JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BULELENG
Typography

SINGARAJA – Fajar Bali | Peristiwa mengenaskan kembali terjadi di Kabupaten Buleleng. Sebuah rumah permanen yang ada di Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng tepatnya di Jalan WR Supratman nomor 29, Rabu (11/10) sekitar pukul 00.30 dinihari ludes terbakar. Tragisnya peristiwa kebakaran  rumah milik Liang Sanjaya Putra alias Aliang mengakibatkan dua sanak keluarganya tewas terpanggang lantaran terjebak kobaran api.

Kedua korban yang menjadi korban yakni Ketut Kimawati dan Anik Meliani. Mayat Ibu dan anak itu berhasil ditemukan di kamar mandi, karena diduga keduanya sempat berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam kamar mandi rumah tersebut.

Kapolsek Kota Singaraja Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma membenarkan kejadian kebarakan tersebut. Menurutnya, dari keterangan saksi Ketut maliawan yang bekerja sebagai Security rumah itu, disebutkan bahwa peristiwa kebakaran terjadi diawali dengan suara ledakan dari dalam rumah. Dengan kondisi dalam rumah yang dipenuhi barang barang mudah terbakar, api pun dengan cepat membesar. ”Dari keterangan saksi yang merupakan seorang security mengaku mengetahui peristiwa kebakaran itu yang mana dimulai dengan adanya ledakan di dalam rumah kemudian dikatakan api sangat cepat membesar dan membakar seluruh seisi rumah,” katanya.

Hingga saat ini Polsek Kota Singaraja, masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. Bahkan, tim Labforensik Polda Bali sudah turun langsung, pada Rabu (11/10) siang untuk melakukan penyelidikan. Sejumlah sampel sudah diambil untuk di uji di Labfor Denpasar. Meski begitu, untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, kini masih menunggu hasil labfor.

Proses pemadaman api oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng berlangsung selama tiga setengah jam. Dinas PMK sendiri mengerahkan lima unit mobil pemadam, masing masing dua unit dari Pos induk, satu unit dari Pos Kubutambahan, dan dua unit dari Pos Seririt. ”Tiga setengah jam api dapat kita padamkan dengan mengerahkan sebanyak lima mobil dan menghabiskan sebanyak 15 tengki air,” jelas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng Gede Sugiartha Widiada.

Saat peristiwa kebakaran, di rumah itu terdapat 5 orang yakni, satu orang satpam bernama Ketut Maliawan (46) warga Kelurahan Banjar Bali, 1 orang pembantu bernama Nengah Tunjung (42) warga Kelurahan Kampung Baru, 1 orang anak bernama Hanna Suila Agustin (12) yang tak lain anak angkat Aliang, orang tua Aliang bernama Ketut Kimawati (75) dan adik aliang bernama Anik Meliani (46).

Kasubag Humas RSUD Buleleng, Ketut Budiantara mengatakan, untuk jenazah Kimawati menderita luka bakar sebesar 70 persen. Sedangkan, jenazah Anik Meliani menderita luka bakar sebesar 90 persen.”Untuk jenazah Kimawati dari bagian kepala sampai badan utuh. Kakinya saja yang terbakar. Sedangkan, untuk jenazah Anik Meliani terbakar rata di seluruh tubuh,”unngkap Budiantara. Hingga berita ini ditulis rumah korban terbakar masih di pasangi polis line dan dilakukan penjagaan dari oknum kepolisian. W–008