JA Teline V - шаблон joomla Форекс

METRO
Typography
 BADUNG-Fajarbali.comΙ

BADUNG-Fajarbali.comSetelah beberapa bulan lalu Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar meresmikan Rumah Restorative Justice (RJ), kini giliran Kejari Badung yang juga resmi memiliki rumah RJ yang pada hari, Kamis (23/6/2022) diresmikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali, Ade T. Setiawarman di di Puri Taman Ayun Mengwi.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Badung Imran Yusuf mengatakan, Restorative Justice atau RJ merupakan penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan Pelaku, Korban, Keluarga Pelaku atau Korban, dan pihak lain yanng terkait untuk sama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan bukan sebuah pembalasan.

“Restorative Justice tidak hanya menghentikan perkara semata, tetapi juga menggerakan korban dan masyarakat untuk berperan dalam proses menimbulkan harmoni di masyarakat, ntuk berperan dalam proses menimbulkan harmoni masyarakat dan membuat suasana sama seperti sebelum terjadinya tindak pidana, ”jelas Imran Yusuf.

Diakatakan pula, hal ini juga tidak lupa untuk mempertimbangkan subjeknya, latar belakang permasalahannya, tingkat ketercelaannya, kerugian dari tindak pidana yang dilakukan, dan yang terutama adanya perdamaian dari kedua belah pihak.

Sementar terkait kegiatan RJ sendri, kata Imran Yusuf, Kejari Badung telah melakukan penyelesaian tindak pidana dengan cara RJ sebanyak 3 (tiga) perkara yang dilakukan di Kantor Kejaksaan Negeri Badung oleh Jaksa Penuntut Umum. Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan mediasi yang dihadiri oleh pelaku, korban, serta keluarga korban dan keluarga pelaku.

“Dimana kedua belah pihak saling menjelaskan secara kekeluargaan bagaimana permasalahan tersebut bisa terjadi yang didampingi oleh Jaksa Penuntut Umum untuk menengahi permasalahan tersebut serta membantu mencari solusinya sehingga dapat dilakukan kesepakatan untuk perdamaian antara Korban dan Pelaku,”beber Imran Yusuf.

Dikatakan pula, untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan RJ tersebut, Badung mendirikan Rumah RJe yang bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Badung. Adapun dasar filosofi penyebutan rumah dikarenakan rumah merupakan suatu tempat yang mampu memberikan rasa aman, nyaman dan tempat semua orang kembali untuk berkumpul.

“Disamping itu rumah di rumah RJ juga bisa mencari solusi dari permasalahan yang menyebabkan adanya perkara pidana ringan sehingga dapat memulihkan kedamaian, harmoni dan keseimbangan di dalam masyarakat,”tegas Kajar Badung.

Yang terakhir, kata Kajari pembentukan Rumah RJ diharapkan dapat menjadi contoh untuk menghidupkan kembali peran para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat untuk bersama-sama dengan penegak hukum khususnya Jaksa dalam proses penegakan hukum yang berorientasikan pada keadilan substantif.(eli)

BERITA TERKINI