JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Dua Jambret Spesialis Bule Ini Beraksi di 13 TKP

BADUNG
Typography

KUTA-fajarbali.com | Tim Opsnal Reskrim Polsek Kuta tampaknya geram dengan maraknya aksi jambret menyasar wisatawan asing yang berlibur di wilayah kampung Turis Kuta.

Meski para pelaku berkali-kali ditangkap, masih saja ada pelaku lain yang bermunculan. Seperti dua jambret asal Karangasem ini, I Nengah Bayung (20) dan I Made Dana alias Dektok (19). Setelah ditangkap pada Minggu (29/7/2018), kedua pengangguran ini mengaku sudah 13 kali beraksi menyasar wisatawan asing khususnya perempuan.

 

 

Salah seorang korbannya Fiorucci Alice (28) asal Italia pekerjaan sebagai Desainer. Perempuan ini menjadi targets asaran saat berhenti di traffic light simpang empat Jalan Sunset Road Kuta pada 6 April 2018 sekitar pukul 21.00 Wita.

“Korban mengendarai sepeda motor sambil melihat google map. Pas berhenti di TKP, kedua jambret mengendarai Yamaha Nmax merampas handphone korban,”ujar Kapolsek AKP Teuku Ricki Fandlianshah, didampingi Kanitreskrim Iptu Aan Saputra, Senin (30/7/2018).

 

 

Perempuan mengantongi passport nomor YA2600558 itu sempat mengejar pelaku sambil berteriak. Namun korban kehilangan jejak dan melaporkannya ke Polsek Kuta dengan kerugian Rp 16 juta.

Empat bulan dikejar, Tim Opsnal Reskrim Polsek Kuta membekuk tersangka I Nengah Bayung dan I Made Dana alias Dektok diseputaran Jalan Mahendradatta, Minggu (29/7) dinihari.

Setelah diperiksa, tersangka I Nengah Bayung yang kos di  Jalan Gunung Batur, Gg Nangka Denpasar dan Dektok beralamat di  Jalan Segina Penginapan Ayodya kamar nomor 38, Denpasar, mengaku sudah 13 kali menjambret. Adapun TKP jambret yakni di Jalan Sunset Road depan Central Money Changer, Jalan Kunti Seminyak Kuta, Jalan Saraswati Seminyak Kuta, Jalan Drupadi Seminyak Kuta, di wilayah Kuta Utara dan Ubud Gianyar.

 

 

Sasarannya perempuan yang mengendarai motor, membawa tas dan HP. Untuk HP hasil kejahatan sudah dijual seharga Rp 300.000 hingga Rp 2 juta. “Hasil penjualan HP dijual dan uangnya dibagi rata,”ungkap Kapolsek.

Dari dua tersangka, polisi mengamankan barang bukti 25 handphone berbagai merek dan dua sepeda motor yaitu Nmax DK 5310 AAS dan Vario nopol N 6334 SH yang selama ini dipakai beraksi. “Kami masih mendalami pemeriksaan kedua pelaku karena tidak menutup kemungkinan masih ada anggota komplotannya,” imbuhnya. (hen)