JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BADUNG
Typography

KUTA-fajarbali.com | Dihadiri jajaran Direktur Lalulintas Polda se-Indonesia, 30 Direktur Bank Pemerintah dan Swasta, Jasa Raharja, Kementerian Keuangan dan Kakorlantas Mabes Polri, Kapolri Jenderal Pol Profesor Tito Karnavian meresmikan Samsat Online (e-samsat) di Kuta, Kamis (15/11/2018) pagi.

Penerapan E-samsat ini hanya berlaku di 24 Provinsi di Indonesia dan 10 Provinsi lainnya menyusul tahun depan. Kapolri Tito yang membuka rapat koordinasi Pembina Samsat Nasional 2018 di Kuta mengatakan, peningkatan pelayanan khususnya pembayaran pajak kendaraan bermotor sangat menguntungkan publik. Sehingga dengan kemudahan administrasi itu akan mendorong minat masyarakat untuk memiliki kendaraan. 

“Sehingga banyak kendaraan pribadi akan menumpuk, sementara infrastuktur jalan tidak disiapkan sehingga terjadi kemacetan,” terangnya. 

Jenderal Tito menyebutkan sekarang ini ada 130 juta kendaraan di Indonesia, dan setiap tahunnya bertambah enam juta kendaraan baru.  Akibatnya, baik pusat maupun daerah mendapat keuntungan dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP). 

Jenderal bintang empat lulusan Akpol tahun 1987 itu berharap pemerintah daerah dapat mencari terobosan untuk membatasi kepemilikan kendaraan pribadi dan mengintensifkan transportasi publik untuk mengurangi kemacetan. 

“Di Bali kemana-mana mulai macet. Maaf Pak Koster, jalannya tetap segitu, lebar jalan juga tetap segitu. Kita mempermudah masyarakat dalam pelayanan mengurus administrasi dan mendapatkan keuntungan PNBP. Tapi, mari kita berpikir secara luas untuk daerah yang mulai terasa kemacetannya seperti Jawa, luar Jawa dan Jakarta yang macetnya sudah berjam-jam dan keluar rumah sudah stres sendiri. Kalau Papua dan Kalimantan masih oke," ujar mantan Kapolda Papua ini. 

Pada kesempatan itu, Kapolri mencontohkan Singapura. Di negeri Singa intensif kendaraan pribadi dipersulit. Sedangkan transportasi publik dimaksimalkan. Bahkan, parkir untuk kendaraan pribadi lumayan mahal yaitu Rp 100 ribu. 

“Kalau di Indonesia justru sebaliknya. Kendaraan pribadi banyak dan mengakibatkan macet di mana mana dan kendaraan publik tidak banyak bahkan pembebasannya juga sulit. Marilah, Bapak-bapak Gubernur sebagai pembuat kebijakan agar mulai berpikir soal ini untuk mengurangi kemacetan,” harapnya. (hen)