JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang beberapa waktu lalu terbentuk harus rontok. Pasalnya, koalisi yang sebelumnya terdiri dari 9 partai politik yakni Partai Golkar, Gerindra, NasDem, PKPI, Partai Demokrat, Perindro, Hanura, PKS, PAN mulai tidak kompak. Pasalnya, PAN sudah menyatakan dukungan dan bergabung mendukung calon yang diusung oleh PDIP.

 

DENPASAR-fajarbali.com | Keluarnya PAN Bali dari KRB dan mendukung Pasangan Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) didasarkan oleh komitmen PAN yang  calonnya sejalan dengan PDIP. Bahkan, Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan dan Sekjen DPP PAN, Eddy Soeparno di Jakarta pada Selasa (14/11/2017) yang lalu telah mengeluarkan surat rekomendasi calon.

Mengetahui itu, sejumlah partai yang tergabung dalam KRB kaget. Contohnya saja NasDem. Menurut Ketua DPW Partai NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa tak menyangka jika PAN akan berbalik arah. Padahal, PAN sepakat untuk membentuk koalisi besar di Pilgub Bali 2018. "Jadi saat itu sempat bertemu saat rapat bersama kita semua sepakat membentuk koalisi besar," ujarnya, Rabu (15/11/2017).

Gunastawa berharap, mundurnya PAN dari KRB diharapkan tak mempengaruhi keberlangsungan KRB yang ingin membentuk koalisi besar pada Pilgub Bali 2018 mendatang. Mengingat, KRB terbentuk atas dasar kesamaan platform dalam membangun Bali ke depan. "Kita sepakat dengan koalisi ini. Jangan sampai layu sebelum berkembang," harapnya.

Kendati demikian, NasDem tak mempermasalahkan sikap PAN yang mendukung Pasangan Calon yang diusung oleh PDIP. "Kami hormati keputusan teman-teman PAN," tuturnya.

Walaupun terjadi tarik ulur soal posisi Cagub (Calon Gubernur), lanjut Gunastawa, NasDem tetap berkomitmen berjuang bersama KRB. "Kami masih komitmen dengan KRB. Nggak ada istilah tarik-ulur, percayalah nanti akan keluar paketnya," paparnya.

Sama halnya dengan PKPI. Partai yang memiliki satu kursi di DPRD Bali ini masih terus mengikuti alur dari KRB. Berbeda dengan PAN, PKPI tetap menentukan arah sendiri. Pasalnya, DPP PKPI memberikan keleluwasaan kepada daerah untuk mengambil keputusan.

"Oke muaranya dan ujungnya partai kan ke DPP. Tapi, kan tetap harus memperhatikan rekomendasi dari daerah. Jadi, tidak serta merta tidak mau gabung seperti itu," jelas Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Bali Kadek Nuartana. 

Ditempat terpisah, Calon Wakil Gubernur Bali dari PDIP Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengaku senang mendapat tambahan dukungan dari PAN. "Saya semakin tenang dan terimakasih dengan dukungan PAN. Saya yakin ini dapat bersama menuju Bali yang aman dan sejahtera," akunya.

Pria yang juga Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sekaligus mantan Bupati Gianyar menegaskan siap untuk bekerja dan berjuang memenangkan Pilgub Bali 2018 mendatang. "Kami siap bekerja sama untuk memenangkan Pilgub," pungkasnya. (her)