JA Teline V - шаблон joomla Форекс

METRO
Typography
DENPASAR-Fajarbali.com|

DENPASAR-Fajarbali.com|Seorang pengajar berpendidikan setrata 2 atau S2 bernama Kompyang Bagiada harus menanggung malu lantaran di muka sidang ia bersama rekannya I Gusti Ngurah Agung Santosa dinyatakan terbukti sebagai penyalahgunaan narkotika.
 
Akibat perbuatannya itu, kedua terdakwa hukuman penjara selama 2 tahun oleh majelis hakim PN Denpasar pimpinan Rustanto belum lama ini.
 
"Benar kedua terdakwa sudah divonis 2 tahun penjara," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gusti Lanang Suyadnyana, Rabu (18/5/2022).  
 
Dikatakan pula, kedua terdakwa dimyatakan terbukti sebagai penyalahguna narkotika bagi dirinya sendiri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a UU Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Hukuman ini setahun lebih ringan dari tuntuntan jaksa. 
 
Seperti diberiatakan sebelumnya, dalam surat tuntutan JPU memberbekan sejumlah fakta yang terungkap selama persidangan. Salah satunya adalah soal penangkapan kedua terdakwa.
 
Disebutkan bahwa kedua terdakwa ditangkap pada tanggal 18 Nopember 2021 sekira pukul 16.00 Wita di Jalan Ahmad Yani Utara No.333.
 
Sebelum ditangkap, sekitar pukul 14.00 Wita kedua terdakwa membeli 1 paket sabu seberat 0,4 dari orang bernama Bleteng."Kedua terdakwa  membeli sabu itu untuk dipakai bersama,' ujar JPU dalam surat tuntutannya. Sabu itu dibeli seharga Rp 650.000. 
 
Uang Rp 650.000 yang digunakan membeli sabu ini hasil dari urunan. Dimana I Gusti Ngurah Agung Santosa (terdakwa I) mengeluarkan Rp 350.000, sedangkan Kompyang Bagiada (terdakwa II) mengeluarkan Rp 300.000. 
 
Setelah uang terkumpul,  terdakwa I lalu mentransfer uang tersebut ke rekening milik Bleteng. Sementara Bleteng usai menerima uang langsung  memberitahu alamat mengambil sabu yang dipesan oleh kedua terdakwa," ujar jaksa.
 
Tempat yang dimaksud oleh pria yang bernama Blateng untuk mengambil tempelan sabu ada di Jalan Ahmad Yani Utara No. 333 Banjar Pemalukan Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara Kota Denpasar.
 
Setelah mengetahui tempat pengambilan barang, terdakwa I lalu menuju ke bertemu dengan terdakwa II.
 
"Pada saat itu terdakwa I menyampaikan kepada terdakwa (II) bahwa paket Shabu sudah ditempel di Jalan Ahmad Yani Utara No. 333," kata JPU dalam surat tuntutannya. 
 
Terdakwa II memberikan terdakwa I sepeda motor Honda ADV warna hitam No. Pol. : DK 6893 ACB untuk  mengambil Shabu tersebut, dan menitip untuk dibelikan sebotol air mineral.
 
Singkat cerita terdakwa I  pergi mengambil tempelan narkotika jenis shabu tersebut di dalam pot di Jalan Ahmad Yani Utara No. 333. Setelah itu terdakwa membeli sebotol air mineral titipan terdakwa II.
 
Apes. saat terdakwa I berdiri disamping sepeda motor setelah membeli sebotol air meniral titipan terdakwa II datang petugas kepolisian dari Sat Narkoba Polresta Denpasar dan langsung menangkapnya.
 
Setelah ditangkap dan dilakukan pengeledahan, ditemukan barang bukti didalam saku kiri depan dicelana jeans warna hitam yang dipakai oleh terdakwa I  barang berupa 1 plastik klip berisi kristal bening.
 
Dalam penggeledahan itu Polisi juga mengamankan Tas slempang warna hitam yang setelah diperiksa tas tersebut berisikan Bong dan pipa kaca yang masih terdapat kristal bening shabu bekas pakai.
 
Selanjutnya terdakwa dan barang bukti dibawa menuju tempat terdakwa II yang tsudah menunggu di Kamar nomor 2 Ayudia Guest House di Jalan Ahmad Yani Utara Nomor 288, Denpasar.
 
Ditempat inilah kedua terdakwa mengakui bahwa sabu yang ada pada terdakwa I adalah milik mereka berdua yang rencananya akan mereka pakai bersama-sama.(eli)

BERITA TERKINI