JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Jabatan Sekda Gianyar yang kini masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt), mulai diperebutkan. BKD-SDM Gianyar sudah memasang pengumuman untuk seleksi jabatan tersebut.

Putu Tania Leonita Grafita (7) dan Made Rama Divyanam Putra Diana (5) anak dari Made Diana Putra yang sempat diculik, akhirnya kembali ke rumah dengan selamat.

Guna menanamkan jiwa antikorupsi sejak dini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar, menggelar lomba pidato tingkat sekolah di Balai Budaya Senin (11/12/2017) lalu. Dalam lomba tersebut, siswa berlomba dengan tema ‘Gerakan AntiKorupsi’.

Maestro lukis asal Banjar Teges, Kelurahan Gianyar, Made Kedol Subrata (67) berpulang Hari Minggu sekitar pukul 23.20 Wita.

Bencana tak selamanya diiringi air mata. Di Kabupaten Klungkung buktinya, banjir yang terjadi di Sungai Unda beberapa waktu lalu kini disulap menjadi rupiah.

Krisis air bersih di wilayah Kecamatan Klungkung belum berakhir. Sudah tiga hari, 15 ribu pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Klungkung 'berburu' air untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pariwisata di Kabupaten Klungkung mulai terdampak erupsi Gunung Agung. Semenjak Bandara Internasional Gusti Ngurah Rai ditutup, kunjungan wisatawan merosot.

Warga di bantaran Sungai Unda, Klungkung, Senin (27/11) pagi dikejutkan dengan bunyi gemuruh dari hulu. Bunyi tersebut rupanya berasal dari banjir lumpur yang mengalir deras. Uniknya, masyarakat tidak panik, sebaliknya mereka justru beramai-ramai menonton banjir tersebut. Meski sudah dilarang, warga justru semakin ramai, bahkan ada yang nekat menangkap ikan ke tengah sungai yang dipenuhi lumpur.

 

BANGLI-fajarbali.com | Bupati Bangli,I Made Gianyar, Senin (4/12/2017) melakukan inspeksi mendadak( sidak) ke sejumlah kegiatan fisik  Pemkab Bangli di Kecamatan Bangli.Ada delapan kegiatan yang disidak, dari pagi hingga siang, dimulai dari sidak proyek di RSUD Bangli, proyek rehabilitasi darianse Kota Bangli sampai ke proyek peningkatan jalan lingkar Pura Bukitjati, Bunutin.  

Inpeksi yang diikuti juga Wabup Sang Nyoman Sedana Arta dan Sekda Bangli, Ida Bagus Giri Putra saat menyidak proyek di RSUD Bangli, tak ada masalah yang terlampau siginifikan. Meski demikian Bupati Bangli berharap rekanan tidak muluk-muluk menyampaikan laporan kegiatan ini ke Bupati Bangli."Saya tak ingin saat saya turun baik-baik, tetapi saat BPK turun lalu ada masalah," ujar Bupati Bangli wanti-wanti kepada hampir semua rekanan yang proyeknya disidak saat itu.

Kemudian Bupati Bangli meninjau proyek rehabilitasi drainase Kota Bangli dengan dana Rp. 7,6 miliar lebih yang dikerjakan CV Catur Harapan Utama. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas PU PR Perkim, I Wayan Suarsana mengatakan kalau progres kegiatan fisik itu baru mencapai 19 persen dari 80 persen target selesai. Bupati Bangli tampak kaget mendengar laporan itu. Lalu pihak pelaksana proyek  (CV Catur Harapan), I wayan Kerta menyampaikan asalasan keterlambatan, dimana awalnya alat yang ada di Surabay dipbawa ke Bangli untuk memudahkan pekerjaan. Namun di tengah jalan ada gejala erupsi Gunung Agung yang berkonsekuensi pada lekangkaan material, maka akhirnya alat dipindah lagi ke Surabaya. Hal inilah yang cukup memakan waktu, terutama di pengiriman beton cetak."Pindah alat ini cukup memakan waaktu," ujarnya.

Tanpa berkesempatan memberikan alasan yang lain lagi dari rekanan langsung dipotong Bupati Bangli. Karena Bupati Bangli seakan taak terima dengan alasan tersebut. Menurutnya tak patut ada alasan apa lagi, ketika rekanan sudah menada tangani proyek.

"Kalau sudah tandatangani kontrak sudah harus ready segalanya, baik alat dan yang lainnya," ujarnya Bupati yang banyak memberikan ilustrasi saat itu. Dan kepada OPd yang menjadi leading sektor, ke depan agar dimenangkan rekanan yang telah siap dengan segalanya di Bangli, biar pejabat tidak berat lagi untuk mengklarifikasi ke luar daerah.

Rekanan tampak melongok tak mampu untuk bicara apapun lagi. Bahkan Wabup Sang Nyoman Sedana Arta marah-marah kepada rekanan. Dikatakan drainase kota Bangli benar-benar menjadi dambaan, mengingat persoalan banjir yang senantiasa mewarnai Bangli. Tetapi setelah pemerintah mengalokasikan anggaran besar karena keseriusan pemerintah lalu rekanan membuat kecewa.

"Ini menampar muka saya dan Pak Bupati," ujarnya kesal. Wabup melihat tak ada niat rekanan untuk mengejar target selesai, kaarena tak ada penambahan tenaga kerja."Berapa sih tenaga yang digunakan, ini tampak tak ada niat untuk kejar target, dilihat dari jumlah tenaga yang tidak ada penambahan," ujarnya. PPK Dinas PU PR Perkim Bangli , I Wayan Suarsana ketika mengatakan bakal berupaya untuk mensuport rekanan agar bisa kejar reaalisasi pekerjaan 50 persen sampai pada jatuh emponya (21/12), malah ditolak oleh Wabup, untuk tidak dikejar, karena berpengaruh pada kualitas. "Jangan dikejar begitu nanti efeknya kualitas," tambahnya lagi.

Sementara sejumlah pejabat dalam rombongan itu secara bisik-bisik mempertanyakan soal ketiadaan lubang untuk aliran air di jalan ke drainase, padahal drainase sesungguhnya harus menampung air hujan (air di jalan) agar tidak banjir. Pada atu sisi juga ada bisik-bisik pejabat kalau proyek itu tidak memberikan ruang bagi rumah tangga untuk menyalurkan limbahnya.

"Ada limbah yang kami lihat taadi ngecor tak masuk drainase," ujar pejabat yang enggan ditulis namanya. Pejabat ini mengatakan drainase harus menampung limbah rumah tangga.Tetapi soal limbah ngecor tak masuk drainase, apakah rekanan yang tidak menolak pembuangan limbah atau memang faktor lain, dia mengaku belum tahu persis persoalannya. Tetapi kalau saja limbah rumah tangga tetap ngecor tak mauks drainase, tentu drainase tidak mengatasi limbah atau kekumuhan.

Saat sidak ke proyekl lain, tak ada persoalan yang terlampau signifikan. Proyek Pasar di Terminal Loka Srana hanya diakui ada keterlambatan 9 persen, namun rekanan berjanji bakal mempercepat kerja. Pelaksana proyek PT Pusuk Indah Lestari mengatakan pihaknya menggunakan sistem lembur untuk kejar target selesai, 3/12. Bahkan bukan sekadar lembur (siang malam). Bahkan tenaga kerja juga berbeda. Karena ketika menggunakan tenaga yang sama, bakal mereka bakal kelelahan.

"Siangnya beda orangnya tenaga untuk malam hari juga beda, karebna kalau tenaga mereka diposir bakal kelelahan," ujar pelaksana proyek tersebut. (sum)

BANGLI-fajarbali.com | Kabupaten Bangli tercatat tertinggi di Bali dalam hal nikah di usia dini. Ada yang berusia 16 tahun sudah menikah. Banyak faktor penyebab, salah satunya karena faktor dingin.

Hujan deras di Bangli menyebabkan pohon Beringin berusia ratusan tahun di jalan Desa Bangbang menuju Dusun Bangkiangsidem tepatnya di perbatasan Dusun Cepunggung tumbang Selasa(21/11/2017). Tumbangnya pohon Beringin yang berdiameter sekitar satu meter dan tinggi 25 meter ini menyebabkan arus lalulintas terganggu. 

BANGLI-Fajar Bali |  Saat Umanis Galungan Kawasan obyek wisata Kintamani yakni di Penelokan dan Desa Wisata Penglipuran masih tetap menjadi primadona para wisatawan dominan warga Bali menikmati indahnya pegunungan dan suasana pedesaan yang masih ASRI. Terbukti dua obyek wisata ini ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Sedangkan wisatawan domestik yang dari luar Bali, umumnya datang secara berombongan dengan menggunakan bus Seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pengunjung  sangat ramai pada Manis Galungan. Kendaraan roda dua maupun empat sejak pagi sudah  mulai berdatangan. Meski pengunjung sangat padat,pantauan dilokasi Penelokan pukul 13.00. pihak instansi terkait tidak ada betugas untyuk pengamanan. Situasi membludaknya pengunjung ke DTW dimanfaatkan oleh para pengunjung yang membawa sepeda motor dengan parkir ditempat yang sehariannya steril dari parkir saat ada petugas yang jaga tidak seperti saat umanis Galungan lalu. Selain itu, karena sekarang bertepatan dengan liburan sekolah, jadi membuat suasana liburan semakin terasa.

Berdasarkan pantauan, di Obyek Wisata Penelokan, kedatangan pengunjung khususnya di kawasan Penelokan mulai terlihat sejak pukul 11..00 Wita. Awalnya, jumlah pengunjung mencapai ribuan. kendaraan roda empat maupun dua padat. Sehingga jumlah pengunjung yang datang semakin banyak. Arus lalu lintas menjadisedikit  krodit. Sementara itu, sejumlah pengendara roda dua masih banyak yang parkir di zona terlarang makulum tidak ada petugas. Cuaca yang cerah keindahan Gunung dan Danau Batur terlihat dengan jelas, pengunjung yang datang mencapai ribuan orang. Disamping itu seperti kita lihat banyak wisatawan juga mulai turun ke kawasan Toyabungkah,Trunyan maupun Kedisan untuk menikmati keindahan Danau.

Menurut salah seorang pengunjung asal Gianyar yang tidak mau disebut namanya mengatakan pihaknya sering berwisata ke Penelokan, bersama rombongan sepeda motor.Ditanya mengapa parkir ditempat terlarang dengan malu-malu dia menjawab "Ah mungpung tidak ada petugas"ujarnya.

Sedangkan obyek wisata Anjungan Tukad Melangit yang ada di Dusun Antugan,Desa Jehem,Kecamatan  Tembuku  juga ramai pengunjung kebanyakan warga lokal Bali.Sementara kawasan Toya Bungkah dan sekitar Danau Batur terlihat mobil roda empat dan sepeda motor lalulalang turun terlihat ramai pula.

Disamping itu hal serupa juga terjadi pada objek Wisata Desa Penglipuran.Seperti yang disampaikan oleh Ketua Pengelola Objek Wisata I Nengah Moneng ,kunjungan pada umanis Galungan ini ditaksir lebih sedikit dari libur tahun baru.Pasalnya liburan kali ini hanya libur lokal Bali saja.Kemungkinan nanti saat libur nasional dan tahun baru yang tinggal dua bulan lagi, mungkin bisa lebih ramai lagi. "Jumlah tingkat kunjungan rasanya belum bisa dihitung"ujarnya. (sum)

Dampak erupsi Gunung Agung tidak saja membuat puluhan ribu warganya harus berada di pengungsian. Namun, erupsi juga mengakibatkan 302  hektar lahan milik petani juga harus merasakan dampak erupsi, baik karena sebaran abu vulkanik maupun terjangan banjir lahar hujan.

Tim gabungan yang dikoordinir Basarnas melakukan evakuasi terhadap warga, Ni Nengah Sari asal Banjar Abiantiing, Desa Jungutan, Bebandem, Karangasem yang diketahui mengalami gangguan jiwa.

Aktivitas Gunung Agung, Karangasem Bali sampai kini belum ada tanda-tanda mereda, sehingga warga di kawasan 10 kilometer dari kawah gunung masih tetap berada di pengungsian. Bagi warga yang mengungsi, tidak saja harus meninggalkan harta bendanya di rumahnya masing-masing, namun juga harus meninggalkan hewan peliharaanya seperti anjing, kucing maupun ayam. 

 

Untuk mempercepat proses nomalisasi sungai  di sejumlah titik di Karangasem, DPRD Karangasem menyarankan agar Pemkab Karangasem memakai dana tak terduga dan mitigasi bencana yang telah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2017.

Astagina