JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BADUNG
Typography

MANGUPURA - fajarbali.com | Komisi III DPRD Badung melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Perusahan Umum Daerah (Perumda) Pasar Mangu Giri Sedana (MGS) Badung, Kamis (2/7/2020).

Kunjungan dipimpin langsung Ketua Komisi I Putu Alit Yandinata dan diterima langsung oleh Dirut Perumda Pasar MGS Made Sukantra didampingi Direktur Operasional Wayan Astika dan Dirum Wayan Mustika. Hadir anggota Komisi seperti I Wayan Sandra, IGN Shaskara, Made Suryananda Pramana, dan I Made Reta. 

 

Ketua Komisi III Putu Alit Yandinata mengatakan, kunjungan dilakukan guna memastikan protokol kesehatan tetap dilaksanakan di seluruh pasar yang dikelola oleh Perumda Pasar MGS Badung. Selain itu, juga untuk memastikan kesejahteraan karyawan tetap aman dalam kondisi pandemi Covid-19. 

 

"Kami kesini untuk memastikan apakah pendapatan Perumda Pasar turun atau seperti apa. Bukan meminta berapa yang bisa disetorkan kas daerah, tapi yang paling penting bagaimana kesejahteraan karyawan tetap terjaga. Artinya tetap dibayarkan sesuai dengan hak dan kewajiban," kata 


 

Alit Yandinata juga memberi apresiasi kepada MGS karena sudah mampu melakukan pengembangan bisnis di tengah pandemi Covid-19. Kini, Perumda Pasar MGS tidak hanya menjual jasa, tapi sudah mulai memasarkan produk. "Kita sambut baik inovasi yang dilakukan di tengah Pandemi Covid-19," katanya.

 

Sementara, anggota Komisi III Wayan Sandra meminta Perumda MGS benar-benar melaksanakan protokol kesehatan dengan baik untuk mencegah pasar sebagai cluster penyebaran baru.

 

Sependapat dengan Wayan Sandra menurut Made Retha, penyelamatan jiwa lebih penting dari keuntungan. Untuk itu, dia minta MGS menolak pengunjung yang tak mengindahkan protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker. "Kami juga mengapresiasi SOP protokol kesehatan yang telah dilakukan oleh pihak MGS seperti menyediakan tempat cuci tangan, melakukan penyemprotan desinfektan dan serta mengumumkan apa yang harus dilakukan pedagang dan pengunjung," ujarnya.

 

Sementara GN Saskara lebih banyak menanyakan produktivitas MGS selama Covid-19. “Sumber pendapatan seperti apa, bagaimana dengan karyawan,” tanya politisi Partai Golkar tersebut.

 

Anggota lainnya Made Suryananda Pramana lebih banyak memberikan paparan soal dampak Covid-19 baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Karena itu, dia berharap pasar memainkan peran dalam memutar ekonomi masyarakat.

 

Dirut Perumda Pasar MGS I Made Sukantra mengakui, pada 11 unit usaha yang dikelola telah melaksanakan protokol kesehatan. Pada setiap unit pasar, juga kata dia, telah dilengkapi dengan wastafel untuk cuci tangan bagi para pengunjung dan juga pedagang pasar. “Kami juga rutin melakukan penyemprotan disinfektan. Pengunjung dan pedagang wajib mengenakan masker,” kata Sukantra.

 

Selain itu, himbauan untuk menerapkan protokol kesehatan kepada pengunjung pasar melalui pengeras suara juga telah dilakukan setiap pasaran secara berkala dua jam sekali. “Untuk para pengunjung kami wajib menggunakan masker. Bagi yang tidak memakai masker kami tidak diperkenankan masuk pasar, dan pengunjung sudah paham itu. Toh jika didapatkan pengunjung atau pedagang yang tidak memakai masker dalam pasar maka akan diminta menggunakan masker, jika tidak memiliki masker maka petugas akan memberikan masker,” katanya.

 

Untuk kesejahteraan karyawan di tengah pademi Covid-19, Sukantra pun menegaskan tetap diberikan sebagaimana mestinya. “Untuk kesejahteraan karyawan tetap diberikan. Jadi tidak ada pemotongan ditengah pandemic Covid-19 ini,” katanya. Meski demikian, pihaknya tidak memungkiri jika masa Pandemi Covid-19 pendapatan pasar mengalami penurunan. Seperti pada bulan Maret dan April. Pendapatan mulai berangsur membaik Mei dan Juni. (put).