JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography

DENPASAR-Fajar Bali |  Abdul Rahman Willy alias Willy yang terjerat Kasus Narkotika tidak lama lagi akan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN)  Denpasar bersama tiga tersangka lain.  Ini menyusul sudah dilimpahkan berkas acara pemeriksaan oleh tim jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Denpasar ke PN Denpasar.  

 Hal ini sebagaimana diungkap Humas PN Denpasar,  I Made Pasek,  Rabu (11/10). "Berkas sudah dilimpahkan oleh jaksa ke PN Denpasar, "sebut Made Pasek yang juga salah satu hakim di PN Denpasar.  

Dikatakan, untuk tersangka Willy yang ditangkap di diskotik Akasaka,  Jalan Teuku Umar Denpasar, Senin (5/7) lalu akan disidangkan pada Kamis (19/10) mendatang dengan Ketua Majelis hakim Made Pasek. "Kebetulan kami yang ditunjuk sebagai ketua majelis hakim,"sebut Made Pasek.  

Sedangkan untuk ketiga tersangka lain,  yaitu masing-masing Dedi Setiawan alias Cipeng, Iskandar Halim alias Ko'i Bin Muslim Halim dan Budi Liman masing-masing ditangani oleh majelis hakim yang berbeda.  

Seperti diberitakan sebelumnya, Abdul Rahman Willy alias Willy ditangkap tim Mabes Polri di diskotik Akasaka pada hari Senin tanggal 5 Juli 2017 silam.  Willy ditangkap karena diduga memesan 19 ribu buitir ektasi.  Namun hal itu dibantah oleh Willy.  

Willy saat ditemui di sel tahanan Kejari Denpasar mengatakan tidak pernah memesan ektasi sebanyak 19 ribu. "Karena saya dipaksa, akhirnya saya memesan sempel saja,"ungkap Willy. 

Namun bukan bukan sempel yang datang melainkan 19 ribu butir ekstasi bersama tim Mabes Polri dan langsung menangkap tersangka Willy.  

Atas hal itu Willy yang sebelum disebut sebut sebagai GM Akasaka itu dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI.No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati. W-007