JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography
DENPASAR - fajarbali.com | Kehadiran Grab berpengaruh positif kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Bali. Salah satu buktinya hasil riset yang dilakukan Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics pada Januari 2020 lalu.


Dalam riset tersebut dijelaskan, bahwa 9 persen mitra merchant GrabFood di kota Denpasar terinspirasi memulai bisnisnya karena adanya GrabFood dan 17 persen mitra merchant menggunakan GrabFood saat pertama kali memulai bisnisnya.

Seiring bertumbuhnya bisnis mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios, mereka juga menyerap tenaga kerja dari komunitas mereka. Bahkan 23 persen mitra merchant GrabFood dan 4 persen agen GrabKios di kota Denpasar rata-rata menambah 2 pegawai baru sejak bergabung dengan Grab.

Melihat situasi perekonomian Bali yang mengalami kontraksi cukup dalam akibat wabah Covid-19, Grab Indonesia tidak tinggal diam. Grab kembali berinovasi meluncurkan program #TerusUsaha, yang dilaunching beberapa waktu lalu oleh Head of East Indonesia Grab Indonesia Halim Wijaya.

Kata Halim, #TerusUsaha adalah sebuah solusi yang didedikasikan membantu UMKM di Bali agar dapat beradaptasi dan berkembang di era tatanan baru pasca-Covid-19. Peluncuran program ini merupakan komitmen Grab dalam mendorong bisnis kecil dan tradisional di Bali untuk bertransformasi digital. Sebab, selama ini, Bali sangat tergantung dari sektor pariwisata.

"Para pelaku usaha dari semua sektor, utamanya pariwisata di Bali jelas terkena imbas dari pandemi. UMKM tentunya diharapkan bisa menjadi sektor lokomotif, atau penggerak ekonomi. Digitalisasi menjadi sebuah hal yang mendesak, mengingat perubahan perilaku konsumen yang tengah terjadi, sekaligus manfaatnya untuk menghemat waktu dan biaya operasional,” ujar Halim.

Program #TerusUsaha yang dihadirkan di Bali, bertujuan mendukung percepatan digitalisasi UMKM melalui rangkaian pelatihan dan pemanfaatan teknologi yang sejalan dengan komitmen jangka panjang GrabForGood.

"Kami berharap pelaku industri pariwisata dan UMKM di Bali bisa bangkit dan siap menyambut siklus bisnis baru di era new normal ini dengan teknologi,” pungkas Halim. (Gde)