JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DPRD Tinjau Pelabuhan Gilimanuk

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Semakin dekatnya perhelatan IMF-World Bank yang akan berlangsung pada Bulan Oktober mendatang di Nusa Dua, persiapan terus lakukan. Selain Underpass Ngurah Rai, Pelabuhan juga melakukan persiapan.

Guna mengetahui persiapan Pelabuhan yang terletak diujung barat Pulau Bali tersebut, Komisi III DPRD Bali melakukan peninjauan. Rombongan Komisi III DPRD Bali dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Nengah Tamba. Kedatangan rombongan tersebut diterima oleh ASDP gilimanuk, Kapolsek Gilimanuk, dan Komandan Pos pelabuhan Gilimanuk.

"Kami mengecek fasilitas dan infrastruktur di Pelabuahn Gilimanuk, termasuk kesiapan armada kapal menjelang IMF-World Bank Meeting," ujar

Tamba, Selasa (11/9/2018).Tamba mengatakan, walaupun seluruh delagasi peserta IMF-World Bank menggunakan Pesawat Terbang, namun Pelabuhan harus tetap melakukan persiapan.

"Misalnya terjadi letusan gunung Agung, kapal-kapal di Pelabuhan Gilimanuk harus sudah siap untuk mengevakuasi delegasi tersebut," terangnya.

Dari pantauannya, Pelabuhan Gilimanuk dinilai masih kurang maksimal dalam melakukan persiapan. Mulai dari kapal-kapal dan kondisi pelabuhan. Bahkan, beberapa fasilitas lainnya masih minim. Sehinggaperlu banyak perbaikan. "Menyambut IMF-World Bank Meeting, kesiapan Pelabuhan Gilimanuk belum maksimal. Fasilitas dan Infrastrukturnya masih minim. Kita sudah minta itu harus segera dibenahi," akunya.

Saat ini, lanjut Tamba, sebanyak 52 Kapal berada di Pelabuhan Gilimanuk. Namun, hanya ada 35 kapal ang siap beroperasi. Kendati demikian, kapal-kapal tersebut sudah berusia tua dan tak layak. Dilihat dari kapasitasnya, jumlah kapal tersebut dianggap tak cukup untuk mengevakuasi ribuan delagasi jika sewaktu-waktu terjadi urgent. "Masih ada kapal tahun 60-an, 70-an dan 90-an," tegasnya.

Bukan hanya itu saja, kondisi Pelabuhan Gilimanuk juga terlihat kumuh dan kotor. Banyak ditemukan sampah yang berserakan. Pelabuhan pun juga terbilang kecildan kurang representative. "Kantornya kecil, tidak representatif untuk transit jika terjadi evakuasi ribuan delegasi tersebut," tambahnya.

Satu halyang juga menjadisorotan yakni keberadaan dari Kapal Patroli. Dimana, masih belum cukup untuk menjelajah Selat Bali yang cukup luas. "Kapal patroli berupa rubber boat dengan mesin 40 PK perlu untuk diperbesar mengingat kondisi selat Bali dan cuaca yang terkadang membuat kapal kandas," tutur dia.

Maka dari itu, Komisi III DPRD Bali menghimbau kepada ASDP Gilimanukuntuk segera melakukan pembenahan secara keseluruhan. Termasuk fasilitas. (her)