JA Teline V - шаблон joomla Форекс
  • Mang Jangol Jadi DPO, Jika Melawan Tembak di Tempat

    DENPASAR-fajarbali.comPolresta Denpasar resmi menetapkan I Gede Komang Swastika alias Jro Jangol alias Mang Jangol (41) sebagai tersangka terkait kepemilikan sabu dan senjata api di rumahnya di Jalan Pulau Batanta nomor 70, Denpasar. Selain tersangka, oknum Politisi Partai Gerindra itu juga tengah diburu dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Jika melawan saat ditangkap, Polisi tidak segan-segan akan melakukan tembak ditempat.

    Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo menjelaskan, penetapan tersangka terhadap pria kelahiran 19 Juni 1977 itu  berdasarkan empat alat bukti yang cukup. "Ada empat alat bukti untuk menjerat yang bersangkutan (Mang Jangol, red) sebagai tersangka. Dipastikan sudah A1 (pasti)," tegas Kombes Hadi.

    Empat alat bukti itu yakni terkait kepemilikan senjata api tak berijin dan penemuan sabu sabu di kamar Mang Jangol sendiri. Rinciannya, sabu seberat 7,16 gram, satu senjata bareta tanpa ijin. Selanjutnya, dua air sofgun, lima pisau belati, satu keris kuningab, lima kotak peluru senapan angin, satu kotak peluru Air Softgun, empat bong, dua buku tabungan dan lima tabung gas air sofgun.

    Kombes Hadi menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan tim khusus untuk mengejar tersangka Mang Jangol ditempat persembunyiannya. Apabila saat penangkapan Wakil Ketua DPRD Bali itu melawan, pihaknya tidak segan segan tembak ditembak. "Atas perintah Bapak Kapolda kami akan tembak ditempat ketika apabila melakukan perlawanan. Siapa pun yang membantu akan berhadapan dengan hukum," ucapnya tegas.

    Selain menetapkan Mang Jangol sebagai tersangka, Polresta Denpasar juga menetapkan kakak kandungnya, I Wayan Sunada alias Wayan Kembar tersangka kasus kepemilikan sabu dan masuk DPO. "Ya kami juga menetapkan kakak kandungnya Wayan Kembar juga sebagai DPO," Sebut Kombes Hadi.

    Tersangka Wayan Kembar dijadikan tersangka menyusul ditemukannya 7 paket sabu seberat 4,24 gram, uang tunai Rp. 6,9 juta, tiga buah HP, enam buku tabungan, lima buah gunting, lima korek api gas, satu bong, pascapengerebekan Sabtu lalu.

    Sekedar diketahui Sat Resnarkoba Polresta Denpasar mengerebek rumah Jro Gede Komang Swastika di Jalan Pulau Batanta nomor 70, Denpasar, Sabtu (4/11) sekitar pukul 01.00 dinihari. Pengerebekan itu berawal dari tertangkapnya dua pengedar narkoba I Gede Juni Antara (21) dan I Kadek Suardika (19) dengan barang bukti paket sabu seberat 0,14 gram.

    Dalam pengerebekan tersebut, petugas mendapati 4 kamar kos yang khusus digunakan untuk mengkomsumsi sabu. Dilokasi petugas kepolisian mengamankan 4 pengedar narkoba. Polisi juga menemukan paketan sabu dan senjata tajam di dalam kamar Wayan Sunada alias Wayan Kembar.

    Namun sayang, pascapengerebekan Mang Jangol dan istri pertamanya, Dewi, berhasil kabur lewat jendela kamar. Di kamar Mang Jangol polisi menemukan barang bukti 6 paket sabu dan senjata api jenis Bareta, berikut peluru dan senjata tajam.(hen)

  • Polisi Periksa Orang Tua Mang Jangol

    DENPASAR-fajarbali.com | Penyidik Sat Resnarkoba Polresta Denpasar berencana memanggil dan memeriksa kedua orang tua Jro Gede Komang Swastika alias Mang Jangol, buronan narkoba. Hingga kini, mantan Wakil Ketua DPRD Bali itu belum berhasil ditangkap bersama kakak kandungnya I Wayan Sunada alias Wayan Kembar.

    Menurut Kasat Reserse Narkoba Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, pengejaran terhadap Mang Jangol dan Wayan Kembar masih berlangsung. Selain itu, penyidikan terhadap tujuh orang tersangka yang sudah ditangkap termasuk saksi-saksi juga diintensifkan. “Mang Jangol dan Wayan Kembar masih kami kejar,” ujar Kompol Artha, Minggu (12/11).

    Mantan Kapolsek Kuta Utara itu menerangkan, rencananya, Senin (12/11) hari ini, penyidik mengagendakan pemeriksaan terhadap kedua orang tua Mang Jangol, berinisial I Made S. dan Ni Made N. “Surat pemanggilan sudah dikirimkan kepada kedua orang tuanya dengan jadwal pemeriksaan dilakukan besok (hari ini),” terangnya.

    BACA JUGA:

    Ternyata Mang Jangol Pernah Direhabilitasi 

    Mang Jangol Jadi DPO, Jika Melawan Tembak di Tempat

    Istri Mang Jangol Dibekuk di Jembrana

    Kompol Artha menjelaskan, materi pemeriksaan tehadap I Made Suda dan Ni Made Nasih terkait dugaan dengan sengaja tidak melaporkan adanya suatu tindak pidana narkotika yang dilakukan Mang Jangol di rumahnya di Jalan Pulau Batanta, nomor 70, Banjar Seblanga, Denpasar Barat. “Besok rekan-rekan bisa langsung konfirmasi ke Kapolresta terkait pemeriksaan ini,”ujar Arta.

    Pemeriksaan terhadap kedua orang tua Mang Jangol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 131 UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dalam pasal itu, dijelaskan tiga unsur, pertama unsur setiap orang, kedua unsur dengan sengaja dan yang ketiga tidak melaporkan adanya tindakan pidana narkotika.

    Diberitakan, rumah Jro Gede Komang Swastika alias Mang Jangol di jalan Pulau Batanta nomor 70, Denpasar digerebek Sat Resnarkoba Polresta Denpasar, Sabtu (4/11). Pengerebekan itu berawal dari tertangkapnya dua pengedar narkoba yang mengaku mendapatkan sabu dari rumah Mang Jangol.

    Saat digerebek, 4 pemuda yang diduga pengedar diamankan polisi, namun Mang Jangol dan istrinya Ni Luh Ratna Dewi kabur melalui jendela kamar. Ni Luh Ratna Dewi yang merupakan istri pertama Mang Jangol ditangkap ditempat persembunyiannya di rumah istri kedua Mang Jangol di Jembrana. (hen)

  • Ternyata Mang Jangol Pernah Direhabilitasi 

    Empat hari masuk daftar pencarian orang (DPO), Jro Gede Komang Swastika alias Mang Jangol yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Bali belum tertangkap. Ternyata, keterlibatannya dalam kasus narkoba sudah lama terendus aparat kepolisian. Terlebih, Mang Jangol sempat direhabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali.  

google-site-verification: google7d59b1e99861fab7.html