JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BADUNG
Typography

MANGUPURA - fajarbali.com | Pemerintah Kabupaten Badung yang dipimpin Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakilnya I Ketut Suiasa benar-benar ingin menuntaskan masalah sampah, dan segera mewujudkan Badung mandiri sampah. Meski hingga kini Badung belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA), namun segala upaya telah ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan sampah ini. Salah satunya, setiap desa di Badung akan digelontor anggaran Rp 2,5 miliar untuk membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R (Reuse, Reduce, and Recycle) TPST 3R.

 

 

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, Rabu (4/12/2019) menuturkan, program mandiri pengelolaan sampah sebetulnya telah dirintis Pemkab Badung sejak 2017 lalu. Namun, diduga banyak kepentingan hingga menyebabkan program tersebut tak berjalan mulus.

Bahkan, Pemkab Badung telah melakukan Pekan Informasi Pembangunan (PIP) 2017 lalu untuk menggali informasi pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R (Reuse, Reduce, and Recycle) oleh desa atau kelurahan. “Akhirnya kami keluarkan Perbup 2018. Kami ingin menyelesaikan ini,” ungkapnya di Rumah Jabatan.

Giri Prasta yang saat itu didampingi Wakil Bupati, I Ketut Suiasa dan Kabag Humas Setda Badung, I Made Suardita mengatakan,ingin menyelesaikan permasalahan tersebut secara cepat. Yang jelas, beberapa desa kata mantan Ketua DPRD Badung dua periode ini telah berhasil membentuk TPST. “Beberapa desa sudah mampu melakukan dari 62 desa dan kelurahan. Sekarang sudah ada masuk angka belasan TPST,” ujarnya. Giri Prasta kembali menegaskan keinginannya menangani sampah mulai dari sumbernya dengan metode 3R yang sudah dirancang.

Di sisi lain, juga digulirkan program Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih tiap bulannya. Masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diberikan tanggung jawab mengkoordinir dua desa atau kelurahan. Baik OPD maupun desa atau kelurahan yang hasil kinerjanya dinilai bagus, diberikan penghargaan. “Program rutin setiap bulan minggu pertama kita turun langsung. 34 OPD disebar di seluruh Badung. Kami lombakan Badung bersih Badung hijau,” terangnya.

 

Pihaknya juga telah membentuk Bank Sampah PKK Mangu Srikandi yang kini sudah sebanyak 1.132 bank sampah. Jumlah ini melampaui 1.000 bank sampah yang ditargetkan tahun ini. “Saya sangat jaga program ini. Karena saya mengikuti betul permasalahan sampah. Saya sudah katakan dari awal dengan Gertak Badung Bersih tahun 2021 kita sudah bisa mandiri sampah.

Jadi dengan segala konsekuensi, urusan masalah sampah ini sekarang kita sudah menggerakkan kekuatan yang kita miliki. Kalau bisa saya pangku, akan saya pangku,” tegasnya.

 

Terkait pembangunan TPST di masing-masing desa dan kelurahan, Giri Prasta mengaku sudah dianggarkan 2020. Setiap desa di Badung akan digelontor anggaran Rp 2,5 milyar untuk membangun. Pihaknya pun mengaku, tahun 2020 akan fokus menangani masalah sampah.

“Kepada pak sekda perdesa wajib diberikan Rp 2,5 Miliar. Jangan bahasanya asal ada, saya tidak mau seperti itu. Rp2,5 M itu sudah lengkap di  62 desa dan kelurahan kita wajibkan, termasuk yang sudah punya TPST juga dapat 2,5 M desa dan kelurahan,” ungkap Giri Prasta dalam Rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan Badan Anggaran (Bangar) DPRD Kabupaten Badung, Selasa (26/11) lalu.

“Pengolahan sampah akan kita bangun semua termasuk mesin pemotongan kayu itu. Namun kami akan prioritaskan di Kuta dulu, karena bulan desember biasanya kita kena angin barat yang akan membawa sampah-sampah kayu ke Kuta,” imbuhnya.(put).