JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Ketua DPRD Karangasem Apresiasi Digelarnya Ngaben Secara Massal

POLITIK
Typography

AMLAPURA-fajarbali.com | Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi sangat mengapresiasi kelompok masyarakat yang menggelar upacara pengabenan dilakukan secara bersama-sama. Menurut Sumardi dapat menghemat biaya sekaligus mempererat rasa kekeluargaan.

Hal itu disampaikan Nengah Sumardi saat menghadiri upacara ngeruwak karang,ngantukang Betara Seri yang dilanjutkan memulai membangun tetaring di banjar Kreteg, desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Senin (14/5/2018). 

Upacara yang digelar itu menjelang upacara ngaben massal pretisenatana Sira Arya Kanuruhan Tangkas Kori Agung. Nengah Sumardi mengatakan, dengan motivasi kebersamaan dan persatuan merupakan makna yang paling besar disamping menghemat biaya upacara. Dilakukan secara bersama-sama akan meringankan beban masyarakat jika dibandingkan harus secara mandiri. "Tujuan pemerintah adalah mengentaskan kemiskinan, salah satu penyebab kemiskinan adalah upacara yang jor-joran," ujarnya. 

Ia pun berharap kedepannya tidak saja dilakukan oleh satu klan saja, namun bisa dilakukan oleh seluruh kelompok baik di banjar-banjar maupun di desa. Dengan harapan, ngaben massal juga dapat membuat masyarakat satu dengan yang lainya saling mengenal. "Kita berharap yang belum agar membentuk kelompok dan ngaben secara bersama-sama," ujarnya. 

Sementara itu pawartaka karya, I Komang Kisid mengatakan, makna ngantukang ida Betara Seri karena dilokasi tersebut akan dipakai sebagai tempat upacara pengabenan massal dari pretisenatana Sira Arya Kanuruhan Tangkas Kori Agung yang puncaknya nanti tanggal 20 Juli mendatang. Dalam ngaben massal nanti, disepakati masing-masing sawa mengeluarkan dana sejumlah Rp 1,5 juta dari 158 sawa dari seluruh kabupaten Karangasem dengan 48 dadia. "Dari RAB yang dirancang sejumlah Rp 1.3 miliar dengan jumlah sawa 158 sawa," ujarnya. 

Sedangkan pengerajeg karya, I Wayan Geredeg mengatakan, ngaben massal dari pretisentana Sira Arya Kanuruhan Tangkas Kori Agung sudah digelar empat kali setiap lima tahun sekali. Terakhir, digelar pada tahun 2013 lalu yang diikuti oleh hampir diseluruh Bali. Pihaknya berharap, ngaben massa nanti bisa di ikuti oleh warga pretisentana dari seluruh Indonesia. "Sekarang kan sudah pasti, kalau kemarin banyak warga yang masih ragu-ragu karena kondisi gunung Agung," ujar Geredeg. 

Geredeg juga mengharapkan, agar semua warga klan Pretisentana Sira Arya Kanuruhan Tangkas Kori Agung bisa melaksanakan pengabenan secara massal. Dengan kebersamaan ini, mampu menekan pengeluaraan pembiayaan. "Kita sadari, tidak semua warga kami memiliki banyak uang, jangan sampai mau ngaben harus menjual warisan dan berhutang kesana kemari,kan itu sudah tidak benar, marilah kita bersama-sama melakukannya," ujar mantan bupati Karangasem ini. (bud)