnya pelaksanaan WFB. "Jadi, jika memang program ini benar-benar dijalankan dengan baik akan memberi dampak positif bagi Bali yang perekonomiannya sangat mengandalkan pariwisata," pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata Bali dan 10 industri pariwisata yang tergabung dalam Bali MICE Forum telah melakukan roadshow ke beberapa Kementerian dan Lembaga yang ada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) RI. Kadispar Bali I Putu Astawa menjelaskan WFB adalah program yang diinisiasi oleh Kemenkomarves dalam rangka pemulihan pariwisata dan sekaligus memulihkan perekonomian Bali. (dha)