JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KLUNGKUNG
Typography

SEMARAPURA-Fajar Bali | Memasuki pekan kedua, semakin banyak pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Klungkung yang mengalami masalah kesehatan. Hingga Minggu (8/10) tercatat ratusan pengungsi berstatus pasien di RSUD Klungkung. Biaya perawatannya pun makin membengkak, yakni Rp 180 juta untuk rawat inap. Ironisnya, tak banyak pengungsi yang mengantongi kepesertaan Badan Penyelengara Jaminan Kesehatan (BPJS), sehingga ratusan juta biaya perawatan harus menjadi piutang pemkab.

Dikonfirmasi Minggu (8/10), Direktur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma mengungkapkan untuk masalah biaya kesehatan pengungsi, yang memiliki kartu BPJS, otomatis akan ditanggung BPJS. Sedangkan untuk yang tidak memiliki kartu jaminan kesehatan tersebut, akan tercatat sebagai pasien umum. dr. Kesuma mengakui, jumlah pengungsi Gunung Agung yang dirawat di RSUD Klungkung cukup banyak. Sesuai data hingga Sabtu (7/10) jumlah kunjungan pasien mencapai 736 orang. Selanjutnya yang dirawat di ruang UGD sebanyak 459 orang, rawat inap 170 dan rawat jalan 277. Sedangkan pengungsi yang meninggal dunia sebanyak 13 orang. Sayangnya, dari jumlah pasien sebanyak itu, yang memiliki jaminan kesehatan (BPJS) sangat minim.

Sesuai data hingga tanggal 30 September lalu, biaya rawat jalan dan rawat darurat pasien pengungsi yang tak memiliki kartu BPJS mencapai Rp 72 juta. Sedangkan biaya rawat darurat dan rawat inapnya hingga tanggl 1 Oktober mencapai Rp 180 juta. Untuk menutupi piutang biaya perawatan tersebut, dr. Kesuma mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Keputusannya, klaim biaya perawatan tersebut diserahkan ke Dinas Kesehatan Provinsi, untuk selanjutnya diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).

"Pasien pengungsi yang memiliki kartu BPJS ditanggung BPJS Kesehatan sedangkan pasien yang tidak memiliki jaminan di klaim ke Dinas Kesehatan Provinsi untuk diteruskan ke BNPB pusat dengan tarif sesuai pasien BPJS," ujar dr. Kesuma.

Ketentuan tersebut juga berlaku bagi pasien yang telah meninggal dunia. Apabila yang bersangkutan memiliki kartu BPJS klaim perawatan ditanggung BPJS. Sebaliknya yang tak tercatat sebagai peserta BPJS, seluruh biaya perawatan tercatat sebagai pasien umum. dr. Kesuma pun mengatakan, biaya perawatan pasien yang meninggal dunia sudah digabung dalam piutang pasien umum dan sudah diserahkan ke Diskes Provinsi.

Meski seluruhnya masih berproses, pemkab Klungkung memastikan perawatan kesehatan bagi para pengungsi Gunung Agung tetap akan dilayani. Bahkan untuk mengantisipasi lonjakan pasien, sejak jauh-jauh hari RSUD Klungkung telah menyiapkan 50 buah bed tambahan. Dengan harapan, seluruh masyarakat terlayani dengan maksimal. W-019