JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbai.com | Kader senior Partai Demokrat asal Karangasem Gusti Putu Widjera memutuskan hengkang. Dirinya lebih memilih bergabung dengan Partai Hanura Bali. keputusan hengkangnya anggota Komisi I DPRD Bali tersebut tampak dari Daftar Calon Sementara (DCS) di KPU Provinsi Bali.

Saat dikonfirmasi, Gusti Putu Widjera menampik jika alasan dibalik hengkangnya tersebut karena ada permasalahan tertentu. Dirinya mengaku murni bahwa itu adalah pilihan politiknya. "Hidup ini adalah pilihan, apapun hasilnya kita sudah siap taggung resiko apapun yang akan terjadi," akunya, senin (30/7/2018).

 

 

Ia menyebut bahwa dirinya bukanlah kader militan di Partai Demokrat. Kalau pun sampai ada yang menyematkan hal itu, akan lebih banyak yang tidak mempercayai. Terlebih, saat ini anaknya saati yakni Eka Mulyawan merupakan kader Partai Hanura. "Man mungkin orang percaya kalau saya bilang diri saya kader militan. Jelas tidak dong, anaknya di Hanura dan nyaleg di Kabupaten Karangasem," tegasnya.

Sejatinya, dirinya sejak awal masih menginginkan maju sebagai caleg dari Partai Demokrat. Hanya saja, proses rekrutmen yang tak jelas dan tak beres membuat dirinya mengambil keputusan untuk hengkang. Termasuk pencalegan di Kabupaten yang notabena mantan Bupati Karangasem Sumantara mengutamakan anaknya untuk bisa lolos dalam Pileg nanti. Kader partai yang dianggap pesaingnya meski incumbent juga disingkirkan. Itulah yang notabena menyebabkan Putu Widjera memilih tidak mau nyalon lewat Demokrat. "Benar, waktu itu saya memberi alasan untuk memilih istirahat dan tidak nyaleg lagi," tandasnya.

 

 

Mengenai maju dari Partai Hanura, batas waktunya hingga tanggal 31 Juli untuk mengajukan calon pengganti. Urusan lain-lainnya diserahkan pada induk partai Hanura. Ketika nantinya sudah ditetapkan sebagai Daftar Calon Tetap (DCT) dipastikan proses PAW terhadap dirinya di DPRD Bali akan gencar dilakukan. Dirinya sudah siap dan PAW pastikan akan memerlukan proses dan waktu.

Disisi lain, teman seperjuangan Gusti Putu Widjera di Komisi I DPRD Bali Ngakan Made Samudra telah menyarakan untuk tetap maju pada Pileg 2019. "Kita sudah sempat menyarankan maju lewat Demokrat apalagi caleg incumbent,"tambahnya.

 

 

 

Bagi Ngakan Samudra, perbedaan partai mpolitik dalam keluarga merupakan suatu hal yang lumrah. Contohnya saja seperti AA Susruta dari Partai Demokrat yang saat ini duduk sebagai Anggota DPRD Kota Denpasar, sedangkan dengan AA Adhi Ardhana dari PDIP saat ini anggota Komisi II DPRD Bali. "Kita sudah berusaha menyarankan seperti itu dan kita sebenarnya masih berharap tetap di Demokrat tetapi itu pilihan beliau," tandasnya. (her)