JA Teline V - шаблон joomla Форекс

METRO
Typography
 

DENOASAR-Fajarbali.comΙ


DENPASAR-Fajarbali.com│
Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung akhirnya melakukan pengambilan paksa alias penangkapan terhadap terpidana kasus penipuan atas nama Stephanus Irawan alias Tommie Liem, Kamis (16/6/2022) di My Warung,Pereranan Jalan Pantai Pererenan, Badung.

Terkait penangkapan ini sudah dibenarkan oleh Kasi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Badung, I.G. Gatot Hariawan. Hal ini kembali ditegaskan oleh, Ayunda Hastarini Muchtar kuasa hukum PW dan ES selaku korban dalam perkara Ini. Dikatakannya, Tommie Liem sebelumnya telah dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana penipuan.

Kata kuasa hukum kedua korban, Tommie Liem oleh majelis hakim dinyatakan telah melakukan bujuk rayu dan janji-janji agar kedua korban mengirim sejumlah dana untuk mendirikan Restoran Gang Manggo.

Tapi, belakangan kedua korban baru mengetahui ternyata ada hal-hal yang tidak sesuai fakta diantaranya sewa tanah restoran tersebut yang seharusnya sudah dibayarkan selama 10 tahun tapi ternyata baru 3 tahun dan juga pengelolaan keuangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sehingga klien kami mengalami kerugian.

 “Dasar dari pelaksanaan eksekusi tersebut adalah Putusan Kasasi Mahkamah Agung nomor 328 K/Pid/2022 tanggal 30 Maret 2022,” jelas Ayunda Hastarini Muchtar, Rabu (22/6/2022).

Dijelaskannya dengan Amar Putusan Kasasi menyebutkan, menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi/Terdakwa Stephanus Irawan tersebut. Membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara pada tingkat kasasi sebesar Rp.2,500.

“Dengan adanya Putusan Kasasi tersebut maka berlaku Putusan Banding Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Denpasar yang memeriksa dan mengadili Perkara No. 76/PID/2021/PT.DPS pada tanggal 1 Desember 2021,” ungkapnya.

Dalam putusan Pengadilan Tinggi disebutkan menerima permohonan banding dari Terdakwa maupun dari Penuntut Umum. Memperbaiki putusan pengadilan negeri Denpasar Nomor 634/Pid.B/2021/PN.Dps tanggal 5 Oktober 2021 sekedar mengenai lamanya pidana yang dijatuhkan.

Menyatakan Terdakwa Stephanus Irawan tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Penipuan secara berlanjut. Menjatuhkan pidana atas diri terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara  selama : 5 (lima) bulan.

Dalam putusan itu, kata kuasa hukum yang akrab disapa Rini Muchtar majelis hakim PT juga menyatakan terdakwa ditahan  dalam tahanan rutan. Rini Muchtar juga mengatakan, selama berlangsungnya proses penuntutan di Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi Denpasar, maupun Mahkamah Agung terdakwa ditahan dengan status tahanan rumah.

Namun ditemukan fakta bahwa terdakwa Stephanus Irawan alias Tommie Liem sering kali meninggalkan atau keluar dari rumah tempat penahanan.

Padahal menurut Rini Muchtar, berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, seorang tahanan baik tahanan rumah tahanan (rutan), tahanan kota maupun tahanan rumah tidak boleh meninggalkan dan/ atau keluar dari tempat penahanan.

“Kecuali dalam keadaan darurat dan penting dengan ketentuan harus seizin dari penegak hukum sesuai dengan kewenangannya,” terang Rini Muchtar. Tetapi fakta yang didapatkan justru terdakwa keluar rumah tempat penahanan hanya untuk bertemu, bersenang-senang dan melakukan pesta bersama teman-temannya dan keluarganya.

Tentunya tingkah laku terdakwa tersebut sengaja tidak menghormati proses hukum yang sedang berjalan termasuk Lembaga Kejaksaan Republik Indonesia yang mengawal dan menjalankan proses penahanan terdakwa sebagai tahanan rumah.

“Maka dari itu kami mewakili para klien yang selama ini tanpa lelah mencari keadilan mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya terhadap Kejaksaan Negeri Badung yang dipimpin oleh Bapak Imran Yusuf, S.H, M.H dan terutama kepada JPU yang telah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik yaitu bapak Fajar Said, S.H beserta tim terkait,” harapnya.

Sementara soal dimana Tommie Liem menjalani masa penahanan, Rini Muchtar mengatakan, bahwa dari informasi yang diterima, saat ini terdakwa Stephanus Irawan alias Tommie Liem ditempatkan di Lapas Tabanan sejak tanggal 16 Juni 2022  untuk menjalankan sisa masa tahanannya.(eli)

BERITA TERKINI