JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Plafon Badung Command Center Jebol, Hyperflex dan Server Terkena Air

BADUNG
Typography

MANGUPURA-fajarbali.com | Hujan deras yang terjadi pada, Selasa (6/11) petang hingga (7/11/2018) pagi membuat plafon gedung lantai tiga Badung Command Center jebol dan bocor. 

Bocornya gedung membuat Hyperflex yang merupakan alat pembantu penyebaran application server Command Center juga terkena air hingga ke dalam. Akibatnya, pelayanan internet di Puspem Badung terganggu. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Badung, I Wayan Weda Dharmaja saat ditemui membenarkan kejadian tersebut. Namun, ia belum bisa memastikan Hyperflex dengan kisaran harga Rp 1,5 miliar ini rusak atau tidak. “Kalau Server ini, kita tidak berani memastikan apakah ini rusak atau tidak, yang jelas tadi kena air hujan. Kami belum berani mencoba,” jelasnya, Rabu (7/11/2018).

Weda Dharmaja mengatakan, Hyperflex dan alat penyimpan data tersebut dibeli diluar negeri. Rencananya, seluruh aplikasi di Badung Command Center akan diluncurkan November ini. Sayangnya, sebelum diluncurkan, Hyperflex yang merupakan nyawa Command Center harus terkena air hujan. Lima server dengan harga ratusan juta milik Diskominfo juga terkena air.

"Kami tadi (kemarin) sangat berhati-hati mengambil server-server ini karena ada listrik dengan tegangan tinggi. Kami harus memastikan listrik benar-benar mati,” tuturnya.

Weda Dharmaja kembali menegaskan, Hyperflex ini berfungsi untuk menyimpan semua data. Bahkan jika server-server rusak Hyperflek ini juga bisa menyimpan data sever dari aplikasi yang akan diluncurkan. 

“Ini  (Hyperflex) kan belum seuntuhnya milik kita. Ini masih menjadi milik rekanan, karena mereka belum memasangnya. Sebenarnya kalau yang kita terima kondisinya rusak kan masih bisa di ganti. Tapi ini karna gedung kita yang bocor dan Hayperflex jadi kena air, saya masih belum tau bagaimana nantinya,” tutur Weda.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Badung, Ida Bagus Surya Suamba mengaku, jebolnya plafon dikarenakan lubang talang air tertutup kotoran. "Ya, plafon jebol karena airnya pada talang meluap. Jadi saat kami periksa semua Inlet tersumbat, sehingga air meluap dan banjir," tuturnya.

Terkait, dengan plafon yang jebol pihaknya mengaku akan langsung di perbaiki. “Saat ini (kemarin) sudah langsung kita perbaiki. Selain itu kita lakukan evaluasi penanganan sehingga tidak terulang kembali kejadian ini,” ujarnya sembari mengatakan gedung ini masa pemeliharaan masih sampai bulan Januari 2020. (put)