JA Teline V - шаблон joomla Форекс

GIANYAR
Typography

GIANYAR-Fajar Bali | Ida Bagus Gaga Adi Saputra yang biasa disapa Gus Gaga telah menerima surat pemecatan dirinya sebagai PNS dengan tidak hormat. Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia, No : 00009/KEPKA/TDH/09/17 tertanggal 26 September 2017 ditandatangani Direktur Pensiun Pegawai Negeri Sipil dan Pejabat Negara, Bambang Hari Sumasto yang petikan keputusan tersebut ditembuskan kepada Bupati Gianyar, Kepala KPPN/Kasda dan Kepala Kantor Cabang PT Taspen di Denpasar. Dalam surat satu lembar tersebut, terdapat tujuh point mengingat dan delapan point menetapkan. Surat keputusan tersebut juga dikirimkan ke Rumah Jabatan Sekda, Jalan Ken Dedes No 1 Gianyar.

Berkaitan dengan surat tersebut, tidak ada satupun pejabat di Gianyar memberikan konfirmasi dan penjelasan. Wakil Bupati Gianyar, Made Agus Mahayastra ketika dikonfirmasi juga tidak mengangkat telephone.

Dikonfirmasi terpisah, Mantan Sekda Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra membenarkan dirinya menerima surat pemberhentian tersebut. Dalam sambungan telephone, Gus Gaga menyebutkan bahwa memang benar hari ini selasa 10-10-2017  saya telah menerima keputusan pemberhentian tidak dengan hormat  sebagai PNS sesuai kepres nomor 00009/KEPKA/TDH/09/17 Tertanggal 26 Sep 2017. Berkaitan dengan surat tersebut, Gus Gaga sendiri menyatakan dirinya merasa kaget dan tidak percaya akan hal ini. Tuduhan bahwa dirinya menjadi pengurus Partai Demokrat dijadikan satu-satunya rujukan atas keluarnya pemecatan.

“Saya tidak habis pikir, padahal sebagai teman-teman (wartawan, red) ketahui bersama bahwa tuduhan atas keikutksertaan saya sebagai pengurus partai demokrat sudah pernah dirapatkan oleh Gubernur (lewat Sekda Bali), dan sudah diklarifikasi oleh Partai Demokrat sendiri, baik secara lisan maupun  tertulis bahwa tidak benar saya menjadi anggota maupun pengurus Partai Demokrat,” jelas Gus Gaga.

Menyikapi dengan surat pemecatan tersebut, Gus Gaga menyatakan menolak. “Selanjutnya saya akan berkonsultasi kepada Pemerintah Provinsi Bali maupun  minta klarifikasi pihak yang berwenang tentang kebenaran SK ini,” jelasnya lagi. Dikatakan Gus Gaga lagi, sejak awal dirinya meyakini bahwa kondisi yang menimpa dirinya adalah murni  politik. “Dan sekarang ini adalah tahun politik, sehingga saya bisa mengerti bahwa saya harus dihabisi karena dianggap sebagai ancaman bagi Agus Mahayastra dan adiknya Agung Bharata  pada Pilkada gianyar 2018 nanti,” terangnya.

Ditambahkannya, hal tersebut sebagai bukti nyata dari ucapan Agung Bharata yang disampaikan langsung kepada dirinya tatkala menyerahkan SK pembebastugasan dirinya sebagai Sekda. Dimana pembebastugasan dirinya diterima Desember 2016 lalu. Gus Gaga sendiri menyebutkan bahwa keluarga Agung Bharata keberatan kalau Gus Gaga tetap menjabat sebagai Sekda. “Ada keberatan kalau saya tetap menjabat Sekda dan saya dianggap menjadi penghalang pada Pilkada nanti,” tuntas Ida Bagus Gaga Adisaputra.W-010