JA Teline V - шаблон joomla Форекс

TABANAN
Typography

TABANAN-fajarbali.com | Kerauhan massal yang terjadi usai pementasan Tari Rejang Sandat Ratu Segara pada Sabtu (18/8/2018) lalu, yang melibatkan para Siswi SMP dan SMA di Tabanan. Hinga saat ini para penarinya masih berlanjut mengalami kerauhan, hanya saja kerauhannya terjadi di sekolahnya masing-masing seperti halnya di SMA 1 Kediri Tabanan.

Hal tersebut diakui oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kediri, I Wayan Sutaya. Dirinya menjelaskan sudah lima hari siswinya mengalami kerauhan yang mengikuti pementasan Tari Rejang Sandat Ratu Segara pada Sabtu (18/8) hingga saat ini Kamis (23/8). Para siswi yang kerauhan, pada pagi harinya terlihat biasa saja mengikuti jam pelajaran sekolah, tetapi di saat memasuki jam istirahat pertama sekitar pukul 10 Wita, siswi penari Rejang Sandat Ratu Segara mengalami kerauhan.

Akhirnya pihak sekolah terpaksa memulangkan para siswa-siswinya, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti adanya kerauhan massal.

"Saya pulangkan anak-anak, agar lebih kondusif, untuk mencegah terjadinya kerauhan massal. Apalagi paginya ada gempa," tandasnya Wayan Sutaya saat ditemui di sekolahnya.

Sutaya menambahkan, siswi yang kerauhan sambil menari dan berteriak lebih dari 10 orang yang berasal dari kelas 11 dan 12. Tidak hanya itu saja, karena pihak sekolah tidak mengerti dengan halnya ilmu gaib, maka pihaknya memanggil orang tua siswa untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Pihak sekolah memutuskan untuk memanggil orang tuanya ke sekolah, pasalnya kami tidak lagi bisa menanganinya," paparnya.

Sutaya berharap, dengan sudah dilakukannya upacara guru piduka oleh Bupati Tabanan Eka Wiryastuti, muridnya yang mengalami kerauhan bisa kembali pulih lagi, dan bisa mengikuti proses belajar seperti biasanya. (kdk)