JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Pembahasan APBD Perubahan Bali, Anggaran Belanja Berkurang

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | APBD Perubahan Tahun 2018 mulai dibahas oleh DPRD Bali. Ketua Pansus APBD Perubahan 2018 DPRD Bali Ketut Kariyasa Adnyana mengatakan, pendapatan daerah ditetapkan bertambah sekitar 3,66 % atau sebesar Rp. 218.909.536.277 dari jumlah Rp. 5.980.912.107.128 pada APBD induk dan menjadi Rp. 6.199.821.643.405 pada APBD perubahan.

Untuk belanja daerah telah disepakati sebesar Rp. 6.595.712.545.306,96. Jumlah tersebut berkurang sebesar Rp. 68.431.982.740,58 dari anggaran sebelum perubahan yang berada pada angka Rp. 6.664.144.528.047,54. 

Kariyasa menjelaskan, perubahan anggaran belanja disebabkan oleh turunnya regulasi yang baru dan rasionalisasi. Misalnya saja adanya Gaji ke-13 dan 14 bagi PNS di Pemprov Bali.

Sementara itu, anggaran belanja tidak langsung juga ditetapkan sebesar Rp. 4.834.260.782.456,87. Bertambahn 2,15 persen dari jumlah Rp 4.732.332.457.425,54 yang sebelumnya ditetapkan. Begitu juga dengan belanja langsung yang awalnya Rp 1.931.812.070.622,00 berubah Rp 1.761.481.762,850,09. Perubahan ini dikarenakan adanya Belanja Hibah.

Sehingga ada pergeseran dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk pembangunan Pura Punduk Dawa di Klungkung sebesar Rp. 15 milyar, karena dengan menggunakan BKK maka tidak bisa dikerjakan. “Bantuan keuangan yang jadi turun, sedangkan hibah bertambah. Itu saja pergeseran anggaran. Selain untuk bantuan pura, ada juga hibah untuk KONI, PMI dan KPU,” terangnya, Rabu (12/9/2018).

Sekretaris Komisi III ini menyebut jika APBD Perubahan 2018 lebih sehat dan rasional dibanding APBD induk sebelumnya. Hal tersebut bisa dilihat dari kebutuhan realistis daerah yang bersifat lebih produktif dan tidak berlebihan.

Kendati demikian, ada pos anggaran yang mengalami penurunan sekitar 50 persen dari sebelumnya. Yakni Anggaran tidak terduga. Sebelumnya, pos anggaran tak terduga dialokasikan sebesar Rp 30.129.748.162,00. Tetapi kali ini berubah menjadi Rp. 15.074.019.975,34.

“Karena antisipasi bencana Gunung Agung cukup besar, karena saat ini kita lihat Gunung Agung sudah mulai normal dan waktu berjalannya masih sedikit sehingga anggaran itu bisa dipergunakan untuk program-program yang lain. Dalam APBD perubahan untuk belanja tak terduga dikurangi Rp. 15 milyar, hampir 50 persen dari sebelumnya Rp 30 milyar,” jelasnya. (her)