JA Teline V - шаблон joomla Форекс

KARANGASEM
Typography

AMLAPURA-Fajar Bali | Gubernur Bali, Made Mangku Pastika tak bisa menahan kekecewaannya. Hal itu menyusul data pengungsi dari Pemkab Karangasem tidak sesuai dengan jumlah penduduk yang berada di kawasan rawan bencana. Kekecewaan itu disampaikan Made Mangku Pastika saat digelar rapat koordinasi di posko induk tanggap darurat, Di dermaga Tanah Ampo, Manggis, Karangasem (9/10). 

Pastika mengatakan, data pengungsi sangat diperlukan karena menyangkut anggaran untuk pengungsi. Ia pun meminta dalam tiga hari kedepan data pengungsi harus sudah selesai. "Akurasinya harus 100 persen, tidak bisa hanya kira-kira saja," ujar Made Mangku Pastika. 

Nantinya, kata Pastika, data tersebut akan dipakai sebagai acuan membuat kartu pengungsi. Ia pun meminta agar yang hadir untuk mulai bekerja melakukan verifikasi data pengungsi. Selain itu, Gubernur juga meminta agar para pengungsi yang berada di luar zona bahaya untuk kembali pulang. "Kalau yang di luar KRB nanti tidak akan mendapatkan kartu pengungsi," ujarnya lagi. 

Data pengungsi, sebut Mangku Pastika akan dipakai acuan untuk anak-anak pengungsi bersekolah. Ia pun memaklumi, kalau data Pemkab Karangasem belum valid karena para pejabatnya panik. "Mungkin pejabat di Karangasem kemarin panik dan berduyun-duyun ikut mengungsi sehingga data pengungsi belum kelar," ujarnya lagi. 

Ia pun mewarning, dalam tiga hari kedepan data pengungsi harus sudah kelar. Jika tidak, pihak provinsi akan mengambil alih pendataan pengungsi. Sehingga data yang dimiliki total jumlah pengungsi benar-benar valid. "Setelah ada data baru bisa buat kartu pengungsi, sehingga dalam penganggaranya bisa kita alokasikan," ujarnya lagi. 

Terkait anggaran, pemprov Bali masih memiliki anggaran dana tak terduga sebesar Rp 4,5 miliar. Anggaran itu,katanya bisa ditambah saat pembahasan APBD Perubahan. "Kalau mereka mengungsi dlam jangka waktu lama misalnya tahun 2018, anggaranya bisa kita tambah," ujarnya. W-016