JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BADUNG
Typography

MANGUPURA - fajarbali.com | Pemerintah Kabupaten Badung mengeluarkan kebijakan rapid test gratis bagi pekerja pariwisata khususnya ber-KTP Badung. Program tersebut akan dilakukan secara bertahap diprioritaskan pada usaha pariwisata yang telah terverifikasi.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Made Badra, Rabu (1/7/2020) mengatakan, sudah memberikan info mekanisme program tersebut ke seluruh general manager hotel, termasuk restoran untuk mengajukan karyawannya.

 

“Kami akan memberikan rapid test kepada karyawan berKTP Badung. Secara bertahap masing-masing kita alokasikan dulu 10 orang,” ungkapnya.

 

Rapid test ini, akan diberikan dulu kepada hotel atau restaurant yang telah terverifikasi atau siap membuka usahanya kembali. Menurut Badra, dari 10 karyawan yang akan dirapid test terlebih dahulu adalah tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan wisatawan atau pengunjung. 

 

 “Kami utamakan dulu karyawan yang bersentuhan langsung dengan customer, seperti di restoran, front office ini yang diprioritaskan dulu dan dinas kesehatan sudah siap,” ungkapnya.

 

Terkait verifikasi destinasi wisata, akan difokuskan yang berada di Kuta Selatan. 

Lanjut Badra, destinasi, hotel dan restaurant yang telah diverifikasi akan mendapatkan sertifikat dan diumumkan melalui website Dispar Badung.

 

 “Kami nanti akan umumkan yang sudah terverifikasi, jadi wisatawan bisa melihat di website kami. Untuk target menyambut 9 Juli ini kami fokus pada 12 tempat dulu, karena tim yang melakukan verifikasi juga harus fokus dan hati-hati sedangkan tim terdiri dari tiga kelompok yang terdiri dari 4 orang,” ujarnya.

 

Namun, tidak menutup kemungkinan usaha yang diijinkan beroperasi akan ditinjau kembali apabila melakukan pelanggaran terhadap standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

 

“Sebelum diberikan sertifikat, kami sudah meminta pengusaha membuat fakta integritas, jadi kalau melanggar dapat ditindak. Apalagi ditemukan sampai positif Covid-19 pastinya usaha itu akan ditutup lagi,” tegasnya.

 

Disisi lain, Koordinator Kehumasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Badung IGN Jaya Saputra mengatakan, Dinas Kesehatan menyiapkan sebanyak 53.000 rapid test. Dari angka tersebut telah digunakan sebanyak 21.000 rapid test.

 

“Jadi masih ada yang belum terpakai, ini yang akan dipakai untuk rapid tenaga kerja pariwisata setelah diupdate datanya oleh Dispar beserta komponen pariwisata lainya,” ucapnya.

 

Sayangnya, Jaya Saputra tak bisa merinci berapa anggaran yang diperlukan dalam program rapid test tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh dana refocusing yang diperoleh Diskes dalam penanganan Covid-19 di Badung mencapai Rp 127.883.455.358. Anggaran ini telah digunakan per 22 Mei sebesar Rp 17.579.101.624

 

“Untuk anggarannya ada di RKA Dinas Kesehatan, mengenai detail angkanya ada di Diskes,” pungkasnya.(put)