JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BADUNG
Typography

MANGUPURA - fajarbali.com | Pemerintah Kabupaten Badung menggelar Peningkatan Wawasan Kepariwisataan Terkait Program Sapta Pesona bertempat di Dinas Pariwisata Puspem Badung, Rabu (12/2/2020). Kegiatan ini dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika yang dirangkaikan dengan penyerahan alat perlengkapan kepada peserta. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Made Badra, Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata I Nyoman Suardana para peserta anggota Satuan Karya Pramuka Pariwisata Kabupaten Badung.

 

Ketua Panitia Penyelenggara I Nyoman Suardana melaporkan untuk menjaga potensi pariwisata secara berkesinambungan kepada seluruh insan pariwisata baik masyarakat, pengusaha pariwisata, maupun pemerintah diharapkan terus menjaga dan menggali potensi untuk di kembangkan baik potensi dari sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.

 

Maksud dan tujuan kegiatan peningkatan wawasan kepariwisataan terkait program sapta pesona yaitu, mendukung daerah khususnya Kabupaten Badung dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya pariwisata di bidang pariwisata, untuk peserta berasal dari anggota satuan karya pramuka pariwisata dinas pariwisata Kabupaten Badung.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga I Ketut Widia Astika mengatakan, di Kwarcab Badung ada banyak SAKA Satuan Pramuka salah satunya adalah Satuan Karya Pariwisata. Kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan terkait dengan sapta pesona, yang dilatih adalah adik-adik pramuka penegak se-Kabupaten Badung yang jumlahnya sebanyak 70 orang, tentu tujuan kegiatan ini adalah bagaimana Pemerintah berusaha berupaya untuk selalu memberikan pemahaman pengetahuan keterampilan kepada adik-adik pramuka tentang kepariwisataan.

 

 "Hal ini penting karena sebagaimana kita ketahui bersama kita di Badung unggulan kita pariwisata, sehingga pariwisata ini kita selalu jaga dengan baik sebagai bagian upaya untuk mensejahterakan masyarakat Badung, kalau pariwisata kita tidak berjalan dengan baik tentu ini akan menjadi masalah kepada kesejahteraan masyarakat karena yang kita miliki di Badung memang pariwisata dan Budaya. Dengan sapta pesona dengan latihan ini tentu harapannya dengan kegiatan ini pemahaman mereka tentang pariwisata bisa mereka ketahui dan apa yang harus mereka lakukan, baik di lingkungannya maupun di sekolahnya bersama dengan teman-temannya," ungkapnya.

 Meski pariwisata di Kabupaten Badung mulai melesu, pemerintah setempat terus menggenjot wilayahnya untuk menjadi daya tarik wisatawan.  Tidak hanya di wilayah selatan, di wilayah utara kini juga akan diubah untuk dengan meningkatkan dan membenahi desa wisata yang ada.

Sesuai rencana awal untuk meningkatkan daerah pariwisata di Badung utara, pemerintah setempat akan membangun desa wisata. Bahkan di tahun 2020 ini ada sebanyak 5 Desa wisata yang akan digarap yakni Desa Pangsan, Bongkasa Pertiwi,  Sangeh , Carangsari dan Mengwi.

"Untuk sekarang sudah sampai tahap  proses persiapan lelang kegiatan fisik. Jadi lima desa wisata itu akan diperbaiki infrastrukturnya dulu," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Made Badra.

Badra juga mengatakan desa wisata yang akan di Bangun diharapkan mendorong pemerataan pariwisata antara Badung selatan dengan utara. Meski di tengah adanya masalah global terkait virus corona.
"Tetap kita akan garap potensi ini. Sehingga bisa memaksimalkan pendapatan Badung kedepan," jelasnya.

Birokrat asal Kelurahan Kuta, Badung itu menegaskan, dalam pembangunan desa wisata, pihaknya tengah menyiapkan anggaran mencapai Rp 51,1 Miliar, untuk pembangunan fisiknya. Bahkan dengan anggaran itu, pihaknya berharap di akhir tahun 2020 sudah terwujud pembangunan fisiknya.

"Kami telah  menyiapkan tim untuk pendampingan desa wisata tersebut. Namun setelah mengadakan lelang untuk pembangunan fisik," akunya.

Dengan pendampingan tim, tak hanya ditata soal infrastruktur, namun menyangkut manajemen dan Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga desa wisata tersebut menjadi  magnet wisata di Badung utara dan bisa berjalan optimal. "Kami juga sudah merancang program-program peningkatan SDM yang unggul, destinasi, dan keterlibatan masyarakat," paparnya.

Badra menargetkan, akhir tahun ini, desa wisata sudah bisa berfungsi dengan baik. Sebab, menurutnya tinggal menyiapkan konten. Juga asosiasi-asosiasi pariwisata yang akan menjadi 'orang tua angkat' di masing-masing desa wisata. "Ini tinggal memoles saja," bebernya.

Disinggung mengenai konsep desa wisata yang akan dibuat, Badra pun menjelaskan sesuai dengan Master Plan, atau tidak membuat desa wisata yang sama dengan yang lainnya. Bahkan kedepan konsep desa wisata  yang diinginkan seperti wisatawan bisa langsung menginap di desa.

"Kita mencari kealamian tatanan alam. Selebihnya wisatawan juga bisa merasakan bagaimana kehidupan masyarakat di Desa dengan menekankan seni dan Budaya yang ada," pungkasnya.(put).