JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BADUNG
Typography

MANGUPURA - fajarbali.com | Pemerintah Kabupaten Badung akan menyantap daging babi secara bersama-sama, Jumat (14/2/2020). Langkah ini dilakukan sebagai upaya kampanye bahwa daging babi aman dikonsumsi sepanjang pengolahannya benar. Pemerintah Kabupaten Badung mengimbau supaya masyarakat tidak terpengaruh isu kematian babi yang belakangan marak terjadi.

“Di dalam memulihkan kepercayaan masyarakat dan peternak babi tentang keamanan mengonsumsi daging babi, maka Pemkab Badung akan melakukan kampanye konsumsi daging babi,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana, Kamis (13/2/2020) kemarin.

Kampanye daging babi aman dikonsumsi menurut rencana bakal dilaksanakan, Jumat (14/2/2020) di Wantilan Jaba Pura Lingga Bhuana, Puspem Badung. Wijana mengatakan, pada kegiatan tersebut dijadwalkan bakal dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Badung. “Kami sudah mohon kehadiran, pimpinan, ketua DPRD, Sekda, Kepala OPD, Camat se-Badung, organisasi kewanitaan, Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI), dan para peternak,” kata mantan Kabag Organisasi Setda Badung ini.

Menurut dia, selain melaksanakan santap daging babi bersama-sama guna meyakinkan masyarakat bila daging aman dikonsumsi, Pemkab Badung juga sudah mengeluarkan instruksi kepada seluruh OPD untuk mepatung dalam rangka menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan. “Ini sebagai wujud simpati kepada peternak kita yang dalam situasi sulit,” tegasnya.

“Melalui kegiatan mepatung ini pula diharapkan permintaan daging babi tidak turun secara drastis, sehingga peternak tidak terlalu rugi,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi Arnawa mengeluarkan Surat Edaran (SE), Nomor: 524.3/1037/Sekret/Diperpa tentang Himbauan Pemotongan Bali. Dalam SE yang dikeluarkan, meminta supaya OPD di Lingkungan Pemkab Badung membeli babi dari peternak dengan harga kisaran Rp 25.000 sampai Rp 28.000 ribu per kilogram.(put).